MalangPost - Empat Pedagang Pasar Pagi Reaktif

Senin, 13 Juli 2020

  Mengikuti :

Empat Pedagang Pasar Pagi Reaktif

Kamis, 21 Mei 2020, Dibaca : 4029 Kali

BATU - Rapid test kembali dilakukan oleh Pemerintah Kota Batu bagi 313 pedagang sayur di Pasar Pagi Kota Batu, Kamis (21/5/2020) . Hasilnya ada empat pedagang reaktif yang langsung dilakukan isolasi mandiri.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Batu, dr. Yuni Astuti mengatakan untuk kegaitan ini rencananya melakukan pemeriksaan rapid test kepada 400 pedagang Pasar Pagi Kota Batu.

   Baca juga : PSBB di Pasar Pagi , Pembeli Berdesakan, Parkir Masih Amburadul

Kegiatan ini dilakukan karena pedagang pasar jadi salah satu kelompok masyarakat yang beresiko. Selain pedagang pasar masih belum maksimal dalam menerapakan physical distancing.

"Diharap dengan rapid test ini mampu mencegah penularan dan mendeteksi sejak dini tanda-tanda adanya pasien yang reaktif. Mereka yang reaktif wajib isolasi mandiri selama 14 hari," ujar Yuni kepada Malang Post.

 

Ia menerangkan, walaupun hasil rapid test belum pasti positif Covid-19. Nantinya akan ditindaklanjuti dengan test swab. Namun karena keterbatasan rujukan lab swab di Bakorwil Malang menunggu setelah lebaran.

"Sementara ini lab test swab di Malang rujukan Covid-19 ada tiga meliputi RS UB, RSSA, dan Lavalette. Untuk RSSA dan RS UB belum menerima sampai tanggal 26 Mei," terangnya.

 

Karena itu, sementara ini pedagang yang hasil tes cepat reaktif harus diisolasi mandiri. Sembari menunggu dilakukan test swab.

Ia menambahkan, untuk alat rapid test yang dipesan Dinkes Kota Batu sudah datang 8000 alat. Untuk jumlah seluruh pedagang di Pasar Besar jumlahnya 3000 pedagang yang nantinya akan dilakukan rapid test secara bergantian. (eri/jon)

Editor : Jon Soeparijono
Penulis : Kerisdiyanto