MALANG POST - Disetujui Menkes, Sidoarjo Berlakukan PSBB

Senin, 25 Mei 2020

  Mengikuti :


Disetujui Menkes, Sidoarjo Berlakukan PSBB

Selasa, 21 Apr 2020, Dibaca : 3057 Kali

JAKARTA - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyetujui Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan di wilayah Surabaya Raya yang mencakup Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik, Jawa Timur. PSBB diterapkan untuk menanggulangi virus corona di wilayah tersebut.
PSBB di tiga wilayah itu ditetapkan lewat Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.01.07/MENKES/264/2020. "Menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar di wilayah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur dalam rangka percepatan penanganan Corona Virus Disease (Covid-19)," kata Terawan dalam Kepmenkes No. HK.01.07/MENKES/264/2020, Selasa (21/4).
Poin kedua Kepmenkes tersebut, Terawan mewajibkan pemda Kota Surabaya, Kabupatan Sidoarjo serta Kabupaten Gresik untuk menjalankan PSBB sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pula, memberikan sosialisasi pola hidup bersih dan sehat pada masyarakat.
Diketahui, peraturan perundang-undangan yang harus dijadikan rujukan pelaksanaan PSBB antara lain UU No. 6 tahun 2018, PP No. 21 tahun 2020 serta Permenkes No. 9 tahun 2020. "Pembatasan Sosial Berskala Besar sebagaimana dimaksud Diktum Kedua dilaksanakan selama masa inkubasi terpanjang dan dapat diperpanjang jika masih terdapat bukti penyebaran," kata Terawan dalam Kepmenkes.
Terawan menyatakan telah ada peningkatan penyebaran virus corona yang signifikan di wilayah tersebut serta diiringi kejadian transmisi lokal. Atas pertimbangan itulah dia menyetujui PSBB di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik. Nantinya, Pemkot Surabaya, Pemkab Sidoarjo dan Gresik yang akan memutuskan kapan mulai memberlakukan PSBB. Masing-masing kepala daerah menerbitkan peraturan sebagai pijakan untuk melaksanakan PSBB.
Pemkot Surabaya, Pemkab Sidoarjo dan Gresik mengajukan penerapan PSBB kepada Menkes Terawan pada Minggu lalu (19/4). Semuanya sepakat dan telah didiskusikan dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. "Kami bersama-sama mengambil kesepakatan, bahwa hari ini sudah saatnya di kota Surabaya, di sebagian Kabupaten Gresik dan sebagian Sidoarjo, sudah saatnya diberlakukan PSBB," kata Khofifah.
Sementara itu, Pemkab Sidoarjo memperkirakan, PSBB Sidoarjo akan diterapkan 3 sampai 4 hari lagi. Pernyataan itu disampaikan Plt Bupati Sidoarjo, Nur Achmad Syafuddin di rumah dinasnya, Jalan Sultan Agung Sidoarjo. Plt bupati yang akrab dipanggil Cak Nur itu mengatakan, pihaknya telah mendengar kabar mengenai Menkes yang menyetujui pengajuan PSBB di Surabaya Raya termasuk Sidoarjo.
"Kami baru saja mendengar kabar tersebut dari media. Selanjutnya akan segera menyelesaikan draft pergub terkait PSBB," kata Cak Nur kepada wartawan, kemarin.
Ia menambahkan, Pemkab Sidoarjo akan menggelar rapat dengan UPD. Rapat akan membahas dampak sosial yang ditimbulkan dari penerapan PSBB. "Kami belum melihat surat persetujuan PSBB dari Kemenkes tersebut. Akan kah berlaku untuk 14 kecamatan atau semua wilayah Sidoarjo," tambah Cak Nur.
Menurut Cak Nur, besok pihaknya akan melakukan pertemuan dengan Pemprov Jatim. Kemudian menggelar rapat dengan pihak UPD. Selanjutnya melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait PSBB. "Diperkirakan 3 sampai 4 hari ke depan baru kami menerapkan PSBB," jelasnya.
Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji mengatakan, pihaknya akan mengajukan pemberlakuan jam malam bila diterapkan PSBB di Sidoarjo. Pihaknya akan mengerahkan seluruh anggota untuk menjaga Kamtibmas di Sidoarjo. "Kami mengusulkan jam malam, dengan pembatasan mulai pukul 20.00 WIB. Kami mengerahkan 1.500 personel untuk mengamankan PSBB di Sidoarjo. Selain itu, kami akan menindak tegas dengan menembak mati, terhadap pelaku kriminalitas saat diberlakukan PSBB," tandas Sumardji. (cnn/dtc/udi)

Editor : Mahmudi Muchid
Penulis : Net