Hoaks, Kiriman Baju Bekas Bervirus

Kamis, 28 Mei 2020

  Mengikuti :


Hoaks, Kiriman Baju Bekas Bervirus

Rabu, 01 Apr 2020, Dibaca : 3933 Kali

MALANG - Sebuah akun Twitter “sarang hamnida” (twitter.com/kharimakharima1) mengunggah sebuah video dengan narasi yang cukup menjadi pembicaraandi jagat maya.  Di video itu menyebutkan bahwa Indonesia mendapatkan kiriman baju-baju bekas yang sebelumnya digunakan orang Positif COVID-19.
Narasinya sebagai berikut:”Yaa Allah …China memang bener” jahat …mengirim baju” bundle pakaian bekas di pakai orang” Yg sudah mati akibat virus …jgn beli apa”pun barang dr China …”
Tanpa penjelasan apapun, narasi ini dilengkapi pula dengan foto ber bundle-bundle pakaian dalam sebuah gudang besar. Akan tetapi informasi ini tidak dapat dibuktikan kebenarannya.
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa foto pakaian dalam kantong plastik dalam video itu adalah pakaian bekas dipakai orang-orang sudah meninggal akibat virus kiriman dari China adalah klaim yang salah.
Foto pakaian dalam kantong-kantong plastik tersebut ditemukan pertama kali di internet pada 5 September 2010, jauh sebelum mewabahnya virus Corona Covid-19 sejak Desember 2019 lalu. Foto tersebut sering dipakai untuk menjadi ilustrasi oleh perusahaan-perusahaan penyedia pakaian bekas.
Salah satunya oleh situs Department Store Liquidations, perusahaan penyedia pakaian bekas yang berpusat di Amerika Serikat. Perusahaan itu menyatakan bahwa mereka menyediakan berbagai jenis pakaian bekas, mulai dari kaos, kemeja, celana, rok, hingga gaun.
Kemudian, pada 10 Juni 2016, Shree Impex, perusahaan penyedia pakaian bekas yang bermarkas di Gujarat, India, menggunakan foto itu dalam situs Eksportersindia.com. Situs ini merupakan situs jual-beli yang berbasis di India. Oleh Shree Impex, foto tersebut digunakan sebagai ilustrasi atas produk yang dijualnya, yakni pakaian bekas.
Sementara itu, dikutip dari Huffpost, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menjelaskan bahwa virus Corona Covid-19 biasanya tersebar melalui tetesan atau droplet ketika orang yang terinfeksi bersin atau batuk ketimbang melalui benda yang terkontaminasi.
Namun, CDC mencatat beberapa bukti yang menunjukkan bahwa virus Corona Covid-19 dapat bertahan selama berjam-jam di permukaan sebuah benda, termasuk pakaian.
Menurut spesialis kesehatan, pakaian dapat menahan droplet. Pakaian memang dapat mengering seiring waktu dan menonaktifkan virus. Namun, menurut dia, tidak berarti bahwa pengeringan tersebut terjadi dengan cepat.
Meskipun begitu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa menerima paket dari China tidak akan membuat seseorang tertular virus Corona Covid-19. Berdasarkan analisa WHO, virus Corona tidak akan bertahan lama pada benda-benda, seperti paket.(ica/jon)

Editor : Jon Soeparijono
Penulis : Francisca Angelina