Endri Sulaksono Radin Sukses Kembangkan Kerajinan Kulit

Kamis, 28 Mei 2020

  Mengikuti :


Endri Sulaksono Radin Sukses Kembangkan Kerajinan Kulit

Rabu, 26 Feb 2020, Dibaca : 2628 Kali

Kota Batu telah tersohor dengan pertanian, pariwisata, hingga produk UMKM. Banyak dari produk UMKM berkutat pada kuliner dan minuman yang telah dipasarkan seluruh Indonesia. Namun dari semua pelaku usaha ada satu yang berani tampil beda. Yakni Endri Sulaksono Radin (49 tahun) warga Jalan Lesti  Gg IV No. 9 Kel. Ngaglik, Kec/Kota Batu. Dia menempuh jalan berbeda, dengan membuat kerajinan tangan berbahan dasar kulit.


Kerajinan kulit itu dia kerjakan sendiri. Mulai dari pemilihan bahan baku, memotong, menjahit, dan pemasarannya ia lakukan sendiri. Bahasa kerennya bisa disebut dengan Do It Yourself (DIY). Sulaksono, sapaan akrabnya mulai menggeluti kerajinan kulit di studio rumahnya baru empat tahun belakangan. Tapi baru diketahui masyarakat Kota Batu tahun lalu.
"Saya menekuni kerajinan kulit baru empat tahun lalu. Alasannya karena waktu kecil ayah saya selalu belikan barang-barang berbahan dasar kulit. Mulai sepatu hingga tas kulit," ujar Sulaksono kepada Malang Post.
Dia mengenang, waktu kecil anak kelima dari enam bersaudara ini setiap kali dibelikan sepatu oleh ayahnya mudah robek. Karena itulah sang ayah membelikan barang-barang berbahan dasar kulit dan membuat Sulaksono menggandrungi bermacam barang dengan bahan kulit.


Selain itu selama dirinya keliling ke 30 negara dalam waktu tujuh tahun dengan bergabung bersama NGO Operation Mobilization (OM) atau organisasi kemanusiaan. Pria berusia 49 tahun ini selalu mampir ke galeri-galeri kulit di negara yang dia kunjungi.
"Ketika ikut dalam OM dan berkeliling dunia saya sering juga sering mampir ke galeri kulit. Dari galeri itu situ saya lihat barang kerajinan harganya sangat mahal. Sehingga ingin mencoba untuk membuatnya," kenang pria kelahiran Batu, 3 April 1970 ini.
Sebelum menekuni kerajinan kulit, dia sempat bekerja sebagai pengajar seni di Wesley International School, Tidar, Kota Malang selama tujuh tahun. Namun karena ia ingin berdikari pada akhirnya dia menekuni kerajinan kulit dirumahnya.
"Setelah tidak mengajar itulah saya mulai menjalani usaha kerajinan kulit. Pilihan menekuni kerajinan kulit karena memang di Kota Batu belum ada perajin kulit. Apalagi yang 100 persen hand made," paparnya.


Dengan perjalanan panjang dirinya bergabung dengan NGO OM dan mengajar di Wesley International School, secara tak langsung menjadi nilai tambah untuk jejaring dalam pemasaran produk. Sehingga produk yang dia buat telah dipasarkan ke berbagai negara. Mulai dari UK, Amerika, Australia, hingga Kanada.
Selain itu, ia juga memasarkan produknya melalui media sosial, khususnya instagram. Dan tak jarang Sulaksono mempromosikan dan mendokumentasikan proses pembuatan melalui media sosial. Sehingga publik bisa tahu proses dan kualitas produk yang dibuatnya sendiri.
Yang membuat berbeda dari produk kerajinan kulit lainnya, dari brand yang dinamai 'ESR' adalah karakter produk yang rustik atau kasar. Sehingga produknya cenderung simetris dan presisi.
"Serta saya sejak awal komit untuk membuat produk sesuka saya atau tidak menerima custom. Ini yang membedakan dengan kerajinan kulit lainnya," papar alumnus Sastra UM ini.
Dari karakter yang berbeda itu, produk ESR bahkan sering digunakan dan berkolaborasi oleh profesional fashion designer ternama ibu kota. Yakni Ai Syarif dan Ichwan Thoha, serta artis ternama Lia Candrasari juga pernah membeli produk miliknya.
Untuk kolaborasi produk miliknya dengan desainer profesional telah ditampilkan di berbagai ajang fashion. Mulai dari Surabaya Fashion Week, Malang Fashion Week, Jogja Fashion Week dan Jakarta Fashion Trend 2020.


Dengan begitu karya home made Sulaksono memiliki harga yang cukup fantastis. Mulai dari Rp 250 ribu untuk gelang hingga Rp 5 juta untuk sebuah travel bag. Dari kerajinan yang dia kerjakan sendiri dari hulu hingga hilir itu ia juga mampu menghasilkan omset Rp 5 juta – Rp 10 juta per bulan.(eri/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Kerisdiyanto