Kupas Agroforestry Pujon, Joko Triwanto Raih Doktor

Minggu, 20 Oktober 2019

Senin, 09 Sep 2019, dibaca : 1347 , mp, oci

MALANG - Staf pengajar Jurusan Kehutanan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr. Ir Joko Triwanto, MP. IPU mendapat kesempatan melanjutkan studi lanjut di Pasca Sarjana Program Doktor Ilmu Lingkungan UB, Tiga tahun yang lalu. Bapak dua anak dan satu cucu ini biasa dipanggil Joko dapat menyelesaikan studi selama 2,5 tahun dengan IPk 4. Keberhasilan Joko tidak lepas dari Bimbingan Prof. Dr. Ir. Zaenal Fanani, MS; Prof. Dr. Ir. Soemarno, MS dan Dr. Bagyo Yanuwiadi dan tentu juga support dari anak dan istri Dra. Heri Rini Fatmawati, M.Pd yang berprofesi sebagai guru SMAN 5 Malang.
Disertasi yang diangkat Joko berjudul pemberdayaan petani Agroforestry secara berkelanjutan di kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Menurutnya, akhir-akhir ini, tekanan terhadap sumberdaya alam semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Meningkatnya jumlah penduduk menyebabkan adanya perubahan pada pola konsumsi pangan yang terus meningkat, kurang luasnya kepemilikan lahan pertanian per keluarga petani, jumlah angkatan kerja meningkat, jumlah kebutuhan kayu meningkat. Akibatnya sangat berdampak terhadap sektor kehutanan, berupa adanya perambahan hutan, pencurian kayu, penggembalaan ternak dan ancaman kebakaran hutan, sehingga kualitas lingkungan dan fungsi-fungsi hutan menjadi turun. Dengan keadaan tersebut, Perhutani selaku pihak pengelola hutan mengembangkan suatu konsep pengelolaan hutan yang berbasis masyarakat, salah satunya adalah dengan pola Agroforestri.
“Pemberdayaan petani mutlak dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan tanpa merusak lingkungan dapat menjadi alternatif pemecahan yang sangat relevan,” ungkap Joko.
Dijelaskannya, secara teoritis, Agroforestry dapat berfungsi dan meningkatkan efisiensi usaha tani dengan memanfaatkan input produksi dari dalam (internal input) dan untuk mempertahankan kesuburan tanah yang diharapkan dapat membantu memecahkan berbagai masalah pengelolaan lahan.  Agroforestry sebagai suatu sistem pengelolaan dan pemanfaatan lahan yang memadukan pohon dengan tanaman lain  dan ternak telah menjadi solusi yang mensinergikan kepentingan ekonomi dan ekologi yang memiliki nilai keberlanjutan.  Agroforestri terintegrasi antara pohon dan tanaman pertanian atau hijauan makanan ternak, agar dihasilkan produksi yang lebih tinggi, secara ekonomis menguntungkan dan dapat memberikan peningkatan kesejahteraan yang lebih baik kepada penduduk pedesaan.
Pemberdayaan masyarakat sebagai upaya untuk meningkatkan harkat dan martabat lapisan masyarakat yang sekarang dalam kondisi tidak mampu untuk melepaskan diri dari perangkap kemiskinan dan keterbelakangan.
“Secara teoritis praktis dari hasil penelitian disertasi diharapkan dapat berguna sebagai bahan pertimbangan oleh pengambil kebijakan untuk kemajuan pembangunan di masa mendatang berdasarkan pemberdayaan, manajemen, ekologi, sosial ekonomi dan budaya petani agroforestri dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan,” bebernya.
Menurut Joko, praktik agroforestry mampu memberikan kontribusi dengan menciptakan peluang kerja, meningkatkan taraf hidup masyarakat miskin dan perekonomian serta ketahanan lingkungan di sekitar kawasan hutan.  Usahatani terpadu sebagian besar dilakukan oleh petani peternak mempunyai peranan komplementer dan juga suplementer dalam produksi pertanian. Ternak juga menjadi sumber uang tunai yang signifikan menyumbang pendapatan rumah tangga petani.
Pengelolaan ternak dalam hal ini dilaksanakan oleh keluarga petani yang dalam waktu bersamaan melaksanakan produksi tanaman. Oleh karena itu, pasokan untuk menunjang pengelolaan ternak sebagian besar diharapkan dapat diperoleh dari sisa hasil pertanian, meskipun sebagian kecil pasokan harus diperoleh dari luar. Proses pemberdayaan petani sangat diperlukan dalam mencapai keberhasilan pemberdayaan masyarakat. Dalam satu kali tanam, produksi agroforestri menghasilkan keuntungan yang tinggi, sehingga berdampak pada pendapatan masyarakat sekitar hutan.
“Manajemen ekologi lahan dan hutan untuk budidaya Agrosilvopastur perlu ditingkatkan karena saling mempengaruhi keberhasilan Agroforestry yang mampu memberikan peluang besar dan tantangan untuk produksi dan kelestarian lingkungan. Pemerintah perlu memikirkan peningkatan keberlanjutan Agroforestry serta meningkatkan peran sistem agroforestri (AF) dalam meningkatkan pendapatan petani, namun tetap mempertahankan  lingkungan hutan,” pungkasnya. (oci/red)



Jumat, 18 Okt 2019

Sebanyak 23 PT di Jatim Merger

Loading...