Jessica Angellita , Populerkan Kebaya

Sabtu, 30 Mei 2020

  Mengikuti :


Jessica Angellita , Populerkan Kebaya

Selasa, 21 Apr 2020, Dibaca : 4056 Kali

KEBAYA merupakan warisan tradisi bagi wanita Indonesia. Selain itu identitas wanita Indonesia yang tak melupakan budaya. Jessica Angellita Oscar Khasanah menyadari hal ini  lalu aktif mempromosikan kebaya sebagai identitas asli wanita Indonesia.


Karena itu pula, Jessica aktif sebagai anggota Komunitas Kebaya Indonesia (KKI) chapter Kepanjen.

“Saya mulai aktif mempromosikan kebaya sebagai identitas budaya dan warisan tradisi wanita Indonesia sejak gabung dengan KKI Kepanjen, yang kebetulan juga terbentuk pada 20 Februari 2020,” ujar Jessica kepada Malang Post.


Pengusaha online ini mengatakan, kebaya yang acapkali dikombinasikan dengan batik memang harus dihargai sebagai salah satu kekayaan bangsa. Apalagi identitas keanggunan wanita Indonesia juga tersirat dari kebaya.
Wanita 23 tahun ini mengaku cukup kecewa dengan milenial yang kurang mengetahui kebaya sebagai warisan budaya. Jangankan memakai busana kebaya, mengenal busana ini saja sulit dilakukan oleh para milenial yang terus tergerus budaya asing.
“Karena kaum milenial kurang minat terhadap kebaya, saya sebagai bagian dari generasi milenial, berupaya mempromosikannya lewat busana yang saya kenakan,” ujar Jessica.


Belum lama ini, Jessica bersama anggota KKI Kepanjen melakukan aksi sosial membagikan masker secara gratis di tiga pasar tradisional di wilayah Kabupaten Malang. Saat menyerahkan masker, Jessica memakai busana kebaya. Menurutnya, aksi nyata seperti ini, bisa meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya berkebaya sebagai busana tradisi wanita Indonesia.
“Lewat tindakan dan busana yang saya kenakan, saya berharap milenial di sekitar saya, bisa terpengaruh, dan tertarik untuk mengenakan kebaya. Ya, sebagai upaya melestarikan busana ini,” sambung wanita yang berdomisili Kepanjen itu.


Tidak hanya mengenakan kebaya sebagai busana, Jessica merasa kebaya perlu dipopulerkan lagi dengan kreasi yang lebih modern.
Menurutnya, kreasi dalam gaya modern kebaya, tidak melanggar nilai budaya dan warisan tradisi yang terkandung dalam kebaya. Selama spirit kebaya sebagai busana tidak hilang, wanita yang gemar mengisi waktunya dengan mendengarkan musik itu, merasa bahwa budaya busana kebaya bisa tertularkan kepada para wanita milenial.
“Menurut saya, mempopulerkan kebaya di kalangan milenial, harus melalui apresiasi kreatif kebaya yang dipadukan dengan gaya masa kini,” jelas Jessica. Tapi, upaya mempopulerkan kebaya, bukan sekadar pada tataran formal.


Secara pribadi, Jessica mengaku suka dengan kebaya kutu baru atau model off shoulders yang lebih cocok untuk anak muda sepertinya.(fin/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Fino Yudistira