MALANG POST - Dari Yeouido Park Hingga Bukchon Hanok Village

Senin, 25 Mei 2020

  Mengikuti :


Dari Yeouido Park Hingga Bukchon Hanok Village

Minggu, 01 Mar 2020, Dibaca : 5373 Kali

AWALNYA ingin menikmati bunga sakura mekar dan merasakan sensasi backpacker rame-rame. Maka Dewi Kartika mengisi liburan ke sejumlah tempat menarik di Korea Selatan jauh hari sebelum virus corona menggemparkan dunia. Melalui Malang Post, alumnus Politeknik Negeri Malang (Polinema) itu berbagi cerita keseruannya.
“Saya berlibur bersama teman-teman kantor selama 12 hari. Tiga lokasi yang kami kunjungi, yakni Seoul, Nami Island dan Jeju Island,” kata Dewi yang berlibur pada tahun 2018 lalu itu. Setelah semua persiapan lancar, Dewi dan koleganya terbang dari Jakarta menuju bandara udara internasional Incheon, Korea Selatan.


Saat berangkat, mereka sudah mematangkan rencana destinasi yang akan dikunjungi. Sehingga waktu 12 hari betul-betul dimanfaatkan untuk mengisi liburan. “Kebetulan ke sana saat musim semi, karena ingin lihat bunga sakura mekar di Seoul. Saat tiba, kami langsung ke Yeouido Park, dekat sungai Han. Tapi agak telat karena sudah banyak bunga sakura yang gugur,” tutur Dewi.

Dari Yeouido Park, dia melanjutkan perjalanan ke Banpo Hangang Park. Di kawasan yang masih dekat dengan sungai Han tersebut, ada pemandangan air mancur pelangi di sepanjang tepi sungai. Setelah menikmati destinasi perkotaan di Seoul, Dewi berkunjung  ke wisata heritage Korea. Yakni, istana Gyeongbokgung yang terletak di sebelah utara pusat kota Seoul. Jika memakai baju tradisional Korea ke istana ini, maka wisatawan tidak akan ditarik biaya. Tapi  kalau pakai baju casual biasa, tiket harga masuknya sekitar 3000 won saat itu.
“Kami berkeliling istana ini, dan sangat mirip dengan setting drama Korea yang sering dilihat di televisi,” jelas Dewi.
Usai menikmati warisan sejarah budaya Korea di istana klasik tersebut, Dewi dan rekan-rekannya berpindah destinasi ke Bukchon Hanok Village. Kawasan ini, hampir sama dengan istana kerajaan kuno. Karena hampir semua bangunan rumah di desa ini masih dipertahankan keasliannya.
“Di Bukchon Hanok Village, kami melihat bangunan-bangunan tradisional yang bercorak adat Korea, tak ada yang dirombak, dan sepertinya memang sengaja dipertahankan untuk menjadi wisata pedesaan,” tambah Dewi.
Anak ketiga dari tiga bersaudari itu menambahkan, bagi kaum muslim yang berkunjung ke sana, ada Itaewon Mosque. Kala itu dia beribadah di masjid tersebut. Biasanya wisatawan muslim menyempatkan salat di masjid ini.  Lokasi masjid ini masih ada di Seoul.


Sedangkan pada malam hari, dia datang ke Namsan Seoul Tower yang menunjukkan view Seoul dari atas. “Di Seoul, sebaiknya dipuas-puaskan belanja. Karena ada kompleks belanja Myeong-dong, di sana ada fashion, kuliner street, dan yang paling terkenal skin care. Cari oleh-oleh juga ke Myeong-dong karena di sana ada Dongdaemun Design Plaza tempat cari suvenir,” pungkasnya. (fin/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Fino Yudistira