MalangPost - Kapolres Berharap Kader PDIP Tetap Tenang

Minggu, 09 Agustus 2020

  Mengikuti :

Kapolres Berharap Kader PDIP Tetap Tenang

Senin, 06 Jul 2020, Dibaca : 2976 Kali

MALANG –  Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDIP) Kabupaten Malang resmi melaporkan peristiwa pembakaran bendara partai yang terjadi di Jakarta, beberapa waktu.

Laporan resmi diserahkan ke Polres Malang, Sabtu (4/7/2020) oleh perwakilan pengurus harian dan Badan Bantuan Hukum dan Advokasi (BBHA) DPC PDIP Kabupaten Malang. Mereka diterima oleh Kapolres Malang  AKBP Hendri Umar.

Saat menerima laporan, Kapolres Hendri Umar meminta kepada seluruh kader ataupun simpatisan PDIP di Kabupaten Malang tetap tenang tidak terpancing dengan adanya insiden pembakaran bendera yang terjadi di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dijelaskan oleh Hendri, bahwa [eristiwa pembakaran bendera kebesaran partai pemenang Pemilu itu saat ini sedang ditangani Polda Metro Jaya. Pihak Polres Malang tetap akan memantau dan monitor perkembangan kasus tersebut.

‘’Kami akan memastikan, mendeteksi sejak awal, mengelola Kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat, red) di Kabupaten Malang ini dengan baik, jangan sampai terjadi hal-hal lanjutan atau aksi-aksi lanjutan disini,” ujar Hendri.

Kapolres menambahkan, pihak DPC PDIP Kabupaten Malang menyerahkan sepenuhnya kasus pembakaran bendera itu kepada pihak kepolisian.

Hendri Umar mengapresiasi kader PDIP di Kabupaten Malang bersikap dewasa dan tidak akan melakukan aksi-aksi yang sifatnya long march ataupun aksi-aksi lainnya yang mengumpulkan massa dalam jumlah banyak yang melibatkan simpatisan atau relawan.

Ketua BBHA DPC PDIP Kabupaten Malang, Agus Subyantoro SH mengatakan bahwa insiden pembakaran bendera itu juga mendapatkan atensi dari Kapolres Malang.

Sudah ditindaklanjuti, karena TKP (tempat kejadian perkara, red) di Jakarta, maka ditindaklanjuti di Polda Metro Jaya. Sedangkan kami sebagai organ partai, melaksanakan intruksi pimpinan bahwa kami mengedepankan penyelesaian secara hukum,” kata Agus, ditemui di Mapolres Malang, Sabtu (4/7/2020).

Selain insiden pembakaran bendera   ada 2 poin lagi yang diadukan ke Polres Malang. Yakni masalah perusakan, pembakaran bendera partai dan dinggap itu sebagai pelanggaran pasal 406, 170 dan 160.

Kedua aksi di Jakarta tersebut mengidentikan PDI sama dengan PKI (Partai Komunis Indonesia, red). ‘’Itu sama dengan menuduh kami, memfitnah kami, pencemaran nama baik, itu juga kami laporkan, 310 dan 311,” sambung Agus. “Dan kami mendapat jaminan dari  bapak Kapolres, bahwa itu akan diusut,” tambahnya. (mem)

Editor : Redaksi
Penulis : mem