Gerakan Sosial Atasi Dampak Ekonomi COVID-19

Sabtu, 30 Mei 2020

  Mengikuti :


Gerakan Sosial Atasi Dampak Ekonomi COVID-19

Rabu, 15 Apr 2020, Dibaca : 2082 Kali

Covid-19 atau yang lebih dikenal dengan Corona telah mengguncang dunia di awal tahun ini. Mulai dari negara maju hingga berkembang telah terjangkit oleh virus yang kini telah ditetapkan sebagai pandemi, berawal dari Wuhan China, Corona menyebar ke negara-negara lain seperti Italia, Korea Selatan, Malaysia, hingga saat ini Indonesia pun menjadi sasaran bagi virus Corona. Situasi ini menyebabkan keresahan dan sikap panik yang berlebihan dari masyarakat.
Pemerintah telah mengambil berbagai kebijakan juga himbauan, dari segi kesehatan, ancang-ancang ekonomi sampai pengaman di setiap daerah untuk mencegah penyebaran dan dampak virus Covid-19. Di tengah situasi genting karena Covid -19 ini banyak netizen yang malah asyik mengeluh, menyalahkan orang lain,  bergantung pada orang lain, menyebar hoax  bahkan berdebat untuk dapat diakui. Banyak orang yang bahkan saat ini setiap kematian selalu dikaitkan oleh virus Covid-19 sehingga makin membuat panik warga lain.
Dampak kepanikan penyebaran Covid-19 sungguh sangat signifikan. Perekonomian negara dari saham hingga nilai rupiah perlahan mulai mengalami pelemahan, perekonomian masyarakat kecil, menengah  mulai tukang becak, sopir angkot, grab, gojek, warung, tukang sate, penjual keliling, foto copy, kafe, tukang kue, toko kecil, bahkan grosir,  mall, hotel semua memprihatinkan. Ditambah lagi dengan isu "Lockdown" yang kian marak terdengar. Jika seandainya benar-benar terjadi "lockdown"  di daerah yang terpapar misalnya, kemungkinan bisa jadi semakin tertekan kehidupan masyarakat kecil yang tidak punya pilihan.
Situasi dengan tingkat kepanikan, keresahan dan ketidak seimbangan ekonomi saat ini seharusnya diimbangi dengan Ikhtiar dari setiap kalangan. Gerakan Sosial yang muncul belakangan ini dari setiap kalangan merupakan wujud kepedulian dan juga ikhtiar masyarakat dalam menjaga satu sama lain dan memutuskan mata rantai virus mengerikan ini. Mengingat masyarakat kecil agar mereka tetap bisa di rumah dan makan. Gerakan sosial muncul dari lapisan masyarakat yang peduli dengan kehidupan sesama.
Gerakan sosial dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, tidak hanya dengan harta tetapi barang. Membagikan makanan, minuman, masker, hand sanitizer kepada orang yang membutuhkan dan mengalami kesulitan untuk membelinya juga dapat membantu menyejahterakan masyarakat. Pemberian sembako dengan harga yang sangat murah juga bermanfaat bagi kebanyakan orang.
Gerakan sosial dari segi ekonomi antara lain digerakkan oleh pengusaha dan publik figur yang sukses. Di antaranya Nurhayati Subakti merupakan Founder PT Paragon Tecnology & Innovation. Mereka menggelontorkan bantuan berupa alat kesehatan ke sejumlah rumah sakit  serta menjamin biaya kebutuhan dasar bagi keluarga yang terjangkit virus Corona.
Kemudian Pengusaha Sandiaga S Uno menolong sesama dengan membantu seluruh biaya hidup pasien virus Corona di Indonesia. Pada Sabtu malam (21/3) pukul 21.33, Sandi menyampaikan komitmen membantu membiayai keluarga pasien positif Corona melalui unggahan videonya yang berdurasi 0,54 detik.  "Sebagai wujud empati, Kami akan menanggung biaya dasar kebutuhan keluarga tersebut hingga pasien dinyatakan sembuh," ungkap Sandi. Beberapa publik figur lainnya pun ikut membantu dengan gerakan-gerakan sosial dan berdonasi untuk sesama.
Usaha penanggulangan Virus Civod-19 juga disampaikan oleh Presiden Joko Widodo  saat memberikan keterangan pers di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (16/3/2020). Presiden Joko Widodo meminta kepada kepala pemerintah daerah untuk berkomunikasi kepada pemerintah pusat seperti Satgas COVID-19 dan Kementerian dalam membuat kebijakan besar terkait penanganan COVID-19, dan ditegaskan kebijakan Lockdown tidak boleh dilakukan  pemerintah daerah.
Presiden Joko Widodo menyadari bahwa pandemi virus Corona yang menyebabkan penyakit Covid-19 berdampak terhadap pendapatan rakyat. Jokowi bahkan mengaku kerap mendapat keluhan dari para tukang ojek hingga sopir taksi yang memiliki kredit motor dan mobil. Untuk itu, Presiden menjanjikan memberi kelonggaran untuk tukang ojek, sopir taksi, serta nelayan dalam pembayaran cicilan kredit kendaraan.
Pemerintah juga memberikan kelonggaran cicilan bagi pengusaha kecil menengah. Para pengusaha yang melakukan kredit dengan nilai di bawah Rp 10 Miliar akan diberi penundaan cicilan selama 1 tahun dan juga penurunan bunga. Selain itu, OJK akan memberikan kelonggaran, relaksasi kredit bagi usaha mikro, usaha kecil untuk nilai kredit di bawah Rp 10 Miliar. Baik kredit yang diberikan oleh perbankan maupun industri keuangan nonbank.
Merebaknya virus Covid-19 menumbuhkan rasa peduli terhadap sesama dengan gerakan-gerakan kemanusian. Semua gerakan sosial  yang merupakan bentuk ikhtiar itu bisa dimulai dari diri kita sendiri, membantu siapa saja yang bisa kita bantu dengan apa pun yang kita bisa atau punya. Mengikuti anjuran untuk tetap di rumah. Kemudian menghargai dan membantu orang- orang yang memang tidak bisa tinggal di rumah karena harus bekerja.
Seluruh pihak saling bekerjasama menghadapi wabah tersebut, baik antar pemerintahan dan lembaga atau otoritas lainnya, juga dengan para pengusaha maupun masyarakat pada umumnya. Sebagai masyakat yang peduli dengan sesama untuk memerangi Covid-19, seluruh gerakan sosial merupakan bentuk ikhtiar yang telah diusahakan oleh pemerintah dan otoritas lainnya. Seperti stimulus fiskal maupun relaksasi di sisi sektor finansial maupun makro ekonomi, tidak akan berjalan tanpa diiringi doa. Jika Tuhan berkehendak maka cepat lambat masalah ini akan segera terselesaikan dan masalah ekonomi seperti omset turun dan tidak adanya biaya untuk menggaji karyawan dapat teratasi. Sesungguhnya selalu ada kemudahan di setiap kesulitan.(*)

Oleh: M. S. Wahyudi S.
Sekprodi Ekonomi Pembangunan FEB UMM

Editor : Redaksi
Penulis : Opini