MalangPost - Dihadang Thermo Gun Berlapis, 32.000 Peserta UTBK Banjiri Malang

Minggu, 09 Agustus 2020

  Mengikuti :

Dihadang Thermo Gun Berlapis, 32.000 Peserta UTBK Banjiri Malang

Minggu, 05 Jul 2020, Dibaca : 4032 Kali

MALANG - Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK-SBMPTN) 2020 yang akan dimulai pada Minggu (5/7/2020) tinggal menghitung hari. Segala persiapan UTBK yang akan diikuti kurang lebih 32.000 peserta di tengah pandemi Covid-19 ini telah dilakukan dengan matang oleh panitia pelaksana di Malang, yaitu Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Negeri Malang (UM).

 

Di antara persiapan itu adalah penyaringan secara ketat para peserta saat akan memasuki lingkungan kampus UB maupun UM dan saat akan memasuki gedung tempat pelaksanaan UTBK menggunakan thermos gun (kamera termo) guna mengecek suhu tubuh para peserta. Dengan kata lain, sebelum mengikuti UTBK para peserta akan dihadang pengecekan suhu badan menggunakan thermo gun secara berlapis.

Karena itu, para peserta harus benar-benar menjaga kondisi kesehatannnya. Apabila kondisi badan sehat dan prima, maka peserta akan dapat mengikuti UTBK dengan tenang dan nyaman.

Menurut Kabag Perencanaan Akademik dan Kerjasama UB, Heri Prawoto S.Sos MAP, akibat pandemi Covid-19, UTBK-SBMPTN 2020 akan dilaksanakan dalam 2 tahap. Tahap 1 pada 5 – 14 Juli 2020 dan tahap 2 pada 20 - 29 Juli. Sebagai kampus favorit SBMPTN tahun lalu ini, UB tidak ingin pelaksanaan tes di tengah pandemi ini memiliki kendala.

“Insya Allah persiapan kami melaksanakan UTBK SBMPTN sudah mencapai 90 persen. Pelaksanaannya sesuai protokol Covid-19 dengan standar pemerintah pusat maupun Pemerintah Kota Malang, kami akan ikuti aturan yang ada. Insya Allah siap,” tegas Heri Prawoto didampingi Kasubag Kearsipan dan Humas UB, Kotok Gurito SE, Kamis (2/7/2020).

   Baca juga : Peserta Demam Bisa Minta Jadwal Ulang Ujian

Diungkapkan Heri, memang ada beberapa perubahan yang harus dia lakukan ketika pelaksanaan UTBK di tengah pandemi. Menurut Heri, pelaksanaan UTBK SBMPTN tahun ini bisa dibilang sedikit spesial, sehingga harus diadakan perubahan-perubahan jadwal dan penyediaan sarana prasarana sesuai protokol kesehatan Covid.

“Dengan adanya pandemi ini, ada perubahan jadwal yang seharusnya tes dilaksanakan secara 4 sesi, diubah menjadi hanya 2 sesi per harinya. Kemudian wilayah-wilayah yang menjadi zona merah di luar kota akan kami pertimbangkan, sekaligus pemikiran kami dalam kesiapan sarana dan prasarana pelaksanaan UTBK kali ini,” papar Heri. 

Heri mengungkapkan bahwa pada tahun ini, jumlah pendaftar UTBK di UB sebanyak 19.600 orang. Jumlah itu akan dibagi dalam 2 tahap seperti yang telah dijadwalkan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

Untuk sarana prasarana penunjang tes, panitia UTBK UB telah menyiapkan 56 laboratorium komputer yang tersebar di 13 fakultas dan di program vokasi dengan kapasitas laboratorium yang biasanya berisi 2.000 komputer, tetapi guna menerapkan physical distancing maka panitia menyiapkan 1.000 komputer tiap ruangnya dengan jarak 1,5 meter antar komputer. Pada tiap sesi, panitia akan menghandling sebanyak 1.090 peserta, sehingga total peserta yang tes per harinya sekitar 2.180 orang.

Sebelum digunakan, ruang tes terlebih dahulu disemprot disinfektan. Begitupun saat pergantian sesi, dari sesi pagi yaitu pukul 09.00 - 11.15 WIB menuju sesi siang pukul 14.00 - 16.00 WIB,  ruangan juga dibersihkan dan disemprot disinfektan.

Selain mempersiapkan laboratorium komputer, panitia juga mempersiapkan protokol kesehatan secara ketat. Pada gerbang masuk kampus, akan dilakukan filter dengan menggunakan kamera gun yang berfungsi untuk mendeteksi suhu yang mampu mendeteksi lebih banyak orang. Bagi siapa saja yang memiliki suhu tubuh lebih dari 37,5 derajat celcius akan dilarang memasuki kampus. Kemudian, untuk protokol di gedung pelaksanaan tes, sebelum memasuki ruang tes, peserta diwajibkan cuci tangan, lalu kembali dicek suhu tubuhnya menggunakan thermo gun, memakai hand sanitizer, masker dan sarung tangan serta diperbolehkan masuk ke ruang tes 15 menit sebelum UTBK dimulai.

Panitia pengawas UTBK-SBMPTN 2020 di UB juga telah dibriefing dan dibekali dengan SOP protokol kesehatan. Pengawas juga akan memakai masker, sarung tangan, dan face shield. Panitia juga akan menyediakan sarung tangan bagi peserta UTBK. 

Dalam kesempatan ini, Heri menyampaikan ada beberapa hal penting yang benar-benar harus diperhatikan para peserta tes. Pertama, peserta wajib memakai masker dan sarung tangan, diusahakan memakai face shield. Kedua, peserta wajib membaca di kartu peserta yang telah dicetak apa saja yang harus dibawa, seperti ijazah, surat keterangan lulus, dan identitas diri. Ketiga, diusahakan bagi keluarga peserta untuk tidak berbondong-bondong mengantar peserta tes, guna menghindari adanya kerumunan

“Kami berharap dengan adanya dua sesi itu dengan jarak yang cukup jauh, kerumunan masa di dalam kampus berkurang. Dalam hal penjemputan peserta oleh orangtua atau ojek online juga sudah kami kordinasikan dengan tim pengamanan di lapangan,” ujar Heri. 

Minimal jaga jarak tidak boleh keluar masuk dalam kampus. Ada zona - zona tertentu dalam hal penjemputan sesuai fakultasnya, sehingga lebih dekat. Untuk peserta dari Malang Raya dan luar Malang Raya juga dipisahkan.

“Kalau yang dari daerah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mungkin ada yang melakukan rapid test. Apabila hasilnya reaktif maka kami akan melakukannya karantina mandiri dan disendirikan,” tegasnya.

Sekali lagi panitia UB meminta peserta UTBK untuk menerapkan sandar protokol Covid-19,

antara lain menggunakan masker, face shield, pakai sarung tangan ketika mengerjakan ujian. “Kalau tidak bawa, kami sediakan. Untuk masalah lain lebih jelasnya bisa di cek di website kami http//ub.ac.id. Semua sudah tertera jelas di dalamnya,  ada peta lokasi dan  peta gedung untuk UTBK,” pungkas Heri.

 

Sementara pendaftar UTBK melalui UM sebanyak 12.414 orang. Menurut Koordinator Pelaksana UTBK SBMPTN 2020 UM, Dr Imam Agus Basuki M.Pd, panitia sulit memisahkan peserta dari Malang Raya dan luar Malang. Yang bisa dilakukan panitia adalah menerapkan protokol covid secara ketat.

“Dari jumlah peserta sebanyak itu berapa peserta yang berasal dari Malang Raya tidak bisa ditentukan secara pasti. Banyak peserta yang beralamat di luar Jatim atau luar Malang ternyata berdomisili di Malang,” jelas Imam Agus Basuki didampingi Kabag Kerjasama dan Humas UM, Ifa Nursanti SAP.(roz)

Editor : Redaksi
Penulis : Rozi