MALANG POST - FarmDev.Co Sambungkan Akses Peternak ke Investor

Senin, 25 Mei 2020

  Mengikuti :


FarmDev.Co Sambungkan Akses Peternak ke Investor

Sabtu, 07 Mar 2020, Dibaca : 4206 Kali

Komoditi hasil ternak di Indonesia kebanyakan belum dapat berkembang pesat karena terkendala sulitnya akses. Yakni akses langsung dari peternak ke konsumen hingga investor. Banyak pihak yang secara tidak langsung masuk dalam proses ini, membuat komoditi bernilai tinggi hingga sampai konsumen.

 

Disadari bahwa pelaku ternak di Indonesia sulit mendapatkan konsumen secara langsung. Hal ini ditangkap jeli oleh lima mahasiswa lintas fakultas Universitas Brawijaya (UB) Malang. Mereka menciptakan sebuah aplikasi jual beli dan investasi peternakan bernama FarmDev.Co.


Mereka adalah Farhan Arya Indrajaya, Shafira Noor Adlina, Amadda Ilmi, Juan Maulana Alfedo, dan Yunita Desmawati. Para mahasiswa ini menciptakan aplikasi itu, karena prihatin melihat kesejahteraan perternak di Indonesia, khususnya juga di wilayah Malang.


Ketua Tim, Farhan Arya Indrajaya menjelaskan, FarmDev.Co diciptakan dalam bentuk sebuah aplikasi yang membantu menyambungkan akses antara peternak dengan investor dan konsumen yang membutuhkan.
Kata Farhan, pada umumnya orang masih merasa kesulitan untuk  menjangkau akses secara langsung dengan peternak. Padahal mereka butuh memenuhi kebutuhannya terkait dengan sektor peternakan. Seperti ingin membeli seekor sapi, daging, susu, ataupun kebutuhan ternak sapi lainnya. “Karena, pada umumnya wilayah peternakan sapi ada di daerah dataran tinggi atau yang terletak jauh dari pusat kota,” paparnya.


Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UB ini menjelaskan, aplikasi ini dibuat dengan harapan menjadi perantara antara konsumen dengan peternak. Baik dalam hal jual beli maupun transaksi peternakan lainnya.
Aplikasi ini dapat menjembatani dengan memberikan akses harga pasar sempurna dengan transparan dan pemberian insentif bagi peternak dalam meningkatkan kualitasnya.


Ia meneruskan, keunggulan dari aplikasi FarmDev.Co sendiri dibandingkan dengan aplikasi lainnya adalah sebuah fitur. Di mana investor dapat berinvestasi pada peternakan ini sesuai dengan yang diinginkannya dengan kesepakatan oleh pihak pengelola ternak.
“Dan juga dalam aplikasi ini memuat artikel serta informasi yang menambah wawasan terkait bagaimana cara mengelola sapi dalam sebuah peternakan,jenis-jenisnya, serta cara pengolahan dan lain sebagainya,” tegas mahasiswa angkatan 2018 ini.


Oleh karena itu, dengan adanya aplikasi Farmdev.Co ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara customers, investor dan peternak. Penemuan dari lima mahasiswa-mahasiswi ini nyatanya juga diakui sebagai temuan yang inovatif bagi perkembangan produk ternak.


Pasalnya pada ajang International Intellectual Property, Invention, Innovation, and Technology Exposition (IPITEX) Thailand Inventor’s Day Tahun 2020 belum lama ini Farmdev.Co mendapatkan penghargaan.
Temuan ini mendapatkan sebuah Silver Medal dalam acara yang diselenggarakan Februari 2020 ini. Sebuah penghargaan Silver Medal untuk Indonesia dipersembahkan dalam karya dan inovasinya yang berjudul FarmDev.Co, di kategori Innovative Solution and Empowerment of Cattle Farming SCARP (Social Farm Application) to Improve the Welfare of Local Breeders.
“Medali ini kami dedikasikan untuk kesejahteraan peternak lokal dan juga menjadi pemecut bagi kami untuk terus mengembangkan aplikasi ini,” jelas Arya.


FarmDev.Co, tambah Arya, merupakan solusi inovatif pemberdayaan dan pengembangan peternakan berbasis digital, yang hadir untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di bidang peternakan, dengan misi utamanya yaitu menyejahterakan kehidupan para peternak lokal. Selain itu, juga menjadi jawaban atas berbagai problematika yang dialami oleh para peternak lokal, seperti minimnya investasi modal.
“Sulitnya akses terhadap pakan ternak dan peralatan kandang, serta pemasaran hasil ternak yang masih dikuasai oleh tengkulak sehingga menimbulkan turunnya keuntungan yang diterima oleh para peternak. Aplikasi ini menjadi solusi,” pungkasnya.(Sisca Angelina/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Francisca Angelina