MalangPost - Ikhlas Penuhi Hak Karyawan Walau Omzet Turun

Sabtu, 08 Agustus 2020

  Mengikuti :

Ikhlas Penuhi Hak Karyawan Walau Omzet Turun

Kamis, 23 Apr 2020, Dibaca : 10506 Kali

WABAH virus Corona menempatkan para pengusaha dalam posisi serba sulit. Antara mempertahankan usaha  atau menyelamatkan nasib karyawan dengan berbagai risikonya. Saat bersamaan omzet usaha terjun bebas. Seperti dialami owner Burger Buto, Mike Ragnar bersikukuh mempertahankan karyawan, termasuk difabel walau kondisi usaha sedang sulit.
   Baca juga : Bertahan di Tengah Masa Sulit Pandemi Covid-19

 

Mike Ragnar harus ikhlas terhadap kenyataan bisnisnya. Omzet Burger Buto turun drastis akibat pandemi Covid-19. Tapi ia memilih bertahan, tetap membuka gerainya dengan sistem take away.
"Dari 45 karyawan saya sebanyak 15 orang difabel. Ini yang membuat hati saya runtuh karena tidak bisa semua dipekerjakan. Sebab tujuh di antara beberapa dari mereka ada penyakit bawaan seperti demam tinggi dan kejang, sehingga sangat berisiko bekerja dalam kondisi Covid-19," kisah  Mike saat ditemui Malang Post.


Hal yang paling menyedihkan baginya harus berpisah dengan tujuh karyawan difabel. Sebab mereka sudah ikut bekerja dengan Mike kurang lebih 4 tahun lamanya. Dan hampir semua bergantung terhadap pekerjaan ini.
Mike tak tinggal diam, beberapa karyawan difabel yang dirumahkan tersebut tetap mendapatkan haknya. Bahkan ibu dua anak ini berjanji akan memberikan hadiah kepada mereka saat Ramadan nanti. Bahkan beberapa di antaranya sudah diberi hadiah.  


Ia menceritakan dalam menghadapi Covid-19 dibutuhkan semangat yang kuat dan pantang menyerah. Hal ini dibuktikan Mike melalui berbagai upaya agar Burger Buto tetap berjalan. "Kalau Burger Buto Alhamdulillah tertolong dengan adanya aplikasi online Gojek atau Grab, customer loyal kami juga masih suka datang meskipun hanya bisa bisa take away," kata Mike.


Ia memiliki optimisme tinggi. Menjalani hari-hari selama pandemi Covid-19 satu per satu karena ia yakin akan indah nantinya. Dia  mengikhlaskan omzetnya turun 60 persen di kedai utama dan 70 persen di Burger Buto Batu. Menurutnya penurunan tersebut sudah mulai dirasakannya saat terdengar adanya Covid-19.


Sejak saat itulah Mike memutar otak, bagaimana caranya mendapatkan pendapatan usaha tetap terjaga. Salah satunya melalui promo yang sedang tren, agar Burger Buto tetap jalan. Pendapatan karyawannya pun  terpenuhi. Sebab karyawan tulang punggung keluarga, termasuk karyawan disabilitas.
"Karena karyawan saya juga ada yang masih memiliki tanggungan cicilan, ini harus saya pikirkan juga dan saga yakin Allah SWT punya rencana," jelas Mike.


Menurutnya, di masa pandemi Covid-19 ini kejujuran terhadap karyawan juga menjadi penting. Termasuk dalam hal gaji, ia berusaha terbuka bahwa tidak bisa menggaji karyawannya seperti sebelumnya selama menghadapi pandemi. Kejujurannya itu dipahami lantaran karyawan tahu berapa biaya yang dibutuhkan untuk mendapatkan bahan-bahan.
 Keinginan Mike untuk memberikan hadiah kepada karyawan rupanya mendapat ridho Allah SWT dengan cara tak terduga. Usaha online miliknya yang bernama Bu Buto banjir pesanan, setiap harinya ada ratusan kue dan puluhan cake pesanan pelanggan.


Dengan ramainya usaha kue Bu Buto tentu akan menambah pemasukan selama Covid-19. Ia percaya jualan online yang dikerjakan sendiri oleh Mike selain memang musimnya online, juga karena ia memiliki janji memberikan hadiah kepada karyawan disabilitas. "Dengan ini saya percaya kalau kita sudah punya niat, pasti ada jalan," tegas Mike.  


Tak hanya itu, perempuan yang mengalami jatuh bangun dari bisnisnya ini juga melibatkan seluruh keluarga guna saling menopang. Masa sulit ini juga menjadi momen ia dan keluarga bersatu untuk membahagiakan anak disabilitas.
Ditegaskannya, selama Covid-19 Mike bahkan mengajak anaknya yang berusia 10 tahun untuk menjalankan bisnis kopi dengan nama Kopine Ema'ku.  "Saya libatkan anak-anak di kehidupan nyata, melatih mereka berwirausaha. Karena kita harus membahagiakan anak disabilitas meskipun dirumahkan sementara waktu namun harus diurusi juga," tutupnya.


Musibah Covid-19 harus dinikmati setiap harinya, yang terpenting baginya masih memiliki akal dan usaha sehat. Mike berharap masyarakat pun memahami dan menjalankan imbauan pemerintah agar pandemi ini segera berlalu sehingga kita semua bisa kembali leluasa bekerja. (lin/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Linda Elpariyani