MalangPost - Gempur Rokok Ilegal, KPPBC Malang Sosialisasikan Pita Cukai

Selasa, 04 Agustus 2020

  Mengikuti :

Gempur Rokok Ilegal, KPPBC Malang Sosialisasikan Pita Cukai

Rabu, 19 Feb 2020, Dibaca : 9912 Kali

MALANG – Kampanye gempur rokok ilegal terus digaungkan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Malang. Targetnya, tahun ini jumlah peredaran rokok ilegal menurun hingga satu persen di seluruhan Indonesia.
Penurunan ini akan menekan angka kerugian negara dan pendapatan masyarakat industri kecil menengah dapat berkembang.  Menurut Kepala KPPBC Malang, Latif Helmi, peredaran rokok illegal tahun 2019 lalu di wilayah Malang Raya jauh dibawah standar angka rata-rata daerah lain. Malang memiliki tingkat peredaran rokok illegal sebesar 0,81 persen. Edukasi dan pemahaman tentang peredaran rokok illegal dilakukan tidak hanya dengan sosialisasi identifikasi keaslian pita cukai saja.
“Kita juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk bersama memberi edukasi juga sosialisasi dan melakukan operasi bersama,” kata Latif Helmi dalam Sosialisasi Identifikasi Keaslian Pita Cukai di KPPBC) Tipe Madya Cukai Malang.
Menurutnya, mengidentifikasi pita cukai yang sesuai aturan diyakini dapat mengurangi peredaran rokok illegal. Ini yang dilakukan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Malang untuk terus mensosialisasikan tentang pita cukai.
Warga pelaku usaha industri, pengusaha, kelompok masyarakat diajak mengenali lebih dalam tentang cara mengindentifikasi pita cukai.
“Ini penting karena mereka yang illegal tentu tidak akan menggunakan pita cukai. Atau ada yang pita cukai yang palsu sehingga lolos saat dijual kepada pedagang. Jika seperti ini pelaku industri kecil yang akan banyak merugi,” tegasnya.
Ia menjelaskan, mengindentifikasi pita cukai memang perlu pembelajaran. Pasalnya pita cukai terbagi dalam berbagai jenis juga peruntukan. Meski begitu secara kasat mata dapat dilihat dan diketahui secara sederhana.
Latif menerangkan, warna dasar pita cukai yang paling terlihat adalah kehijauan. Kemudian pada pita juga akan terlihat serat warna merah pada permukaan kertas pita cukai. Lalu jika dilihat melalui penerawangan cahaya maka akan terlihat tanda air (watermark) dengan teks “75 RI”.
“Secara garis besar mengindentifikasi pita cukai pertama memang lihat barangnya ada apa tidak pita cukainya. Kemudian setelah itu cek asli apa tidak. Cek itu baru atau bekas, kalau terlihat asli. Lalu cek kodenya dan cek peruntukannya,” tegas mantan kepala Kantor Bea Cukai Madura ini. (ica/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : Francisca Angelina