Disnaker Kabupaten Malang Siap Memberikan Pembinaan dan Pelatihan

Rabu, 16 Oktober 2019

Sabtu, 14 Sep 2019, dibaca : 477 , mp, ira

MALANG – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang siap memberikan pembinaan kepada warga binaan Lapas Perempuan Kelas II Sukun, Malang. Tidak sekadar memberikan pembinaan, tapi juga memberikan pelatihan. Kepala Disnaker Kabupaten Malang, Yoyok Wardoyo, mengatakan pembinaan ini diberikan untuk menindaklanjuti Memorandum Of Understanding antara Bupati Malang dengan Kantor Wilayah (Kanwil)  Kementrian Hukum dan Ham, Jatim. Dimana salah satu point dari MoU tersebut adalah terkait dengan pemberdayaan warga binaan di Lapas Perempuan Kelas II Sukun, Malang.

Dalam memberikan pembinaan, Disnaker tidak sendirian. Tapi juga bersinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan, Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC), Dinas Sosial Kabupaten Malang, dan Universitas Brawijaya. ”Saat ini formula pembinaannya sedang dibahas. Harapannya, dengan banyaknya yang terlibat ini, tidak lama lagi sudah dapat dilakukan,’’ kata Yoyok.

Yoyok mengatakan, jika memberikan pembinaan kepada warga binaan ini harapannya, agar saat keluar nanti warga binaan memiliki bekal, sehingga mereka berdaya. Keseriusan Disnaker Kabupaten Malang memberikan pembinaan kepada warga binaan ini buktikan dengan gelaran diskusi di Lapas Perempuan Kelas II Sukun, Malang, Jumat (13/9).

Harapan Yoyok ini juga seiring sejalan dengan harapan Kalapas Perempuan Kelas II Sukun, Malang, Ika Yusanti. Dia mengatakan, ide pemberian binaan ini merupakan hal yang luar biasa. Dimana dengan pembinaan yang diberikan, nanti diharapkan mampu membuat warga binaan mampu berkarya, dan berpenghasilan.

”Pembinaan terhadap warga binaan ini sebetulnya merupakan usul kami, yang disambut baik oleh pak Yoyok selaku Kepala Disnaker Kabupaten Malang. Dan yang luar biasa, pak Yoyok tidak sendiri, beliau juga mengajak BPJS Ketenagakerjaan, SETC, serta Universitas Brawijaya dan Dinsos. Dengan kolaborasi yang dilakukan ini, harapannya pembinaan yang dilakukan betul-betul dapat terealisasi, dan warga binaan pun ke depannya dapat berdaya,’’ katanya. Sebelumnya, Ika mengatakan pihaknya sudah beberapa kali melakukan diskusi dengan Disnaker Kabupaten Malang serta instansi lainnya, terkait hal ini.

”Dan hari ini (Jumat) Disnaker Kabupaten Malang SETC, UB, BPJS Ketenagakerjaan Malang, dan Dinas Sosial Kabupaten Malang meninjau langsung ke sini. Untuk melihat secara langsung Lapas Perempuan Kelas II Sukun, Malang. Tinjauan ini dilakukan, dengan tujuan untuk memastikan pembinaan yang cocok bagi warga binaan.

”Tadi dibahas juga apa yang bisa dikembangkan disini (Lapas),’’ ungkap Ika.

Ika pun mengakui jika warga binaan merupakan orang pelanggar hukum. Tapi mereka sudah mendapatkan sanksi atau hukuman yang setimpal atas perbuatannya. ”Kenapa saya getol mengusulkan adanya pelatihan, atau memberikan pekerjaan kepada warga binaan, karena rata-rata warga binaan memiliki usia produktif. Sehingga keberadaan warga binaan ini tidak hanya menjadi beban negara. Tapi mereka juga bisa memberikan sumbangsih pendapatan kepada negara,’’ urainya.

Dan yang terpenting bagi Ika, bahwa saat keluar nanti, warga binaan bisa berkarya. Mereka dapat menjalankan usaha, dan tidak mengulangi perbuatan pelanggaran hukum. ”Kami mohon doa restunya, semoga rencana yang sedang dibangun ini dapat terealisasi secepatnya,’’ tandas wanita berjilbab ini.(ira/mp)



Loading...