Indeks UV Tinggi Tekan Laju Covid-19

Selasa, 26 Mei 2020

  Mengikuti :


Indeks UV Tinggi Tekan Laju Covid-19

Minggu, 19 Apr 2020, Dibaca : 4278 Kali

MALANG - Sebagai negara tropis, Indonesia diuntungkan dengan indeks UV yang tinggi sehingga mampu mengerem laju penyebaran Covid-19. Sinar Ultraviolet (UV) merupakan gelombang elektromagnetik dengan panjang 10-400 nm yang dapat menonaktifkan virus di udara.


Hal ini dipertegas oleh penelitian dari dosen Universitas Brawijaya (UB), Dr.Eng. Novanto Yudistira, S.Kom, M.Sc dan Prof. Drs. Sutiman Bambang Sumitro, SU, D.Sc bersama BMKG. Penelitian menggunakan metode big data tersebut menunjukkan hasil bahwa indeks UV memiliki kecocokan pola dengan lokasi persebaran Covid-19 di berbagai negara dengan iklim tropis, sub tropis dan sub tropis selatan.
"Kebanyakan penyebaran Corona secara masif terjadi di negara sub tropis utara, karena saat ini rentang Januari-Maret hingga April-Mei di sana sedang masa peralihan dari musim dingin ke semi sehingga UV indeksnya masih rendah," ujar Novanto.


Sedangkan negara di belahan tropis dan sub tropis Selatan UV indeksnya tinggi. Khususnya negara-negara tropis seperti Indonesia, Timur Tengah, Arab dan Afrika masih bergantung UV ini dalam menekan laju Covid-19 sebab UV mampu menonaktifkan virus yang ada di udara.
Namun kemampuan UV dalam menekan laju Covid-19 akan berkurang apabila di suatu kota atau wilayah tersebut polusinya tinggi. Bila dikaitkan dengan kasus masyarakat yang terjangkit Corona, jumlah terinfeksi masih didominasi pada kota-kota besar seperti Jabodetabek.
"Begitu juga di negara lainnya juga jumlah kasus yang banyak didominasi di kota-kota dengan polusi tinggi. Dan kemungkinan nanti bisa ada pergantian lantaran negara sub tropis Selatan ini akan beralih dari musim gugur menuju ke musim dingin," terangnya.


Perpindahan ke musim dingin tersebut juga akan menurunkan UV indeksnya turun. Gejala yang sama bisa dilihat dari negara Brazil dengan terjadinya lonjakan jumlah kasus Covid-19 yang tinggi.
Dari komparasi yang dilakukan di beberapa negara seperti menunjukkan bahwa ada korelasi tingkat polusi dengan UV indeks. Negara- negara yang dikomparasikan antara lain Italia, Jepang, Amerika, Spanyol, Jerman, Prancis, China, Iran, United Kingdom dan Turki.
"Dari pola-pola negara tersebut kami juga melihat bagaimana pola di Indonesia secara spesifik memiliki UV indeks sangat tinggi namun beberapa wilayah yang ada banyak polusi sehingga menghalangi UV tersebut," terang dosen Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) UB ini.


Ia memaparkan, Indonesia memiliki rentang UV indeks kisaran 8-10. Tingginya indeks tersebut kemungkinan yang menyebabkan laju pertumbuhan kasus Covid-19 lebih rendah bisa dibandingkan dengan Amerika, Italia, Prancis, Belanda dan Iran.


Sementara itu, Prof. Drs. Sutiman Bambang Sumitro, SU, D.Sc, menambahkan, penelitian yang dilakukan UB bersama BMKG ini merupakan analisis data menggunakan sistem cerdas menggunakan data satelit kemudian dihubungkan dengan data confirm orang terinfeksi Covid-19 di dunia.
"Virus ini tidak tahan dengan sinar UV, kita di daerah tropis dengan UV sangat tinggi di kisaran 10-11sehingga menyebabkan virus mengalami in active. Saat ini matahari bergeser ke Utara, sekarang Australia dan Amerika Selatan berada di musim dingin menyebabkan indeks UV rendah. Artinya mereka terancam dengan kecepatan penyebaran virus," urai Prof. Sutiman.


Ia menegaskan, dengan UV indeks yang tinggi di Indonesia sepanjang tahun membantu masyarakat dari paparan Covid-19 meskipun tidak 100 persen terbebas.  "Dengan penyebaran yang tidak tinggi ini, sebaiknya masyarakat tidak berdiam diri di rumah melainkan juga keluar ruangan," tandasnya.(lin/lim)

Editor : Abdul Halim
Penulis : Linda Epariyani