Hanif Jajal Posisi Stopper

Minggu, 20 Oktober 2019

Sabtu, 14 Sep 2019, dibaca : 1038 , parijon, stenly

MALANG – Hanif Sjahbandi membuktikan kualitasnya sebagai pemain muda potensial. Dalam kondisi darurat, ketika Rahmat Latief ditarik dari lapangan saat Arema FC kontra Borneo FC, Hanif yang dikenal sebagai sosok gelandang diplot untuk turun ke bawah, dan menjadi seorang stopper.
Hanif turun sebagai pemain subtitusi menit 68, ketika Latief harus minggir ke luar area permainan. Pelatih Milomir Seslija menyebut, Latief ditarik karena cedera.
“Latief ditarik karena ada hamstring di kakinya. Hanif ditunjuk sebagai pemain penggantinya,” kata Milomir Seslija.
Dalam pertandingan di masa krusial, yaitu menit 70 ke atas, tekanan terhadap Arema sebagai tuan rumah sangat tinggi. Posisi Arema yang imbang 2-2 dengan Borneo FC di kandang sendiri, semakin menambah tekanan bagi Hamka Hamzah dkk. Hanif yang masuk bukan di posisi aslinya, harus secepatnya mengadaptasi perspektif bermainnya.
Alhasil, sampai peluit tanda berakhirnya pertandingan berbunyi, Hanif mampu tampil prima, tak membuat kesalahan yang berujung gol ke gawang Arema. “Dia bermain dengan bagus, dan rasanya dia akan diproyeksikan sebagai stopper,” ujar Milo. Ungkapan pelatih asal Serbia tersebut ada benarnya.
Masa depan Hanif masih sangat panjang, terutama bila ingin tetap berkarir di Arema FC. Peluang untuk mengunci posisi utama di skuad juga besar. Karena, lini belakang Arema saat ini dihuni pemain-pemain senior. Dengan postur Hanif, serta penyesuaian lewat latihan, bukan tak mungkin Hanif bisa bermain di posisi stopper.
Meski nantinya keputusan itu akan kembali kepada pemain, Milo menganggap kualitas Hanif dan pengalaman bermain di timnas, akan membentuknya menjadi pemain komplet. Apalagi, alumnus ASIFA tersebut tampak sangat maksimal di posisi gelandang jangkar, yang letaknya sangat dekat dengan pemain belakang.
Hanya, Milo tidak mau ambil risiko ketika mencoba pemain di posisi baru. “Selain karena Hanif baru pulang dari timnas, dia bermain di posisi baru, yang tentunya ada risiko. Karena itu, dia tidak diplot sejak awal,” tutup Milo.(fin/jon)



Sabtu, 19 Okt 2019

Kesempatan Jayus!

Sabtu, 19 Okt 2019

NOTHING TO LOSE

Jumat, 18 Okt 2019

Siapkan Strategi Beda

Loading...