Hapus Jejak Sanusi di PKB

Kamis, 28 Mei 2020

  Mengikuti :


Hapus Jejak Sanusi di PKB

Minggu, 08 Mar 2020, Dibaca : 7026 Kali

MALANG - Salah satu langkah terpenting yang dilakukan PKB yakni sosialisasi secara masif bahwa H.M Sanusi bukan lagi kader PKB, “Kami sosialisasikan ini, agar masyarakat atau kader paham, sehingga mereka kembali pada maqom PKB,’’ ungkap Muslimin.


 PKB solid dan kuat serta siap mengikuti kontestasi Pilkada juga disampaikan sejumlah pengurus  Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) PKB. Salah satunya diungkapkan Ketua PAC PKB Kepanjen, Muhammad Masnsur. Dia mengatakan, soliditas PKB tidak perlu diragukan.
Mansur mengatakan, PKB memiliki kekuatan yang dahsyat untuk memenangkan Pilkada. Itu karena dukungan dari masyarakat yang sangat bagus.

“Selain NU yang mendukung PKB, ada banyak unsur lainnya, yang juga mendukung. Hal inilah yang kami yakini, PKB bisa menang dalam kontestasi Pilkada,’’ tambahnya. Terlebih dengan hadirnya dr Umar Usman sebagai kandidat calon, dia tidak ragu PKB memenangkan calon yang akan diusung.


“PKB merupakan partai besar. Memiliki banyak figur  potensial. Jadi saat satu kader hilang, maka akan tumbuh kader-kader lainnya. Kami sangat mendukung kader-kader tersebut,’’ ungkapnya.


Hal yang sama juga dikatakan Ketua Dewan Syuro PKB, Hamim Kholili. Dia mengatakan dengan banyaknya dukungan yang masuk, peluang untuk mendapatkan kemenangan kian besar.
“Pak Sanusi sudah pindah partai, dan kami tidak melarang itu. Hak politik kan bebas memilih. Dengan kepindahan Pak Sanusi justru memberikan semangat seluruh kader untuk lebih bersatu,” katanya.

Baca juga :

Tak Peduli Kata Orang, Sanusi Optimis Menang di Atas 50 Persen

Ajukan Calon Seimbang

 
Dua Partai Besar Merapat
Memiliki 12 kursi di DPRD Kabupaten Malang, maka PKB  dapat mengusung sendiri calonnya. Namun demikian, partai berlogo bola dunia dikelilingi sembilan bintang itu memilih berkoalisi.  
Ketua DPC PKB Kabupaten Malang H Ali Ahmad  menyebutkan sudah ada dua partai besar yang merapat di PKB, untuk menjalin koalisi. Namun demikian, Gus Ali, sapaan akrabnya enggan menyebutkan nama dua partai tersebut.


Sementara sumber terpercaya Malang Post menyebutkan, dua partai besar yang merapat di PKB untuk berkoalisi yakni Golkar dan Gerindra. Jika informasi ini jadi kenyataan, maka akan terwujud koalisi besar.  
Untuk diketahui, Golkar memiliki 8 kursi di DPRD Kabupaten Malang. Di DPRD Kabupaten Malang, Golkar satu fraksi dengan Partai Hanura yang memiliki satu kursi. Partai ini juga memiliki basis massa yang sangat kuat. Sehingga saat berkoalisi dengan PKB, maka potensi kemenangan terbuka.
Sementara untuk figur, Golkar di Kabupaten Malang memiliki tokoh yang cukup kuat. Yakni Siadi, yang juga ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Malang. Siadi saat ini menjadi anggota DPRD Provinsi Jatim.


Sementara Partai Gerindra juga sama. Di Kabupaten Malang Partai berlambang Kepala Garuda ini memiliki tujuh kursi. Dengan jumlah kursi tersebut, Partai Gerindra memiliki fraksi sendiri. Selama ini, Gerindra cukup solid.  


Selain itum Gerindra memiliki beberapa tokoh yang bisa diandalkan. Di antaranya Moreno Soeprapto yang merupakan Ketua DPC Partai Gerindra Kota Malang, dan anggota DPR RI dari Malang Raya. Selain itu juga ada Chusni Mubarok sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Malang.
“Kami siap mengikuti kontestasi politik, Pilkada. Tapi kami realistis, dengan jumlah kursi kurang dari 20 persen, maka harus berkoalisi,’’ kata Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Malang,  Chusni Mubarok. Seiring dengan koalisi, Chusni mengatakan masih menjalin komunikasi dengan sejumlah partai di Kabupaten Malang. Komunikasi politik dilakukan dengan partai yang memiliki kursi di DPRD maupun partai non parlemen.  


Disinggung soal PKB, Chusni pun tidak menampik. Ia mengakui partainya juga berkomunikasi dengan PKB. “Sekarang masih cair. Belum ada keputusan dari DPP. Yang jelas, komunikasi tetap jalan,’’ katanya.


Hal yang sama juga disampaikan Wakil Ketua DPD Partai Golkar, Kabupaten Malang, Kusmantoro Widodo. Kepada Malang Post, Kusmantoro menyebutkan sampai saat ini belum ada surat rekomendasi dari DPP Partai Golkar terkait koalisi. “Dengan partai lain kami terus berkomunikasi. Baik partai besar maupun kecil,’’ katanya. Tidak terkecuali dengan PKB, kata Kusmantoro Widodo, pihaknya pun menjalin komunikasi. “Kalau memang berkoalisi itu menguntungkan ya lebih baik berkoalisi,’’ katanya.


Namun demikian, Kusmantoro juga mengatakan,  dari hasil Musda Partai Golkar, beberapa waktu lalu, partai ini memiliki keinginan untuk mengusung sendiri calonnya, dengan menggandengn partai-partai kecil. “Kami sudah berkomunikasi dengan PPP yang memiliki dua kursi, Partai Hanura dengan satu kursi dan Partai Demokrat dengan satu kursi. Jika koalisi ini terealisasi, maka kami memiliki 11 kursi dan bisa mengusung calon sendiri. Tapi ya itu tadi, kami juga menunggu perkembangan,’’ ungkapnya.


Pria yang juga didapuk untuk menjabat sebagai Ketua Bidang OKK ini menyebutkan, untuk calon yang diusung sesuai dengan kesepakatan. Yakni Siadi.  Sedangkan wakilnya belum ada.  
Ketua DPC PPP Kabupaten Malang, Ahmad Daniyal juga mengatakan sampai saat ini masih menunggu. Komunikasi politik sudah dilakukan. Harapannya melalui komunikasi  politik, ada deal  yang menguntungkan demi memenangkan Pilkada. (ira/van)  

Editor : Vandri Battu
Penulis : Ira Ravika