MalangPost - Gencar Sosialisasi Lupakan Sanusi

Kamis, 06 Agustus 2020

  Mengikuti :

Gencar Sosialisasi Lupakan Sanusi

Minggu, 08 Mar 2020, Dibaca : 9606 Kali

REKAM jejak Drs. H.M. Sanusi sebagai bakal calon Bupati Malang betul-betul dihapus dari PKB. Bahkan di kalangan NU pun, sosok Sanusi dibikin makin samar sebagai kontestan Pilkada 2020. Berbagai upaya terus dilakukan setelah petahana itu loncat pagar ke  PDI Perjuangan beberapa waktu lalu.

Konsolidasi PKB dengan tokoh-tokoh NU di Kabupaten Malang, Kamis (5/3) lalu hanyalah salah satu contoh. Tak sekadar konsolidasi perkuat soliditas, momen politik itu merupakan salah satu strategi menghapus jejak Sanusi di PKB.
“Kami sangat solid, tidak perlu diragukan. Kami siap untuk ikut kentestasi Pilkada,’’ kata Sekretaris DPC PKB Kabupaten Malang, Muslimin. Semua perangkat organisasi yang dimiliki PKB sudah siap bergerak. Mereka siap memenangkan Pilkada entah siapa yang dicalonkan nanti.

Baca juga :

Tak Peduli Kata Orang, Sanusi Optimis Menang di Atas 50 Persen

Ajukan Calon Seimbang


Ia mengakui beberapa waktu lalu, ada PAC PKB yang memberikan dukungan untuk H.M Sanusi sebagai calon bupati. Tapi itu sudah berlalu. Bahkan dilakukan jauh hari sebelum mantan Ketua PKB Kabupaten Malang tersebut akan running Pilkada melalui PKB.
“Tapi setelah Pak Sanusi pindah ke partai lain, dukungan itu dicabut. Pencabutan dukungan itu disampaikan langsung saat rapat konsolidasi yang digelar di DPC PKB, Kamis (5/3) lalu,” jelasnya.
PKB kini gencar sosialisasi ke bawah. Dalam sosialisasi yang dilakukan, selalu didengungkan bahwa H.M Sanusi bukan lagi kader PKB. “Ini juga penting untuk disosialisasikan bahwa Pak Sanusi bukan PKB lagi,’’ ungkap Muslimin.

   Baca Juga : NU Punya Banyak Figur Terbaik


Dukungan NU lanjut dia  juga menambah kekuatan PKB. Anggota DPRD Kabupaten Malang ini menyebutkan, jaringan NU mengakar sampai tingkat bawah. Terlebih NU sebagai organisasi kemasyarakatan memiliki badan-badan yang juga sangat solid.
“Seperti Muslimat dan Fatayat. Itu kekuatannya sangat luar biasa. Sehingga dengan adanya dukungan NU ini, kami semakin yakin,” tandasnya.


Kekuatan PKB pun kian bertambah, karena ada partai yang akan bergabung atau menjalin koalisi. Menurut Muslimin, sampai saat ini ada lebih dari dua partai, yang sudah memberikan titik terang untuk bergabung. Namun ia enggan menyebutkan dua partai yang dimaksud itu.
“Sejak awal kami sudah menjalin komunikasi. Baik dengan parpol yang memiliki  kursi di DPRD maupun parpol yang tidak memiliki kursi. Ada yang merapat. Ini menjadi semangat kami merebut kembali kursi Bupati Malang, seperti tahun 2015 lalu,’’ tambah  Muslimin.

   Baca juga : Hapus Jejak Sanusi di PKB


Ia  mengatakan, untuk figur  yang dicalonkan, sampai saat ini memang masih belum disebutkan.  DPP PKB sedang menggodok nama-nama itu. “Ada banyak tokoh, tidak hanya Pak Sanusi,” ujarnya.
Tidak hanya dari PKB, tapi juga terdapat sejumlah figur dari NU. Di antaranya Ali Ahmad, Hasan Abadi, Latifah Shohib, dan dr Umar Usman.  Selain digodok di DPP PKB, proses konsultasi dengan para kiai terus dilakukan.


Menurut Muslimin, selain hasil survei  masing-masing calon, ada satu yang tidak boleh tertinggal untuk menentukan calon. “Yakni  Salat Istikharah. Karena ini tidak boleh hilang. Makanya itu, sembari menunggu DPP PKB mengumumkan, kami juga menyodorkan nama-nama tokoh ke kiai-kiai sepuh,’’ tambah dia. (ira/van)  

Editor : Vandri Battu
Penulis : Ira Ravika