MALANG POST - Just for My Mom

Senin, 25 Mei 2020

  Mengikuti :


Just for My Mom

Selasa, 10 Des 2019, Dibaca : 4473 Kali

You might have a mom, she might be the bomb, but ain't nobody got a mom like mine." - "Mom" by Meghan Trainor

MOTHER’S Day Is Coming….jangan diabaikan gaes. Inilah kesempatan buat kamu untuk tak nyuekin ketika Mama telpon atau berkirim pesan. Genzier bisa melakukan banyak hal untuk membahagiakan Mama di perayaan 22 Desember. Kalau gak bisa kasih mereka kado, paling tidak bikin status aja yang nunjukin you love her so much!
Genzier yang menempuh studi di Universitas Brawijaya ini bernama  Nadhira Yasmin F.A. cukup dekat dengan ibu. Ia mengaku bahwa hal yang paling sering dilaakukannya bareng ibu adalah nyalon, olahraga, dan shopping bareng.
“Aku tuh hampir 24/7 selalu sama ibu. Walau deket tapi aku juga sering banget berantem tapi bener-bener berantem yang cuma 10 menit lalu baikan lagi hehe,” tutur Nadhira.
Kalian tahu gak sih guys, kalau ternyata Nadhira memiliki memori yang sampai sekarang nggak pernah dia lupakan tentang dia dan ibunya. Selama Nadhira sekolah di SD hingga SMP, setiap akan melangsungkan ujian dia selalu belajar bersama ibunya. Belajar memang hal yang berat namun karena kehadiran ibunya belajar tidak lagi sulit baginya.
“Aku biasanya sebelum ulangan ngelakuin uji memori sama ibuku, jadi aku bisa yakin kalau aku udah nguasain semua materi yang akan keluar di ulangan. Bagiku Ibu itu udah kayak jimat karena sekeras apapun masalah semua jadi mudah karena doa dan kasih sayang Ibu,” curhatnya.
Karena sekarang sudah memasuki bulan Desember dan semakin mendekati hari ibu ternyata genzier satu ini sudah mempersiapkan sesuatu juga nih guys untuk ibunya yaitu sebuah dompet. Lalu kira-kira kalian mau kasih ibu apa nihh?
Kalau tadi Nadhira mau kasih ibu dompet sebagai hadiah mother’s day beda lagi nih sama Shafina Marcelita Soebektiono. Genzier dari SMA Negeri 5 Malang ini memang memiliki agenda khusus di setiap   tanggal 22 Desember dengan keluarganya seperti makan atau jalan-jalan bareng karena kebetulan Shafina juga berulang tahun di tanggal tersebut.
“Mama pernah bilang ke aku ‘kalau ada masalah cerita aja, mama ini kamu di tubuh yang lain jadi jangan ragu’ dari situ aku langsung nangis dan akhirnya aku selalu curhat dan dapet solusi dari mama” cerita Shafina dengan antusias.
Tahu nggak sih genzier, bagi Shafina selain sebagai tempat curhat ternyata Mama juga merupakan number one support system karena dorongan dan antusias mamanya kini Shafina sudah menerbitkan dua buku di etalase Gramedia. Kata-kata ajaib dari mamanya tidak hanya menjadi angina lalu belaka tapi merupakan sebuah doa yang memacu Shafina untuk menjadi lebih baik lagi.
“Kalau Mama ada disini aku Cuma mau bilang makasih sudah mau dengerin curhatanku, mau jadi sahabatku, dan terimakasih banyak untuk puisi yang mama tulis buat aku dari sejak bayi. I love you mamski,” tuturnya lantang.
Beda cerita dengan genzier satu ini nih guys, namanya Astrid Yusidiah Anggraeni. Astrid merupakan mahasiswa aktif di Universitas Brawijaya. Dia sejak kecil telah diajarkan untuk selalu terbuka dengan mamanya sehingga semenjak kecil Astrid selalu menganggap Mama menjadi sosok sahabat. Namun karena sedari kecil sudah terbiasa melakukan segala hal dengan Mama maka Mother’s Day bukan lah hal yang special lagi karena baginya everyday is mother’s day.
“Aku waktu masih kecil dulu sering banget bikin-bikin barang buat aku kasihkan ke Mama waktu Mother’s Day. Tapi sekarang bagiku ngasih sesuatu ke Mama nggak harus menunggu moment Mother’s Day karena Mama pun selalu ngasih aku banyak hal di setiap waktu,” kata Astrid, Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian itu.
Selain itu menurut Astid sedari kecil Mama sudah bisa mengurus orang lain karena memiliki lima saudara dan memang Mama mendapatkan tugas memasak di rumah. Dari sini you guys know kan bagaimana susahnya menjadi seorang Ibu mulai dari mengurus anak dan suami hingga mengurus saudara-saudaranya. Astrid pun merasa bahwa kasih sayang yang diberikan Mama kepadanya sudah tak terbalas karena perjuangannya membesarkan dia dan kakakknya hingga tercukupi segalanya dan  sesibuk apapun tetap memasak di rumah that’s the point yang menandakan seorang ibu memang one and only life saver bagi anak-anaknya. (*/oci)

Editor : Rosida
Penulis : Genzi