Gus Din Siap Dicalonkan

Rabu, 27 Mei 2020

  Mengikuti :


Gus Din Siap Dicalonkan

Minggu, 15 Mar 2020, Dibaca : 4704 Kali

PENGASUH Pondok Pesantren (Ponpes) An Nur II Al Murtadlo Bululawang, KH. Khairuddin (Gus Din) tidak mengelak dan juga tak mengiyakan soal peluangnya di Pilkada Kabupaten Malang. Namun Gus Din mengiyakan soal beredarnya informasi bahwa ia bakal digandengkan dengan Hj. Lathifah Shohib.
"Ya seperti itu beritanya (dicalonkannya dirinya, red). Siapa yang membuat kabar itu saya tidak tahu," ujar Gus Din.

   Baca juga : Masih Optimis, Umar Siapkan Visi Misi


Namun demikian, ia mengaku beberapa waktu lalu, salah seorang pengurus PKB menghubunginya. Pengurus partai tersebut memberitahu, kalau nama Gus Din menjadi salah satu kandidat yang diusung.
“Kalau ditanya pertimbangan dari PKB terus terang saya tidak tahu. Mungkin saja, PKB melihat perjuangan saya saat menjadi calon Wali Kota Batu. Atau ada pertimbangan lain saya tidak tahu. Jika memang rakyat yang menghendaki, saya bersedia,’’ katanya.


Untuk diketahui, Gus Din pernah menjadi kontestan Pilkada Kota Batu tahun 2017 lalu. Saat itu, dia dicalonkan PKB dan Partai Demokrat
Lebih lanjut dia tidak mau berandai-andai. Apalagi waktu pelaksanaan Pilkada masih cukup jauh. Sebaliknya  menunggu saja hingga ada keputusan resmi dari PKB.  “Kalau rekom sudah turun, saya dipilih (dicalonkan), saya akan all out,’’ tambahnya.


Sementara, Hj Lathifah Shohib mengaku belum mengetahuinya. "Informasi dari mana itu. Saya belum tahu, karena sekarang sedang reses dan kegiatan dengan Muslimat di Surabaya," ucap Lathifah Shohib, sembari mengatakan kalau dirinya belum pernah mendapat tugas apapun dari DPP PKB.


Apakah siap jika mendapat rekom? Lathifah belum memastikan. Menurut dia, waktunya tinggal lima bulan. Kini ia masih lihat situasi dulu. Selain itu, ia beralasan masih banyak figur berpotensi di wilayah Kabupaten Malang.
Anggota DPR RI dapil Malang Raya ini mengatakan meskipun memiliki tim kampanye yang  sudah siap digerakkan, tetapi dia merasa belum sanggup. Salah satu alasannya karena waktu yang terlalu pendek. (agp/ira/van/lim)  

Editor : Abdul Halim
Penulis : Redaksi