Ide Kreatif Pak Kumis Penjarakan Sampah Plastik

Minggu, 31 Mei 2020

  Mengikuti :


Ide Kreatif Pak Kumis Penjarakan Sampah Plastik

Senin, 23 Mar 2020, Dibaca : 1242 Kali

Sampah, sampah, sampah makna kata yang kotor, Di mana kaki ini melangkah akan  ditemui sampah bertaburan, meski dalam jumlah sedang atau lebih. Entah itu sampah organik, seperti dedaunan, sayuran, hingga sampah anorganik, seperti plastik, botol, dan lain sebagainya.
Sering di jumpai  disetiap tong sampah didepan rumah warga selalu meluber, wadah sampah sampai bertambah. Terjadi  ledakan sampah di tiap rumah. Hanya Terlihat sebagian manusia yang bisa memanfaatkannya. Dan banyak yang tak menghiraukannya.
Hasil pengamatan penulis, sampah yang berasal dari permukiman terdiri dari 50 persen sampah organik dan 50 persen sampah anorganik. Kini sampah plastik semakin meningkat. Bagaimana tidak?, saat ini manusia dimanjakan dengan berbagai kemudahan.  Hampir semua benda atau barang yang ada di sekitar kita tak terlepas dari bahan plastik. Apalagi makanan yang kita konsumsi menggunakan wadah dari plastik, mulai dari kantong plastik untuk membawa barang belanjaan, hingga kemasan makanan dan minumannya.
Penggunaan kemasan plastik dalam kehidupan  keseharian sangat memudahkan manusia, namun tahukah bahwa penggunaan kemasan plastik sekali pakai ini justru merusak lingkungan. Sebenarnya manusia sudah paham betul tentang dampak kerugian yang di timbulkannya, tetapi tetap angka pengurangan sampah plastik sangat rendah.
Suka atau tidak ini adalah tanggung jawab kita semua. Bisa dikata saat ini kita tidak bisa hidup tanpa sampah plastik, namun dampak sampah plastik yang tidak baik bagi lingkungan harus diimbangi dengan pengelolahan sampah plastik menjadi sesuatu yang lebih manfaat dan berguna bagi manusia itu sendiri.
Sudah banyak ditemukan kreatifitas dan inovasi  untuk memanfaatkan limbah plastik untuk menghasilkan  barang yang lebih manfaat. Contoh sederhana limbah botol untuk wadah bunga dengan diberi sentuhan wadah bunga dimodel menjadi nilai jual, juga hiasan-hiasan  yang kreatif. Apalagi tinggal klik sudah terpampang tutorial cara membuatnya. Dari yang penulis alami dengan melihat langsung, merasakan, maka penulis menyampaikan hasil temuan yang luar biasa kali ini, tentang mesin penjara sampah khususnya sampah palstik.
Setiap hari sampah-sampah plastik meledak dari tempat sampah yang dibuang masyarakat. Akan diapakan sampah plastik ini, adakah solusi yang tepat?. Mau dikemanakan sampah plastik ini?. Diangkut oleh petugas kebersihan secara rutin, limbah botol disisikan untuk dijual di bank sampah  Terus sampah plastik yang tidak laku diapakan?.Apa yang menjadi pertanyaan penulis  ini, terbukti terjawab. Di tempat tinggal penulis ada keluarga yang peduli yang sudah memikirkan solusi basmi sampah plastik khususnya dilingkungan sekitar. Tidak hanya memikiran solusinya namun sudah bergerak dengan cepat mengatasi pengolahan sampah plastik ini. Dengan menciptakan mesin penjarah sampah plastik.
Inovasi Eko Muji  atau Pakde Eko, panggilan kesehariannya dikenal dengan panggilan  Pak  Kumis menjadi inspiratif. Dia sangat prihatin tentang kondisi sampah-sampah plastik ini, yang selalu meningkat penggunaannya. Tercetuslah ide  kretif dengan kegiatan Kedai bayar sampah (KEBAS). Di kawasan Perumahan PNS Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang. Pakde Eko menjual jajanan dan alat tulis perlengkapan sekolah di kedainya dengan pembayaran sistem membayar dengan sampah plastik. Pembeli membawa sampah plastik lalu ditukar dengan jajan dan peralatan sekolah. Ternyata ide kreatif ini didukung semua warga dan selalu ramai kedai Kebas Pakdhe Eko setiap minggunya. Memang KEBAS Pakde Eko buka tiap hari Minggu. Namun ada yang beda dengan sampah plastik yang dibawa pembeli ke kedai KEBAS ini. Yang membuat beda adalah sampah plastik yang dijual di bank sampah tidak laku. Sekali lagi ide kreatif pakdhe Eko dengan menjarahkan sampah plastik tersebut dalam botol, “ecobrik” kata beliau.
Setelah sampah plastik di timbang terus sampah plastiknya dipotong-potong kecil  seukuran 2 centimeter, supaya lebih memudahkan dalam memasukkan ke dalam botol plastik. Dengan mengunakan mesin ini plastik yang  telah dipotong-potong tadi tinggal di masukkan kedalam botol plastik. Cukup dengan memasukkan pada lubang dikanan kiri alat tersebut sambil ditekan-tekan supaya plastik bisa masuk dan padat. Sebelum menciptakan alat ini, penekanan potongan plastik ke dalam botol dengan alat bantu tongkat seukuran 40 centimeter yang menggunakan tenaga kekuatan tangan. Namun dengan alat yang diciptakan Pakdhe Eko mendorong dan mekannya terasah sangat mudah dan ringan. Dengan alat ini diharapkan proses pembuatan ecobrik atau memenjarakan sampah plastik dalam botol plastik lebih cepat dan padat.
Mesin penjarah sampah plastik ini  sebuah alat yang terbuat dari dua buah pipa besi yang berdiri berjajar dan diantara besi tersebut, terhubung dengan sebuah pipa besi kecil yang berguna sebagai as tumpuhan dari pengukit. Gunanya untuk menekan atau mendorong sampah plastik yang telah digunting kecil-kecil supaya bisa masuk dalam botol yang telah di sediakan. Dengan alat ini diharapkan proses pembuatan ecobrik atau memenjarakan sampah plastik dalam botol plastik lebih cepat dan padat.
Karya kreatif pak Kumis  ini sudah terdengar  masyarakat kota Malang hingga pegiat literasi dari Timika Papua yang sudah melihat dan sharing tentang hasil ide kreatif pak Kumis ini.  Ecobrik Pak Kumis  sudah menjadi literasi. Sekarang sudah dikenal oleh komunitas literasi se Indonesia, bahkan pegiat literasi Internasional pun  sharing secara langsung  ke Pak Kumis.“ Semoga karya sederhana ini bisa menginspirasi masyarakat luas, khususnya membantu memanfaatkan limbah sampah plastik di sekitar, kata pak Kumis. (*)

Suyati Wibowo
SMPN 27 Malang

Editor : Redaksi
Penulis : Opini