MalangPost - Kerja Cepat Hasil Akurat

Senin, 06 Juli 2020

  Mengikuti :


Kerja Cepat Hasil Akurat

Jumat, 29 Mei 2020, Dibaca : 3414 Kali

BERTUGAS sebagai Ketua Lab Diagnostik Covid-19 RSUB, Prof. Dr. dr. Noorhamdani, DMM, SpMK (K) harus ekstra sabar. Sebab dalam kesehariannya ia harus menghadapi ratusan sampel dari berbagai daerah di Malang Raya, Kediri, Pasuruan hingga Madiun dan berbagai daerah lain. Tugasnya mendiagnosis hasil tes PCR.


   Baca juga : 9 Jam di Lab Tahan Haus Tanpa ke Toilet

 

Tak jarang saat melakukan analisis Prof Noorhamdani harus mengulang lantaran hasilnya masih abu-abu atau diragukan. Hal ini dilakukan untuk memastikan hasil Swab benar-benar valid, tak boleh salah.
“Untuk melakukan diagnosis ini kami harus ekstra teliti dan penuh kehati-hatian. Sehingga apa yang dihasilkan harus benar,” ujarnya.


Lab PCR RSUB merima sampel sejak 11 Mei lalu dengan jumlah 50-100 sampel per hari. Banyaknya sampel inilah kadang kala menjadi kendala tersendiri. Sebab data yang masuk kerap memiliki nama yang sama. Sehingga petugas laboratorium harus mengkonfirmasi ulang agar tidak terjadi kesalahan atau tertukar.


Kendala lainnya yang dihadapi  yakni  karena Swab baru dilakukan pertama kalinya maka masih terdapat kekurangan. Terutama dari segi SDM yang terbilang terbatas. Khususnya dari segi pencatatan lantaran bagian ini membutuhkan kejelian tinggi.
Meski masih banyak kendala yang dihadapi, menurutnya mengemban tugas dalam penanganan Covid-19 terbilang menarik. Sebab semua tim dituntut selesai secepat mungkin, harus pas dan teliti.
“Apabila tidak teliti apa yang harusnya negatif jadi positif, begitu juga sebaliknya. Ini bahaya sehingga perlu dilakukan secara teliti,” terangnya.


Setiap hari bergelut dengan sample tentu menimbulkan rasa kekhawatiran. Namun perasaan tersebut harus disingkirkan jauh-jauh sebab itulah tugas dan tanggungjawab yang wajib dilaksanakan sebagai seorang dokter.
Apalagi pria kelahiran Ponorogo 11 November 1950 ini sudah tidak muda lagi. Meski diusianya saat ini sangat rentan berhubungan langsung dengan rumah sakit dan Swab,  namun Prof. Noorhamdani tidak khawatir berlebihan. Sebab ia selalu mengiringinya dengan doa.
“Khawatir memang ada tetapi ini sudah menjadi tugas dan bagian dari profesi kami,” tegasnya.


Menurutnya, semua pekerjaan pasti ada risiko. Semua penyakit datangnya dari Tuhan sehingga apabila memang tertular juga sudah menjadi takdir yang digariskan. Namun manusia harus tetap berusaha mencegah dengan berbagai cara. Seperti mengutamakan SOP yang berlaku, menjaga stamina dan memenuhi asupan gizi.


Lab RSUB sendiri telah menerapkan SOP ketat guna menjaga semua tenaga medis agar dalam kondisi sehat dan tidak terpapar Covid-19. Selain itu juga diterapkan siklus bekerja serta memberikan suplemen untuk menunjang stamina para dokter dan petugas Lab PCR RSUB. (lin/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Linda Elpariyani