MALANG POST - Gerindra Tunggu Hasil Survei

Senin, 25 Mei 2020

  Mengikuti :


Gerindra Tunggu Hasil Survei

Minggu, 01 Mar 2020, Dibaca : 1032 Kali

Tidak hanya Partai NasDem yang wait and see, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) juga demikian. Sampai dengan saat ini masih menunggu surat atau perintah dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra. Sekretaris DPC Partai Gerindra, Unggul Nugroho menyebutkan jika selama ini komunikasi politik antara Partai Gerindra dengan partai – partai lain sudah terjalin dengan baik.
 “Kalau komunikasinya sangat baik. Tapi sekali lagi, untuk nama calon ya harus menunggu DPP yang memiliki kewenangan,’’ kata Unggul.
Mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang ini juga menyebutkan, figur-figur yang  banyak berseleweran, memiliki potensi sama dengan figur-figur dari kader Partai Gerindra. Tapi untuk mencari figur yang tepat, salah satu acuannya adalah hasil survei.
Unggul mengatakan saat ini DPP Partai Gerindra melakukan survei. Menggandeng beberapa lembaga survei di Jakarta, Partai Gerindra berusaha mengorek pendapat warga Kabupaten Malang terhadap orang-orang yang namanya tertera dalam pertanyaan survei.
“Kalau popularitasnya rendah, kemudian elektabilitasnya juga rendah, kan tidak mungkin dipilih sebagai calon. Kecuali mereka memiliki popularitas serta elektabilitas tinggi. Dan acuan itu dapat diperoleh dari hasil survei,’’ tambahnya.


Unggul sendiri mengaku tidak tahu siapa saja figur yang masuk dalam daftar survei yang dilakukan oleh DPP Partai Gerindra. Namun demikian, Unggul sangat yakin, orang-orang yang disurvei adalah tokoh-tokoh yang tidak asing.
“Iya saya tidak tahu nama-namanya. Yang saya tahu survei dilakukan sejak awal Februari lalu, dan masih berjalan sampai sekarang,’’ ungkapnya.
Selain survei, koalisi antar partai politik, Unggul mengatakan masih dilakukan pembahasan secara intensif. Menurut Unggul, partainya masih memiliki peluang untuk bergabung dengan partai lain. Membaca peluang itu, maka Partai Gerindra pun terus membuka diri.
“Kami sadar di DPRD Kabupaten Malang hanya memiliki tujuh kursi, Sedangkan untuk bisa mengusung pasangan calon sendiri dibutuhkan 10 kursi, atau 20 persen dari jumlah total kursi di DPRD. Atau total jumlahnya 10 kursi. Sehingga mau tidak mau Partai Gerindra harus berkoalisi,’’ kata Unggul.


Sementara untuk mempersiapkan itu, pihaknya juga melakukan penguatan pada tubuh partai secara internal. Unggul Yakin, dengan kondisi Partai Gerindra yang solid, dan ditambah berkoalisi dengan partai lain memudahkan pihaknya memenangkan Pilkada, sekalipun calonnya adalah petahana.
“Kami akan memaksimalkan strategi saat Pilkada mendatang. Tapi yang jelas saat ini yang kami bangun secara internal adalah penguatan kader,’’ tandasnya.(ira/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Ira Ravika