MalangPost - Kompetisi Bisa Bergulir di Pulau Jawa

Senin, 06 Juli 2020

  Mengikuti :


Kompetisi Bisa Bergulir di Pulau Jawa

Jumat, 29 Mei 2020, Dibaca : 3159 Kali

MALANG – Arema FC masih memiliki harapan terkait lanjutan kompetisi Liga 1 sebelum PSSI dan PT LIB membuat keputusan. Manajemen klub berjuluk Singo Edan itu berharap kompetisi akan dipusatkan di Pulau Jawa bila akhirnya keputusannya adalah kompetisi kembali dilanjutkan.


General Manajer Arema FC Ruddy Widodo mengatakan, menyarankan pertadingan bisa dipusatkan di Pulau Jawa dengan beberapa pertimbangan. Selain masih dalam tahap new normal pascapandemi, saran tersebut juga terkait kontestan Liga 1.
Ruddy mengatakan, berdasarkan jumlah kontestan, mayoritas klub bermarkas di Pulau Jawa. Selain Madura United dan Bali United, hanya ada lima tim Liga 1 yang bermarkas di luar Pulau Jawa. Itupun jumlahnya berkurang menjadi empat klub karena Persipura Jayapura juga sempat merasakan homebase di Sidoarjo sejak musim lalu.


Alhasil, Arema FC memiliki gagasan agar empat tim yang tersisa memindahkan home base mereka di Pulau Jawa. Apalagi ia melihat banyak fasilitas stadion yang bisa maksimalkan.
“Di Jawa Barat dan DKI itu banyak sekali stadion yang tidak digunakan. Di Bandung ada dua, di sekitar Jakarta, Karawang kan juga banyak,” terang pria asal Madiun itu.


Menurutnya, dengan digelar di Pulau Jawa, selain hemat bagi klub, juga bisa menjaga keamanan selama masa new normal ini. Pasalnya, tim bisa menggunakan transportasi darat untuk menjalani laga away.
“Contohnya Persipura itu. Mereka mungkin akan lebih hemat bermarkas di Jawa, karena sebagian besar lawan mereka kan ada di Jawa. Lalu untuk masalah transportasi, bisa menggunakan jalur darat atau menggunakan bus,” jelas Ruddy.


Dia mengatakan, dengan berpergian atau away menggunakan bus, akan lebih private dan memperkecil kesempatan berlama-lama di ruang publik seperti di bandara. Apalagi, mayoritas pasti masih khawatir dengan virus Corona.
“Kalau begini, klub bisa mengontrol timnya. Lalu, tinggal menyesuaikan dengan protokoler kesehatan di lapangan nantinya,” tambah dia.
Ruddy melihat, infrastruktur tranportasi darat sudah memadai dengan rampungnya pembangunan tol trans jawa.


Sementara itu, untuk menunjang usulan tersebut, Ruddy juga memiliki ide agar tim-tim luar Jawa ini mendapatkan hak komersial yang lebih banyak. Sebagai kompensasi biaya hidup sebagai klub musafir.
“Tapi pasti stimulusnya juga harus dilebihkan dari tim-tim asal Jawa asli. Untuk biaya latihan, biaya tinggal disini jumlahnya berapa bisa disesuaikan,” jelas dia yang mengakui sudah menyampaikan pendapat tersebut ketika rapat virtual bersama PSSI 27 Mei 2020 lalu. (ley)

Editor : Stenly Rehardson
Penulis : Redaksi