MALANG POST - Dobrak Diskriminasi, Teladani RA Kartini

Senin, 25 Mei 2020

  Mengikuti :


Dobrak Diskriminasi, Teladani RA Kartini

Rabu, 22 Apr 2020, Dibaca : 2643 Kali

MALANG - Rasa ingin tahu dan jiwa kepemimpinan yang dimiliki RA Kartini menjadi inspirasi kaum perempuan masa kini untuk berkontribusi pada bangsa dan negaranya. Termasuk terjun ke dunia politik, seperti yang dilakukan oleh Laily Fitria Min Nelly. Satu-satunya perempuan yang menjadi pemimpin partai di Kota Malang.

   Baca juga : Ajak Perangi Pandemi Covid-19


Saat ini ia menjabat sebagai Ketua DPD Perindo Kota Malang. Jabatan ini sudah dipegangnya sejak lima tahun silam.
Ternyata, karir politik Nelly dimulai sejak dia SMA. Hal ini diceritakannya kepada Malang Post. Ia memulai karir politik saat dimandat menjadi Ketua Pemuda Partai Golkar.
“Ya memang dari dulu sudah tertarik politik. Saya suka ingin tahu dan memang suka mengutarakan pendapat. Itu sekitar tahun 1994 saat masih SMA saya ikut gabung di kepartaian,” terangnya.


Ia menjelaskan, saat itu masih bersekolah di STMN 1 Mataram. Ia tertarik untuk mengutarakan pendapat dan merasa terwadahkan dalam organisasi kepartaian. Selama di sana, Nelly juga dapat belajar banyak selain hal akademis di sekolah.
Tidak hanya organisasi di luar sekolah, di dalam sekolah pun ia sempat dimandat menjadi Ketua OSIS. “Politik bagi saya seperti panggilan hati. Dari sana juga saya tahu, jika ingin mengubah sesuatu dan membuat kebijakan lebih baik bisa melalui politik,” sebut dia.

   Baca juga : Rasakan Quality Time Bersama Keluarga


Meski begitu ia sempat vakum di dunia politik. Saat lulus SMA, ia fokus bekerja. Akan tetapi jiwa berpolitik Nelly terus memaksa untuk dikembangkan dan tidak bisa berdiam diri lagi. Ia pun memilih Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kota Malang pada Tahun 2004. Saat itu karirnya dimulai dari kader biasa, kemudian tidak butuh lama menjadi salah satu pengurus inti.
“Di Hanura sempat menjadi Wakil Sekretaris partai dan sempat jadi Ketua I Perempuan Hanura di Jawa Timur,” tuturnya.


Seiring dengan perkembangan zaman, Nelly masih menginginkan hal lain dalam berpolitik. Termasuk mencari dan mengeksplorasi kemampuan berpolitik dengan mengembangkan ideologi dari partai lainnya. Maka pada sekitar tahun 2014 ia bergabung di DPD Perindo Kota Malang. Karir ini dibangunnya hingga menjadi pimpinan partai.
Sosok perempuan, jelas Nelly, masih dianggap masih terlalu lemah untuk bisa terjun langsung ke ranah politik dianggap begitu ‘kejam’ itu. Padahal hal itu tidak benar adanya.


Di era demokrasi, siapapun warga negara, baik laki-laki maupun perempuan, memiliki hak yang sama untuk memilih dan dipilih. Hal tersebut, harus dijadikan pedoman dan kekuatan para kaum perempuan di Indonesia.


Perempuan, menurut dia, harus berani mendobrak permasalahan klasik yang terlanjur tertanam di benak masyarakat. Permasalahan klasik yang menganggap perempuan hanya bisa mengurus rumah tangga saja, jelas sebuah diskriminasi.
"Kaum perempuan harus memperjuangkan dan mencontoh sosok RA Kartini," kata perempuan kelahiran Malang, 27 September 1976 itu.
Kini, Nelly memiliki cita-cita besar untuk Partai Perindo. Yakni, ingin memajukan bangsa lewat partisipasinya di dunia politik, dengan wadah Partai Perindo. (ica/ley)

Editor : Stenly Rehardson
Penulis : Francisca Angelina