MalangPost - Jayus Hariono Pilih Latihan Muay Thai

Rabu, 12 Agustus 2020

  Mengikuti :

Jayus Hariono Pilih Latihan Muay Thai

Kamis, 16 Apr 2020, Dibaca : 4086 Kali

MALANG – Vakumnya sepakbola membuat para pemain Arema FC harus semakin kreatif dalam menjalankan menu latihan hariannya. Karena tidak mungkin latihan dengan bermain sepakbola, beberapa pemain memilih variasi latihan individu yang berbeda, tapi tetap bermanfaat dan seru.


Seperti gelandang muda Arema FC, Jayus Hariono yang mencoba latihan muay thai. Olahraga kick boxing tersebut bisa dilakukan di dalam ruangan, tanpa perlu keluar rumah. Jayus pun memiliki semangat baru untuk meningkatkan kondisi lewat olahraga muay thai. Dia berolahraga di sebuah klub di kawasan Kepanjen.
“Sempat ditawari dulu, nyoba-nyoba latihan. Beberapa kali ikut sesi, kok enak, dan sekarang lumayan senang latihan muay thai,” ujar Jayus.


Eks penggawa Metro FC tersebut, mendapatkan latihan dari mantan pesepakbola asal Malang, Yanuar Firmanda. Yanuar, sekarang menggeluti profesi pelatih muay thai.
Mantan kiper Arema FC, Deltras Sidoarjo hingga Persiba Balikpapan tersebut, menjadi pelatih muay thai Jayus selama beberapa waktu. Kendati memiliki rutinitas menu yang berbeda dari latihan otot biasa, pemain 22 tahun tersebut merasa latihan muay thai bisa menghilangkan stres karena rutinitas harian.
“Saya cukup lama mengenal pelatih muay thai ini. Saya cukup nyaman berlatih dengan dia, karena bisa membawa latihan berat jadi ringan, soalnya banyak bercanda dan lucu. Bisa jadi penghilang stres pula. Banyak variasi, dan saya rasa ada hasilnya untuk peningkatan kekuatan,” sambung Jayus.


Johan Ahmad Farizi sempat ikut berlatih muay thai bersama Jayus. Tapi, belakangan ini, hanya Jayus yang terus menjalani latihan kick boxing tersebut. Walaupun latihan tidak rutin karena harus menunggu jadwal luang pelatih, Jayus merasa nyaman bisa mengolah menu latihan yang variatif.
Dengan menjaga variasi latihan, Jayus bisa menghindari kebosanan dalam latihan, dan melindungi kondisi mental dan psikisnya saat tak bisa bermain sepakbola.(fin/jon)

Editor : Jon Soeparijono
Penulis : Fino Yudistira