Desember Bikin Baper

Selasa, 26 Mei 2020

  Mengikuti :


Desember Bikin Baper

Senin, 30 Des 2019, Dibaca : 4974 Kali

DESEMBER itu pas banget buat momen baper-baperan. Udah musim nya lagi hujan, dan momen penghujung tahun. Bagi sebagian orang, hujan lekat dengan hal-hal yang membuat flashback tentang kenangan loh. Dengan adanya hujan membuat kehidupan lebih berwarna, karena keberadaannya bisa dianggap sebagai medium untuk mengungkapkan hal-hal yang berasal dari hati terdalam.
Biasanya para pujangga memanfaatkan karya-karya seperti lagu, puisi, kalimat indah untuk mengagungkan hujan. Eits pastinya dengan adanya hujan, juga bisa berdampak banyak terhadap kehidupan loh. Beberapa sisi negatifnya, bikin kesal karena bisa menghambat segala kegiatan atau urusan yah. Tapi lebih parah lagi kalau sampai jadi melankolis karena banyak kenangan yang muncul kembali hihihi.
Korban derasnya hujan di bulan Desember yang pertama yaitu Genzier asal SMAN 3 Malang, Oktavia Diah Ramadhani. Dirinya selalu berpikir hujan yang relatif sering dan deras membuat ia selalu mengingat-ingat kenangan denga orang-orang kesayangan loh.
“Ada yang bahagia ada juga yang terluka, Desember itu kan deras-derasnya hujan, kadang kalau pas hujan sukaa keinget kenangan bareng-bareng sama orang yang tersayang gitu. Terus kayak ngebayangin ‘wah bentar lagi udah selesai tahun ini, tahun depan bisa lebih bahagia dong dari tahun ini’, entah dengan orang yang sama atau mungkin ganti hehehehe,” ujarnya dengan tersenyum.
Bila kebawa perasaan yang dialaminya cenderung mengarah kepada hal-hal mellow, ia selalu mencoba untuk sebisa mungkin melupakan hal-hal itu. Karena merasa tidak ada gunanya meratapi kesedihan secara terus-menerus. “Caranya move on, lupain hal yang bikin sedih, ciptain bahagianya kita sendiri yang dipengenin. Gitu aja sih,” urainya.
Lalu ada juga nih, Genzier asal SMAN 8 Malang yang bernama Meiriza Aulia Rachmanida. Even ia selalu merasa suasana akhir tahun dan kehadiran hujan yang selalu tepat, untuk dijadikan sarana flashback tentang hal-hal yang sudah terjadi di masa lalu. “Bikin baper pokoknya, soalnya akhir tahun yang bikin nyaman. Apalagi sambil adanya musim hujan, flasback masa lalu yang buruk atau indah yang udah terjadi,” terangnya.
Ada juga kisah dari Rachmania Citra, Genzier yang berasal dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Dirinya merasa keberadaan rintik-rintik di bulan Desember selalu menarik untuk dijadikan ajang ‘merayakan’ kesedihan. Karena menjadi momen-momen terakhir di ujung tahun, untuk membuat langkah baru di tahun yang akan datang. “Pada bulan ini, harus segera menyelesaikan tangis yang belum usai. Dan ketika tahun baru datang, kita harus menyambutnya dengan penuh senang tanpa air mata lagi! Jadi terus mencoba tetap tersenyum dan jangan lupa bersyukur sih,” jelasnya saat diwawancarai oleh kru Genzi.
Hmm memang sih, keberadaan hujan memang senantiasa bikin suasana hati jadi spesial. Bukan hanya genangan air yang tampak di permukaan. Namun juga kenangan-kenangan di masa lampau yang tidak mau ketinggalan juga hehehe. So jangan terlarut dalam kesedihan guys!. Percayalah kenangan abu-abu didalam hujan bulan Desember akan berakhir, serta selepas hujan pasti ada pelangi ang menyapa. (*/oci)

Editor : Rosida
Penulis : Genzi