MALANG POST - Direkrut Khusus, Juara Segala Level Pertandingan

Senin, 25 Mei 2020

  Mengikuti :


Direkrut Khusus, Juara Segala Level Pertandingan

Kamis, 26 Mar 2020, Dibaca : 4626 Kali

Foto: IRA RAVIKA/Malang Post 
KEBANGGAAN: Pratu Lingga Dwi Putranto, Pratu Abdul Hakam Aiman, Prada Sigit Linggarto, Pratu Dwi Lega, Pratu Irvan Masduki  menunjukkan medali dan tropi yang diperoleh dalam berbagai kejuaraan karate.

Personel Yonko 464 Paskhas dengan Kekhasan Karate 

MEREKA merupakan personel Yonko 464 Paskhas dengan kekhasan prestasi karate. Dari 285 personel, terpilih 15 orang prajurit yang saban hari wajib menjalani latihan. Kini selain jago terjun payung,  para prajurit TNI AU itu dikenal sebagai personel langganan juara karate. 
   
Para prajurit itu mengisi waktu dengan kegiatan prestasi walau tugas hariannya sebagai personel pasukan elite TNI AU terbilang berat. Lima di antaranya merupakan atlet karate langganan juara berbagai level. Mulai dari tingkat daerah hingga naional. Mereka yakni Pratu Lingga Dwi Putranto, Pratu Abdul Hakam Aiman, Prada Sigit Linggarto, Pratu Dwi Lega dan  Pratu Irvan Masduki.
“Kami terakhir ikut Kejuaraan Nasional Karate Akmil Championship 2020, 7-8 Maret lalu di Magelang. Kami membawa pulang enam medali. Yakni tiga emas, satu perak dan dua  perunggu,” kata Pratu Lingga Dwi Putranto mengawali kiprah mereka. Ia mendapat medali perunggu setelah menjadi juara 3 kategori Komite kelas 84 kilogram. 
Ditemui di sekretariat Institut Karate-Do Nasional (Inkanas) Cabang Khusus Yonko 464 Paskhas, Lingga bersyukur dan bangga terhadap prestasi yang diraih. Sebab mereka mengharumkan nama kesatuan dengan prestasi yang diraih. 
Selama rentang waktu satu bulan terakhir ada tiga kejuaraan yang mereka ikuti. Pertama Kejurda Karate Provinsi Jatim di Jomban pada 22 – 23 Febuari lalu. “Kami mendapat 23 medali, yaitu 10 emas, empat perak, dan sembilan perunggu. Saat itu atlet yang dikirim lebih dari 10 orang,” kata Lingga. 
Satu minggu kemudian dilanjut Kejurprov Jatim, memperebutkan piala Bupati Blitar di Blitar, 29 Februari sampai 1 Maret 2020. Di kejuaraan itu, mereka menurunkan lima orang atlet. Hasilnya meraih empat medali. Yakni dua  emas dan dua perak. Sedangkan terakhir Kejurnas Karate Akmil Championship 2020 di Magelang tanggal 7-8 Maret lalu. 
Lingga dan empat rekannya diikutkan dalam Kejurnas Karate Akmil Championship 2020. 
Di event tersebut, mereka tidak mengikuti kategori kejuaraan yang sama. Dua orang ikut Kategori Komite, sedangkan tiga lainnya di Kategori Kata. Untuk Kategori Kata, ketiganya selain juara perorangan juga juara Kategori Beregu. 
“Di Kategori Komite ada saya dan Pratu Abdul Hakam Aiman. Sedangkan tiga teman saya, Pratu Dwi Lega, Pratu Irvan Masduki dan Prada Sigit Linggarno ikut Kategori Kata,’’ tam bah pria 25 tahun ini.  
Lingga yang mendapat mandat menceritakan aktivitas mereka menguraikan, lima atlet ini tergabung dalam Inkanas Cabang Khusus Yonko 464 Paskhas. Mereka mulai latihan sejak tahun 2016. “Kami tidak ada yang memiliki basic sebelumnya. Baru di sini kami mengenal karate, dan berlatih secara maksimal,’’ tambah Dwi Lega. 
Masuk dan bergabung di Inkanas pun karena penugasan. “Jadi Inkanas ini merupakan lembaga baru disini saat itu. Seluruh prajurit Yonko 464 Paskhas ikut seleksi. Selanjutnya, dari semuanya itu terpilih 15 orang, yang kemudian dilatih secara maksimal,’’ jelas Dwi. 
Layaknya atlet, mereka latihan enam hari dalam satu minggu. Yakni mulai Senin sampai Sabtu. Dalam sehari latihan dilakukan dua kali. Yakni pukul 07.00 – 11 .00 WIB, kemudian istirahat lalu berlanjut pukul 13.00 – 17.30 WIB. 
“Sebelumnya kami memang masih mendapatkan tugas kedinasan. Namun sejak beberapa bulan lalu, sudah tidak. Kami mendapatkan tugas kedinasan jika penugasan besar saja,’’ ungkap Lingga. 
Dia menambahkan dengan latihan secara intensif ini maka fokus mereka pun tidak pecah. “Karena di Inkanas ini kami tidak sekadar latihan beladiri biasa. Tapi betul-betul dicetak sebagai atlet. Di sini merupakan tempat training center (TC),’’ tambah Lingga. 
Dia mengaku mengenal kejuaraan setelah tiga bulan latihan. Saat itu dia memilih kategori komite berhasil mendapatkan juara satu. “Saya tidak ingat nama kejuaraannya, tapi kalau tidak salah itu tingkat provinsi, dan saya juara satu,’’ tambah pria yang saat ini menanti kelahiran anak pertama itu. 
Meskipun awalnya tak memiliki dasar ilmu bela diri, tapi dengan prestasi yang diperoleh dirinya yakin punya passion  di bela diri. Sehingga begitu menang, dia pun bertekad untuk melanjutkan, dan berlatih secara sungguh-sungguh. 
“Tapi ya itu, waktu awal-awal kami memang tidak 100 persen fokus latihan, karena masih mendapatkan tugas kedinasan. Beberapa dari kami ini pernah mendapat tugas penjagaan di pos-pos pengamanan perbatasan wilayah,’’ ungkap pria ramah ini. 
Kendati demikian saat mendapat penugasan, mereka tetap berlatih. Tujuannya agar makin mahir. Sekalipun Lingga mengaku, saat pulang dari penugasan, dirinya sempat tidak yakin apakah akan kembali ke Inkanas untuk menjadi atlet atau tidak. 
“Penugasannya kan satu tahun. Kami berpikir saat itu posisi kami sebagai atlet digantikan orang lain. Tapi ternyata tidak, kami sangat senang sekali,’’ tambah Lingga yang juga atlet terjun payung ini.  
Target mereka kini Kejuaraan Karate Panglima TNI Cup. Menurut Lingga yang didampingi pelatihnya Pratu Hasidin mengatakan, Panglima TNI Cup merupakan kejuaraan bergengsi. Melalui kejuaraan tersebut, karir mereka sebagai atlet dapat melejit. “Di sini akan dilihat, jika memang kami baik, kami bisa mewakili daerah atau negara untuk kejuaraan karate tingkat nasional maupun internasional. Itu sebabnya, kejuaraan ini yang kami tunggu,” katanya.  
Asah prestasi karate namun mereka tetap menjaga jati diri sebagai prajuri Yonko 464 Paskhas. Salah satu contohnya mengikuti latihan terjun penyegaran. Terjun penyegaran merupakan kebanggaan anggota Yonko 464 Paskhas. (ira ravika/van)  

Editor : vandri
Penulis : ira