Fadiyah Rofifatun Nisa, Pandai Mengatur Waktu

Minggu, 31 Mei 2020

  Mengikuti :


Fadiyah Rofifatun Nisa, Pandai Mengatur Waktu

Kamis, 19 Mar 2020, Dibaca : 1338 Kali

SEBAGAI generasi penerus bangsa, anak muda dituntut aktif dalam berbagai kegiatan. Tak terkecuali bagi kaum perempuan. Seperti yang dilakukan Fadiyah Rofifatun Nisa', meski masih berusia 24 tahun, ia harus pandai membagi waktu. Yakni seorang guru TK, ibu rumah tangga hingga menjadi penjahit.


Perempuan yang akrab disapa Iva ini menceritakan, sehari-hari, ia harus pandai mengatur waktu untuk berbagai kesibukannya.

“Setiap hari, saya mengajar di sebuah TK hingga setengah hari. Kemudian, kembali ke rumah untuk melakukan aktivitas lainnya,” terang dia.


Ketika sampai di rumah, perempuan berhijab ini kembali mengurus rumah tangga. Mulai membersihkan rumah, memasak dan lainnya.

“Sesekali, saya juga mengerjakan orderan jahit untuk dress. Mulai dari gaun biasa hingga gaun pengantin. Pengerjaannya sekitar dua hari hingga dua minggu,” jelasnya.


Padat aktivitas, Iva mengaku tak keteteran dan melakukan semuanya dengan senang hati.

“Sebab, saya suka ketiganya. Saya jalani dan nikmati saja prosesnya. Mengerjakan hobi sekaligus menghilangkan stres,” lanjut dia.
Apalagi, ketika menjadi guru TK. Selain memberikan ilmu yang bermanfaat, ia bisa menghilangkan penat dengan melihat canda tawa  anak-anak. “Melihat mereka tertawa dan tingkah lucunya ketika berada di kelas, menjadi kebahagiaan tersendiri untuk saya. Apalagi, ketika menemani mereka main. Rasanya seru banget,” beber dia.


Sementara di sela kesibukannya itu, ia juga menjalankan hobi menjahitnya dan akan di kembangkan menjadi bisnis ke depan.

“Saya ingin mandiri dan tidak menyusahkan suami saya. Selain itu, membuat pelanggan merasa puas dengan hasil jahitan saya juga merupakan kebanggaan tersendiri,” kata Iva.


Selain mengembangkan usaha di bidang fashion, ia juga akan mengembangkan sayap usaha di bidang Make Up Artist (MUA) sesuai  passionnya.

“Harapan saya tidak muluk-muluk. Ingin menurunkan angka pengangguran dan menjadikan ilmu yang saya miliki berguna di dunia dan akhirat,”  tandasnya. (tea/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Amanda Egatya