MalangPost - Dua Pekan, Penusukan Pakis Masih Misteri

Senin, 06 Juli 2020

  Mengikuti :


Dua Pekan, Penusukan Pakis Masih Misteri

Selasa, 19 Mei 2020, Dibaca : 2598 Kali

MALANG – Sudah dua pekan, peristiwa penusukan di ladang perbatasan Dusun Tegal Pasangan dan Dusun Curah Ampel, Desa Pakiskembar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, masih menyisakan misteri. Pelaku penusukan terhadap Shodiq, 60, seorang penjual tempura yang terjadi Minggu (3/5) lalu masih menjadi tanda tanya.

   Baca juga : Korban Kurang Kooperatif, Penyelidikan Kasus Buntu


Hal ini tak ditampik oleh Polres Malang dan Polsek Pakis yang masih menyelidiki kasus tersebut. Kapolsek Pakis Iptu Slamet Subagyo menegaskan bahwa saat ini kasusnya masih dalam tahapan penyelidikan. “Kasusnya masih dalam tahapan penyelidikan,” ujar Slamet kepada Malang Post, Selasa (19/5).


Seperti diketahui, Shodiq ditusuk di bagian perutnya pada Minggu malam dan berakibat luka parah. Korban ditusuk hingga ususnya terburai. Nyawanya diselamatkan warga Curah Ampel yang melintas di kawasan sepi dan tanpa penerangan karena curiga dengan adanya sepeda motor tanpa tuan di tepi jalan makadam yang dikelilingi sawah gelap.


Sampai saat ini, polisi masih mendalami keterangan dari korban. Sayangnya Slamet menyebut bahwa korban masih belum bisa dimintai keterangan secara detail terkait kasus tersebut. Menurut pria dengan pangkat dua balok emas di pundaknya itu, korban Shodiq masih dalam tahap pemulihan.
“Korban masih merasakan nyeri bekas jahitan di perutnya yang sempat terbuka, sehingga dia tidak maksimal ketika dimintai keterangan,” tandas perwira polisi ramah ini.

 

Karena itulah, sampai saat ini polisi masih belum mengantongi motif ataupun pelakunya.
“Belum ada penetapan tersangka atau pelaku,” sambungnya. Kendati demikian Polres Malang dan Polsek Pakis tetap berkolaborasi untuk mengungkap seterang-terangnya kasus ini. Slamet menegaskan, motif dari kejadian ini juga belum terungkap karena korban belum bisa dimintai keterangan secara maksimal. “Belum ada motif yang jelas, masih didalami,” tutup Slamet.(fin/agp)

Editor : Agung Priyo
Penulis : Fino Yudistira