MALANG POST - Gagal Cegah Corona, Mendagri Turki Mengundurkan Diri

Senin, 25 Mei 2020

  Mengikuti :


Gagal Cegah Corona, Mendagri Turki Mengundurkan Diri

Senin, 13 Apr 2020, Dibaca : 3705 Kali

ISTAMBUL - Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu mengundurkan diri. Ia dinilai gagal menahan laju penyebaran virus Corona (COVID-19). "Semoga negara saya, yang tidak ingin saya sakiti, dan presiden kami, saya akan setia sepanjang hidup saya, maafkan saya," kata Soylu dilansir dari AFP, Senin (13/4/2020).

Soylu merupakan 'aktor' yang memutuskan Turki untuk lockdown. Setelah lockdown, justru kekacauan hebat terjadi di seluruh penjuru negeri. Masyarakat menjadi panik dan terburu-buru memborong kebutuhan pokok. Akhirnya physical distancing tidak diterapkan warga Turki.

Keputusan Soylu ini mendapatkan kecaman keras di media sosial. Ia dinilai membahayakan ribuan nyawa warga Turki. Ia berkilah keputusannya untuk menerapkan lockdown itu telah mendapatkan persetujuan dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Soylu merasa bertanggung jawab atas kekacauan yang terjadi di Turki.

Terpisah, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menolak pengunduran diri Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu di tengah pandemi virus Corona. "Dia akan terus melakukan fungsinya," kata Erdogan dalam statemennya seperti dilansir kantor berita AFP, kemarin.

Soylu menuai kritikan keras setelah pemerintah Turki memutuskan untuk melakukan lockdown seluruh negeri selama 48 jam untuk mengendalikan penyebaran virus Corona.

Namun pengumuman lockdown pada Jumat (10/4) malam waktu setempat itu dilakukan hanya 2 jam sebelum pemberlakuan kebijakan itu. Hal ini memicu kekacauan massal di seluruh negeri, seperti panic buying berbagai kebutuhan.

Soylu mengatakan dirinya "bertanggung jawab sepenuhnya atas penerapan kebijakan (lockdown) ini", seraya mengatakan bahwa hal itu dilakukan "dengan itikad baik". Hingga saat ini, Turki mencatat hampir 57.000 orang terinfeksi virus Corona dengan 1.200 orang di antaranya meninggal. (cnn/det/udi)

Editor : Mahmudi Muchid
Penulis : CNN