Kasubag Keuangan Dinkes Terancam Diberhentikan Dengan Tidak Hormat

Jumat, 20 September 2019

Kasubag Keuangan Dinkes Terancam Diberhentikan Dengan Tidak Hormat

Sabtu, 24 Agu 2019, dibaca : 3313 , Udi, Agung

MALANG - Kepala Inspektorat Kabupaten Malang, Tridiyah Maestuti meminta Kasubag Keuangan Dinas Kesehatan (Dinkes) Yohan Charles L,S, bersikap kooperatif. Termasuk tidak indisipliner dalam menjalankan tugas sebagai ASN. Pernyataan tersebut disampaikan pasca penggeledahan Kantor Dinkes oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepanjen, Jumat (3/8) lalu.
"Pesan saya supaya yang bersangkutan kooperatif. Hormati proses hukum yang sedang ditangani oleh Kejari Kepanjen," ujar Tridiyah Maestuti.
Sebelumnya, saat Tim Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejari Kepanjen, menggeledah kantor Dinkes, Yohan Charles L,S seperti menghindar. Yohan tidak datang ke kantor. Padahal dalam perkara korupsi pembayaran honorarium perawat Ponkesdes (Pondok Kesehatan Desa) di Dinkes pada 2015 lalu, statusnya adalah sebagai tersangka.

Baca Juga : Tim Khusus Kejari Geledah Kantor Dinkes
Akibatnya, petugas dari Kejaksaan tidak bisa membuka brankas yang ada di dalam ruangan Yohan. Pasalnya, kunci brankas serta ruangan dibawa oleh Yohan. Akhirnya agar barang bukti yang ada di dalamnya tidak berpindah tempat, petugas terpaksa menyegel ruang Sub Bagian Keuangan.
Tridiyah mengatakan, tugas Inspektorat adalah mengawasi seluruh ASN, melalui kepala dinas masing-masing. Termasuk Yohan Charles yang tidak masuk kerja pada Jumat (23/8) saat penggeledahan oleh Kejari Kepanjen.
"Kalau 5 hari tidak masu kerja tanpa keterangan, kami minta Kepala OPD untuk menegur secara lisan. Kalau sampai 10 hari, teguran tertulis. Dan jika sampai 46 hari, maka bisa pemberhentian sesuai Undang-undang ASN dan peraturan pemerintah tentang kedisiplinan pegawai," jelasnya.
Terkait dengan perkara korupsi pembayaran honorarium perawat Ponkesdes, Tridiyah mengaku sudah tahu sejak awal. Karena ketika kasus ini ditangani oleh Kejari Kepanjen, dirinya sempat dipanggil untuk diberikan penjelasan.
"Awalnya kami tidak tahu kalau ada penyunatan honorarium pegawai Ponkesdes. Karena sebelumnya tidak ada audit soal itu. Pasalnya, kami menganggap bahwa honorarium tersebut, dibagikan rutin setiap tahunnya," terangnya.
Dari hasil penyidikan oleh Kejari Kepanjen, lanjutnya, sudah ditetapkan satu orang sebagai tersangka. Yakni Kasubag Keuangan Dinas Kesehatan (Dinkes) Yohan Charles L,S. "Karena sudah masuk penyidikan, maka kewenangan sepenuhnya berada di Kejari Kepanjen. Kami ikuti proses hukumnya saja," tambahnya.
Apakah ada sanksi untuk Yohan Charles? Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup ini, mengatakan bahwa sanksi tetap ada. Namun menunggu perkembangan proses hukum yang sedang berjalan.
"Kalau nanti yang bersangkutan ditahan, maka akan kami berhentikan sementara. Haknya sebagai PNS akan diambil. Ketika  proses hukumnya sudah inkrah, serta ada kekuatan hukum tetap, bisa diberhentikan dengan tidak hormat karena terjerat kasus korupsi," tandasnya. (agp/udi)



Loading...