MALANG POST - Jambret Tlekung Ternyata Palsu, Polisi Tetapkan Dua Pemuda Batu Jadi Tersangka

Senin, 25 Mei 2020

  Mengikuti :


Jambret Tlekung Ternyata Palsu, Polisi Tetapkan Dua Pemuda Batu Jadi Tersangka

Kamis, 23 Apr 2020, Dibaca : 2823 Kali

MALANG - Ingat dengan laporan penjambretan yang terjadi di Jalan Raya Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu pada 17 April lalu. Ternyata laporan tersebut palsu. Satreskrim Polres Batu berhasil membongkar kasusnya dengan menetapkan dua orang sebagai tersangka.


Keduanya adalah Machfud Hidayat, warga Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji dan Aris Hermawan, warga Kelurahan Temas, Kecamatan Batu. Keduanya adalah teman karib. Mereka dibekuk petugas di rumahnya masing-masing.
"Tersangka MH (Machfud Hidayat) ini yang mengaku menjadi korban jambret. Sedangkan AH (Aris Hermawan), temannya yang berpura-pura sebagai pelaku jambret," terang Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Prathama.


Menurutnya, tersangka Machfud membuat laporan palsu tentang penjambretan karena ingin lepas tanggungjawab. Bermula saat tersangka mendapat tugas membuat paparan laporan tahunan daftar inventaris toko dari tempatnya bekerja, pada saat meeting.


Karena belum membuat laporan dan takut dimarahi oleh pimpinan, akhirnya Machfud membuat skenario penjambretan. Dia meminta tolong Aris Hermawan, temannya untuk melancarkan aksinya. Dimana Aris diminta seakan-akan menjadi pelaku begal yang merampas laptop berisi file paparan laporan.
"Untuk membantu skenario penjambretan tersebut, temannya diberi imbalan uang Rp 2 juta," jelasnya.


Supaya skenarionya lancar, Machfud juga membuat laporan penjambretan di Mapolsek Junrejo. Polisi yang mendapat laporan akhirnya menyelidiki dan mendalaminya. Alhasil terungkap bahwa laporan penjambretan yang dibuat oleh Machfud ternyata palsu.
"Barang bukti yang kami amankan adalah dua unit motor Yamaha AEROX N-2653-KH dan motor Honda VARIO 125 AG-4904-PX. Keduanya kami jerat dengan pasal 220 KUHP," tegas lulusan Akpol tahun 2001 ini.


Sementara Machfud dalam pemeriksaan mengaku terpaksa membuat laporan palsu karena takut dimarahi pimpinannya. "Saya takut karena belum menyelesaikan laporan. Selain itu karena saya juga memiliki masalah pribadi dengan teman kerja," papar tersangka Machfud.(mg2/agp)

Editor : Agung Priyo
Penulis : Asra Bulla