MALANG POST - Kamar Pribadi Jadi Studio

Senin, 25 Mei 2020

  Mengikuti :


Kamar Pribadi Jadi Studio

Jumat, 17 Apr 2020, Dibaca : 3966 Kali

DI rumah saja tapi Laurentian Nizyabel Galuh Limaran tetap produktif. Mahasiswi jurusan Game Animasi Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang ini, tetap mengikuti pembelajaran daring. Selain itu tetap bisa melakoni pekerjaan foto dan endorsement.


Abel sapaan akrabnya masih kebanjiran permintaan foto dan endorsement dari sejumlah online shop. Agar foto yang dihasilkan tetap keren, perempuan kelahiran Jakarta 31 Mei ini menyulap kamar pribadi jadi mini studio foto walau tanpa lighting.
"Pekerjaan foto tetap jalan, untungnya ada kamera jadi keadaan seperti ini tetap kerja dan foto di rumah," ujar Abel.


Perempuan yang suka gonta ganti warna rambut ini mengaku sebelum wabah Covid-19 banyak menjalani serangkaian kegiatan. Seperti modelling, mengerjakan project short movie, mural dinding dan pameran.
Abel pernah menjadi pemeran utama dalam film pendek berjudul Dyspareunia yang membawanya kian dikenal sehingga jaringan pertemanan dan pekerjaan pun semakin luas. Di dalam film tersebut ia memerankan sebagai perempuan bernama Amala, korban kekerasan seksual ayahnya sendiri dan mengakibatkan trauma.


Menurut Abel saat memerankan karakter Amala tersebut ia merasa kesulitan. Sebab karakter yang diperankan tidak sesuai dengannya. Namun harus dijalankan sedalam mungkin sehingga bisa dinikmati oleh penonton.
"Selain itu juga ada banyak tantangan tersendiri. Misalnya ketika tidak direstui oleh keluarga karena ada adegan yang keluarga tidak setuju sehingga saya harus menjelaskan kepada mereka dengan sangat teliti dan jelas sampai mengiyakan," urainya.


Setelah berhasil memerankan karakter Amala, Abel kembali mendapatkan tawaran bermain film pendek berjudul 3 Days of Blue dan Kutilang Darat. Tak hanya short movie, mahasiswi angkatan 2018 ini juga didapuk menjadi pemain dalam music video (MV) di lagu berjudul Kemarin milik band Glorious Friend.
Didapuk menjadi pemeran dalam film pendek dan MV awal mulanya diajak temannya untuk menjadi pemeran utama. Dari situlah ia banyak mengenal orang, yang tidak akrab menjadi teman dan peluang pekerjaan pun semakin luas.
"Yang paling seru juga harus acting mengikuti karakter di dalam film.  Sedangkan kalau di MV itu gimana caranya saya ngikutin tempo, di MV yang kedua juga harus berekspresi dan mengikuti liriknya," terangnya.


Abel melanjutkan bahwa bermain film sangat menyenangkan lantaran bisa memerankan karakter orang lain. Selain itu juga dapat dijadikan ajang untuk mengekspresikan diri, meskipun saat ini tidak mungkin lantaran adanya Covid-19.
"Untuk melampiaskan stress dan jenuh di rumah saja, saya suka menggambar, saya buat challenge satu hari satu gambar. Jadi selain ini keharusan kuliah juga bisa dijadikan kegiatan agar tetap produktif dan tidak bosan," pungkas Abel. (lin/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Linda Epariyani