MALANG POST - Dua Kabupaten di Jatim Bertahan Jadi Zona Hijau Corona

Senin, 25 Mei 2020

  Mengikuti :


Dua Kabupaten di Jatim Bertahan Jadi Zona Hijau Corona

Minggu, 12 Apr 2020, Dibaca : 27669 Kali

SURABAYA - Sebanyak 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, 32 di antaranya telah menjadi zona merah penyebaran virus corona (Covid-19). Sebanyak empat daerah sisanya diketahui masih berstatus zona kuning. Dan dua lainnya bahkan masih merupakan zona hijau.

Dua daerah yang masih berstatus zona hijau itu berada di Pulau Madura. Yakni Kabupaten Sumenep dan Kabupaten Sampang. Tak ada pasien positif atau pasien dalam pengawasan (PDP) di sana.

Menanggapi hal itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa pun melakukan video confference bersama dua bupati tersebut, untuk mencari tahu perihal apa yang sebenarnya terjadi di dua daerah itu. "Pak Bupati Sampang dan Bupati Sumenep silakan menceritakan rahasianya bagaimana menjaga Sampang maupun Sumenep hingga saat ini menjadi dua daerah se Jatim yang masih berstatus zona hijau," kata Khofifah mengawali video conference dari Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (11/4).

Secara bergantian dua kepala daerah tersebut menceritakan kondisi daerahnya di tengah pandemi covid-19. Yang pertama adalah Bupati Sampang Slamet Junaidi, ia mengaku jajarannya selama ini aktif melakukan pencegahan penyebaran covid-19.

"Kami aktif turun ke lapangan untuk memantau warga kami. Sore ini kami juga masih di lapangan, mobil kita sedang mogok tengah hutan karena kami dengar ada hajatan pernikahan, kami meminta supaya itu diundur saja setelah covid-19 ini berlalu," kata Slamet Junaidi mengawali ceritanya.

Meski masih dalam zona hijau, ia mengatakan bahwa di Sampang, warga yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) tercatat ada 281 orang. Sedangkan yang berstatus sebagai orang dalam risiko (ODR) mencapai 10.000 orang. Para ODP maupun ODR ini yang kini dalam pengawasan ketat oleh pihaknya.

"Insyallah besok Senin kita panggil seluruhnya, kepala puskesmas, postu dan polindes, kami akan melakukan pendataan. Sekarang ini sudah ada sebanyak sepuluh ribu lebih warga kami yang sampai di desa-desa kita lakukan isolasi," kata Slamet Junaidi.

Sedangkan untuk pasien dalam pengawasan (PDP) di ketahui saat ini masih nihil. Ia mengatakan sebenarnya ada warganya yang masuk PDP setelah mengikuti pelatihan calon petugas haji di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Namun usai mengikuti pelatihan tersebut yang bersangkutan pergi ke Malang dan kemudian pulang ke Pamekasan.

Lebih lanjut, ia kini terus mengumpulkan data riil ODR di Kabupaten Sampang. Nantinya mereka akan diminta untuk melakukan isolasi diri. Pemda, kata dia, juga akan hadir di sana untuk mencegah agar ODR tidak keluar rumah.

"ODR di Kabupaten Sampang ini adalah warga pekerja migran yang mudik dari Malaysia. Mereka juga ada yang dari Spanyol serta Amerika. Oleh pemkab mereka diberikan prioritas untuk dilakukan monitoring," kata dia.

Sedangkan untuk ODP Junaidi mengatakan pemantauan yang dilakukan Gugus Tugas juga menjangkau sampai tingkat pedesaan. Pemkab juga memberdayakan UKM, untuk membuat masker dari kain dan dilapisi tisu. Masker-masker produksi masyarakat itu akan dibeli pemerintah dengan anggaran dana desa.

"Sehingga dari masker ini juga bisa jalan perekonomian di tengah wabah corona. Saya juga ingin masyarakat Sampang tidak sampai belanja di luar Sampang, jadi belanja kebutuhan ya cukup di Sampang saja," ujarnya.

Senada, Bupati Sumenep Busyro Karim juga mengatakan bahwa ia bisa mempertahankan Sumenep sebagai zona hijau karena daerahnya melaksanakan aturan dengan ketat. Ia juga melakukan pemeriksaan kepada siapapun yang datang ke Sumenep.

"Semua yang datang di-screening dilihat kesehatannya, di antaranya yang mudik. Selanjutnya ada kesadaran masyarakat karena dari tokoh masyarakat juga ikut melakukan imbauan. Seperti kalau ada pesta pernikahan itu sebaiknya ditunda dulu," kata dia.

Tidak hanya itu di kawasan pedesaan Kabupaten Sumenep juga diterapkan desa siaga covid-19. Masker dan semacamnya juga produksi sendiri oleh warga sebagai sarana pencegahan penyebaran virus. "Bilik-bilik sterilisasi juga didirikan di berbagai wilayah di Sumenep. Bahkan di [Kepulauan] Kangean juga sudah disiapkan," katanya.

Sejauh ini di Kabupaten Sumenep tercatat ada sebanyak 123 orang ODP. Sebanyak 82 orang di antaranya diisolasi secara mandiri atau karantina mandiri. "Sudah ada 82 orang yang diisolasi. Biasanya ada yang menolak saat awal akan dikarantina. Tapi setelah dibujuk dan diberi pengertian akhirnya mau. Intinya peran tokoh desa," ujarnya.

Mendengar paparan itu, Khofifah pun meminta kepada daerah-daerah lain agar meniru cara dua bupati tersebut melakukan pencegahan di daerahnya. Sehingga, rantai penularan covid-19 segera terputus, dan jumlah pasien tak lagi bertambah.

Sementara itu di Jatim, pada Sabtu (11/4) tercatat ada 267 pasien positif virus corona, 65 di antaranya sembuh, 26 meninggal. Sekain itu ada pula 1.394 pasien dalam pengawasan (PDP) dan 13.658 orang dalam pemantauan (ODP). (cnn/ra/udi)

Editor : Mahmudi Muchid
Penulis : Net