MALANG POST - Hoaks Kompensasi dari Pemerintah karena di Rumah Saja

Senin, 25 Mei 2020

  Mengikuti :


Hoaks Kompensasi dari Pemerintah karena di Rumah Saja

Selasa, 31 Mar 2020, Dibaca : 4689 Kali

Sepekan terakhir warganet dihebohkan dengan pesan pemberian kompensasi oleh pemerintah. Kompensasi itu diberikan seiring dengan imbauan Pemerintah Republik Indonesia agar seluruh warga untuk diam di rumah. Imbauan sebagai upaya menekan penyebaran virus Corona (Covid-19). Pesan pemberian kompensasi itu menyebar di grup WhatsApp dan grup media sosial lainnya.


Yang menarik pesan pemberian kompensasi ini tidak hanya muncul sekali. Tapi beberapa kali. Tentu saja nilai kompensasinya berbeda.
Seperti di salah satu grup WhatsApp, salah satu anggota grup mengirimkan pesan, yang isinya pemberian kompensasi Rp 150 ribu untuk warga yang di rumah saja. Namun tidak lama kemudian muncul pesan yang sama, tapi nilainya berbeda, yaitu Rp 350 ribu.


Seperti di ketahui sejak beberapa minggu  terakhir Pemerintah RI mengimbau  kepada seluruh  warga  untuk di rumah aja. Kebijakan itu dikeluarkan sebagai salah satu upaya untuk menekan penyebaran Virus Corona.

Berikut isi pesan pemberian kompensasi yang viral tersebut.
“Mulai Senin, 23 Maret 2020, Semua Warga Negara Berhak mendapatkan kompensasi Rp 150.000 per hari untuk tinggal di rumah dalam rangka menghindari penyebaran COVID-19; Novel Coronavirus.

Pelayanan ini dapat diakses oleh semua orang, tidak memandang satu status pekerjaan.

Segera daftarkan NIK anda dan isi formulir dalam site dibawah ini:
https://bit.ly/2vvme6X.”

 

Viralnya pesan ini pun mendapatkan tanggapan dari  anggota grup lainnya. Mereka pun bertanya-tanya kebenaran dari pesan tersebut.

Tapi tidak sedikit dari anggota grup yang Kemudian mengatakan pesan tersebut hoaks dan hanya hiburan.  
“Lucu ini. Pesan bisa di copas (copy paste) biar tidak stress di rumah aja,” kata salah satu anggota grup.


Sementara anggota grup lain ada yang memberikan komentar sinis terkait pesan itu. “Ini Virus Corona sedang mewabah, kok ada pesan seperti ini. Ayo dulur  jangan percaya dengan pesan yang tidak jelas sumbernya,” tulis salah satu anggota grup lainnya.
Tapi ada juga anggota grup lain yang menuliskan kata syukur membalas pesan yang viral tersebut. “Alhamdulillah, bisa buat uang jajan anak-anak, tapi mintanya ke siapa?,” tanya salah satu anggota grup.
Sementara saat Malang Post menelusuri link yang diberikan, cukup mengejutkan. Di link yang dibuka tersebut tidak ada formulir untuk pendaftaran nama dan NIK. Sebaliknya hanya muncul gambar Gorila dengan ekspresi menjulurkan lidah. Melihat hal itu tentu saja dapat dipastikan pesan tersebut adalah palsu dan dibuat hanya untuk bahan becandaan.


Tapi demikian, meskipun sudah bisa dipastikan tidak ada kompensasi yang diberikan pemerintah untuk warga terkait penyebaran virus Corona, namun pemerintah tetap meminta warga waspada.
“Pesan seperti ini banyak diterima, warga harus hati-hati. Jangan mudah percaya dengan pesan yang sumbernya juga tidak jelas,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kabupaten Malang Sri Meicharini.


Dia juga mengatakan, beberapa hari sebelumnya berdar pesan bahwa pemilik e-KTP mendapatkan kompensasi Rp 1.250.000 terkait dengan penyebaran virus Corona.
“Kalau itu jelas Hoax. Pemerintah tidak pernah membuat kebijakan tersebut. Sekali lagi kepada warga harus berhati-hati, dan jangan menjadi korban penipuan, “ tegas Rini.(ira/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Ira Ravika