MALANG POST - KCBI Gandeng Generasi Milenial

Senin, 25 Mei 2020

  Mengikuti :


KCBI Gandeng Generasi Milenial

Sabtu, 29 Feb 2020, Dibaca : 3804 Kali

MALANG – Pesta Budaya yang digelar Komunitas Cinta Berkain Indonesia (KCBI) di Rumah Makan Inggil Malang, Jumat (28/2) pagi berlangsung seru dan menarik. Perayaan ini memperingati hari ulang tahun ke-4 ini mengusung tema “Budaya Kain Nusantara Untuk Kain Milenial Demi Mengangkat Harkat dan Martabat Bangsa Indonesia”. Hadir pula Ketua Umum KCBI Malang Raya Dra. Hj. Dewanti Rumpoko, M.Si, Ketua TP PKK Kota Malang Widayati Sutiaji dan undangan serta 20 kalangan milenial.


Ketua Pelaksana Sri Endah Noviani, SH, MSc menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan budaya bangsa, khususnya dalam berbusana keseharian dengan berkain. Selain itu menegakkan jati diri perempuan Indonesia yang santun, aktif dan anggun bermartabat. Juga bermaksud merangkul generasi milenial supaya melestarikan budaya cinta kain batik.
"Kami mengakui kekuatan dari teman-teman semuanya. Visi misi harus kita jalankan. Ultah ke-4 ini, seperti seorang anak manusia yang sudah mulai mandiri. Itu usia penguatan. Tahun keempat ini kita harus terus menguatkan diri," ujarnya.


Perempuan yang juga menjabat sebagai Kepala Pendidikan dan Penelitian RSUD Dr. Saiful Anwar itu mengharapkan, kaum milenial dapat menghargai hasil karya bangsa berupa kain tenun Nusantara dari Sabang sampai Merauke. Perwakilan milenial yang hadir diharapkan akan menjadi potret perjuangan para pendiri KCBI Malang Raya. “Semoga dengan menggandeng generasi milenial pada kegiatan ini dapat menjadikan mereka setia dan cinta terhadap budaya Indonesia," imbuhnya.


Organisasi yang beranggotakan sekitar 150 orang ini fokus untuk memperkuat jati diri perempuan Indonesia dan mendorong peningkatan citra bangsa di mata dunia melalui budaya busana berkain atau sarung nusantara.
Senada dengan hal itu, Ketua Umum KCBI Malang Raya Dra Hj Dewanti Rumpoko, M.Si mengungkapkan, berkain ini tujuannya adalah mengingatkan masyarakat bagaimana cara berpakaian nenek moyang dengan mengenakan kain Nusantara. "Ada nilai yang lebih hakiki tentang kain tersebut. Proses pembuatannya itu, si pembuat ini membuat dengan lantunan doa dan harapan yang dituangkan pada kain-kain ini. Itulah hal yang paling hakiki. Tetap karena pengaruh budaya barat yang sangat kuat, budaya kita semakin terkikis. Bukan hanya kain batik, tenun juga," bebernya.


Ia mengatakan, berkain itu mempunyai filosofi yang sangat tinggi dan perlu menjadi pelajaran bagi masyarakat, khususnya kaum milenial. "KCBI Malang Raya ada untuk melestarikan budaya. Matur nuwun atas semua pengorbanan para panitia dan pengurus. Insyaallah Gusti Allah yang balas," ungkapnya.
Dewanti juga memberikan apresiasi kepada para perwakilan milenial yang hadir untuk datang ke Kota Wisata Batu.  “Saya akan mengajak untuk berwisata gratis, syaratnya harus menggunakan kain Nusantara," lanjutnya.


Selama 4 tahun ini KCBI Malang Raya melakukan berbagai kegiatan internal. Seperti penerimaan anggota baru, sosialisasi melalui media kepada masyarakat, mengajar keterampilan berkain melalui tutorial di berbagai event serta pertemuan komunitas ibu-ibu dan remaja putri.
Selain itu juga rutin mengadakan peringatan hari nasional yang terkait dengan wanita. Seperti Hari Kartini, Hari Batik Nasional dan juga melakukan kegiatan bakti sosial kepada kaum lansia.
Lebih lanjut di perayaan HUT ke-4 ini berbagai macam pertunjukan ditampilkan. Seperti tarian tradisional, nyanyian tradisional, dan undian doorprize bagi semua anggota.(mp4/lim)

Editor : Abdul Halim
Penulis : Agiem Cristian