MALANG POST - Hilangkan Kejenuhan, Tahu Brontak Gelar Konser Penangkal Pagebluk

Senin, 25 Mei 2020

  Mengikuti :


Hilangkan Kejenuhan, Tahu Brontak Gelar Konser Penangkal Pagebluk

Minggu, 05 Apr 2020, Dibaca : 3717 Kali

PAGEBLUK atau pandemi Covid-19 yang tengah terjadi membuat ruang gerak warga terbatasi. Itu karena pemerintah pusat dan daerah menginstruksikan agar warganya bekerja dan beribadah di rumah. Mengingat penyebaran virus tersebut sangat cepat. Bahkan akibat Covid-19, ribuan warga meninggal dunia.


Dengan kondisi tersebut, tak bisa dipungkiri membuat warga harus berdiam diri di rumah. Tentunya rasa bosan menghampiri mereka yang bekerja dan beribadah di rumah. Apalagi masyarakat Indonesia, khususnya Kota Batu selalu mengedepankan sifat sosial atau berkomuniksi secara langsung.


Melihat hal tersebut, Tahu Brontak atau yang dikenal oleh warga Kota Wisata Batu (KWB) sebagai band lokal, yang penuh intrik dan parodi setiap berada di atas panggung memberikan hal yang berbeda dan inovatif. Apalagi band berisi delapan personil dan mayoritas adalah generasi milenial (lahir tahun 90'an. red) selalu punya inisiatif dalam menunjukkan eksistensi pada fans beratnya.


Eksistensi itu ditunjukkan di tengah wabah covid-19. Yakni dengan menggelar 'Konser Penangkal Pagebluk' pada Sabtu (4/4) pukul 19.00 WIB malam. Tentunya, karena instruksi dari pemerintah pusat dan daerah agar #StayAtHome dalam mencegah penularan covid-19, band yang terbentuk sejak 2006 ini, menggelar konser melalui live ig di @tahubrontakid.


Salah satu personil Tahu Brontak, Dimas pada drum mengatakan bahwa konser penangkal pagebluk ini digelar bertujuan menghibur warga Kota Batu dalam melewati malam minggu di rumah masing-masing. Secara tak langsung konser yang digelar berpesan agar warga Kota Batu untuk stay at home atau di rumah saja.
"Ini (konser. red) adalah inisiatif kami untuk berpartisipasi dalam mencegah penularan pandemi covid-19. Tujuannya, menghibur warga Kota Batu agar tidak merasa bosan dan kesepian di rumah. Apalagi bagi mereka yang jomblo," ujar Dimas pada Malang Post sembari berkelakar Sabtu (4/4).


Tahu Brontak mampu menghibur warga (nitizen. red) Kota Batu selama tiga jam. Terhitung mulai pukul 19.00-22.00 WIB. Waktu tersebut perlu diketahui hampir sama dengan pemberlakukan physical distancing di Jalan Abdul Gani dan Sultan Agung.
"Selama tiga jam konser kami membawakan lagu-lagu hist dari album yang telah kami rilis. Beberapa diantaranya Cinta KW, Egaliter, hingga Manuk," terangnya.


Tak hanya melantunkan lagu-lagunya yang mampu membuat warga Kota Batu berdendang, berjoged dan tertawa dari setiap irama dan lirik lagunya yang banyak terinspirasi dari kehidupan sehari-hari itu. Tahu Brontak Band juga menunjukkan kekonyolan dari setiap banyolan yang berisi satire dan menggelitik.
"Jadi tak banyak yang bisa kami sampaikan dan lakukan. Tapi yang pasti konser penangkal pagebluk ini merupakan eksistensi Tahu Brontak untuk menyerukan dan menghibur warga Kota Batu agar tetap di rumah saja," bebernya.


Tahu Brontak mampu eksis sampai saat dan digawangi oleh Dimas pada drum, Abid di Guitar, Alfi Bass, Sigit Mandolin, Wahyu Kendang, Adam lead vokal, Arik pada vokal dan tamborin, serta Hagi vokal dan jimbe. (eri/udi)

Editor : Mahmudi Muchid
Penulis : Kerisdiyanto