Dapat Bantuan Provinsi, Jembatan Srigonco Selesai Tahun ini

Rabu, 03 Juni 2020

  Mengikuti :


Dapat Bantuan Provinsi, Jembatan Srigonco Selesai Tahun ini

Minggu, 26 Apr 2020, Dibaca : 1299 Kali

MALANG – Pemerintah Kabupaten Malang pastikan pembangunan jembatan Srigonco Kecamatan Bantu tetap berlanjut. Tahun ini, pembangunan jembatan segera dilakukan.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas PU Bina Marga, Kabupaten Malang Ir Romdhoni. Tahun ini, Pemkab Malang mendapatkan bantuan berupa rangka beton dari Provinsi Jawa Timur.
“Tahun ini pekerjaan pembangunan jembatan Srigonco berlanjut. rapat dengan provinsi dan kami mendapatkan bantuan berupa rangka beton untuk pembangunan jembatan,’’ ungkapnya.


Jembatan Srigonco merupakan jalur dari Kecamatan Bantur menuju Pantai Bale Kambang. Pembangunan jembatan ini untuk mendukung kemajuan pariwisata.
“Ini tahun ke empat, Insya Allah  yang terakhir,’’ kata Romdhoni yang mengatakan, pembangunan jembatan Srigonco ini dimulai sejak tahun 2017 lalu.


Kendati memastikan dilanjutkan tahun ini, namun Romdhoni belum tahu kapan pembangunan mulai dikerjakan. Pihaknya sedang mempersiapkan dokumen untuk perencanaannya. Dilanjutkan dengan proses lelang.
“Kalau semuanya lancar paling cepat, mulai pembangunan dilakukan pada awal Juli,’’ urainya.


Sementara untuk pembangunannya pun, Romdhoni mengatakan tetap mengikuti mekanisme penanganan Covid -19. “Karena saat ini sedang ada Covid -19 jadi ya itu bisa jadi pekerjanya tidak terlalu banyak, dan pelaksanaannya pekerjaannya pun mengikuti protokol kesehatan, bisa berjarak, tidak berkumpul satu dengan yang lainnya, untuk mencegah penularan Covid -19 juga,’’ ungkapnya.


Seiring dengan adanya Covid -19, Romdhoni juga mengatakan anggaran di dinasnya terkena imbasnya. Tidak main-main, anggaran dikepras sebanyak Rp 144 Miliar.
Dijelaskan oleh Romdhoni anggaran yang dikepras ini masing-masing dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp 74 Miliar rasionalisasi APBD Rp 70  Miliar.
“DAK sudah dibatalkan, tidak ada anggaran DAK untuk pengerjaan fisik, kecuali untuk bidang kesehatan dan pendidikan. Kami mendapatkan DAK Rp 74 Miliar. Sedangkan untuk penanganan Covid -19 kami juga terkena rasionalisasi di APBD Rp  70 Miliar. Jadi totalnya adalah Rp 144 Miliar,’’ ungkapnya.


Kepada Malang Post, Romdhoni menyebutkan total anggaran Dinas PU Bina Marga mencapai Rp 300 Miliar. “Jadi ya hampir separo. Itupun belum pasti, alias masih bisa berubah. Apalagi rasionalisasi anggaran masih dilakukan,’’ tambahnya. Dan prioritas saat ini dikatakan Romdhoni adalah penanganan Covid – 19.
Seiring dengan pengurangan anggaran tersebut, Romdhoni tidak menampik jika ada pekerjaan pembangunan harus tertunda. Terutama pekerjaan –pekerjaan yang besar.
“Kalau pekerjaan besar, kami tunda. Dengan anggaran tersebut kami pekerjaan yang kami kerjakan sifatnya hanya pemeliharaan. Ini harus kami pertahankan karena tugas kami menjaga kondisi jalan dalam sistem jaringan ini supaya tetap berfungsi sebagaimana mestinya," jelas Romdhoni.


Salah satu proyek yang ditunda pekerjaannya, yaitu proyek jalan tembus Kepanjen. Sebelumnya, Bupati Malang H M Sanusi juga mengatakan, bahkan banyak pembangunan fisik di Kabupaten Malang ditunda. Itu seiring dengan anggarannya dialihkan untuk penanganan Covid -19. Namun demikian, tidak dengan proyek infrastruktur jalan dan fasilitas umum. Dia mengatakan untuk pemeliharaan tetap dilakukan. Ini untuk memberikan kenyamanan kepada warga.(ira/feb)

Editor : Febri Setyawan
Penulis : Ira Ravika