Ladeni Kecepatan Bali United

Jumat, 20 September 2019

Ladeni Kecepatan Bali United

Sabtu, 24 Agu 2019, dibaca : 306 , Parijhon, Firman

GIANYAR - Bali United menghadapi Arema FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Sabtu (24/8) malam ini dalam kondisi pincang. Empat pemain andalannya, yakni Andhika Wijaya, Ricky Fajrin, Stefano Lilipaly dan Irfan Bachdim tidak bisa tampil karena dipanggil Timnas.
Sementara, Singo Edan, dalam kondisi siap tempur dengan kekuatan penuh. Modal dua kemenangan di kandang melawan Persebaya Surabaya dan Barito Putra cukup mengangkat mental pemain.
Namun demikian, Pelatih Arema FC Milomir Seslija tetap saja waspada terhadap tuan rumah. Tanpa empat pemainnya yang di Timnas, Bali United masih memiliki pemain berkualitas yang sangat berbahaya bagi pertahanan Arema FC.
Ilija Spasojevic, Stefano Lilipaly dan juga Paulo Sergio, merupakan pemain-pemain yang tidak bisa dianggap remeh. Mereka bisa mengobrak-abrik pertahanan Singo Edan yang dikomandani Hamka Hamzah dkk.
Menurut Milo, sapaan akrabnya, Bali United akan menampilkan permainan cepat tanpa melupakan pertahanan yang baik.
"Saya sudah amati beberapa kali permainan Bali United. Mereka tim yang berbahaya dengan serangan baliknya. Dengan dua fullback Arema yang tengah cedera, kami akan mencoba menghentikan mereka," ujar Milo.
Pelatih asal Bosnia itu juga telah mengintruksikan untuk selalu menutup pergerakan striker naturalisasi Bali United, Spaso. "Dia striker yang kuat dan sangat berbahaya. Kami akan mencoba untuk menutup ruang gerak dia. Dia bisa membuka ruang untuk pergerakan Lilipaly dan Paulo Sergio," lanjutnya.
Mantan Pelatih Persiba Balikpapan tersebut juga sangat yakin bisa meladeni strategi yang akan di terapkan oleh pelatih Bali United, Stefano Cugurra. Ia percaya diri pemainnya seperti Dendi dan Konate juga akan merepotkan lini pertahanan tim lawan.
"Kami juga punya pemain seperti Dendi, Konate dan Kayame. Kami harus tahu akan bermain seperti apa untuk menghadapi tim yang mempunyai permainan cerdas. Jadi besok (hari ini.Red) harus lebih fokus dan meminimalisir kesalahan sekecil apapun," tambah Milo.
Selain Milo, Kiper Arema FC, Kurniawan Kartika Ajie juga mewaspadai penyerang Bali United yang sangat berbahaya. Jika tidak, gawang Arema FC bisa jadi lumbung gol bagi tuan rumah.
Kartika Ajie menyebut, Paulo Sergio merupakan pemain kunci dan patut di waspadai. "Paulo Sergio sih yang berbahaya. Dia punya umpan-umpan yang berbahaya. Kalau di Arema, perannya seperti Konate. Tapi jangan fokus satu pemain, semuanya sama berbahayanya," ujar Kartika Ajie.
Kiper berlabel Timnas ini pun menilai timnya juga harus mewaspadai gaya permainan Bali United yang mempunyai cirri khas mengandalkan counter attack.
"Bali United merupakan tim yang kuat. Punya permainan counter attack yang bagus. Tapi kita nggak kalah bagus lah. Dua laga kemarin Alhamdulillah kita menang. Untuk besok bagaimana caranya kita menang. Bali United tim papan atas. Kita ingin juara, jadi kita harus tampil maksimal besok. Kalau kalah selisih poin dengan Bali United akan semakin jauh," katanya.
Selain itu, bermain di bawah tekanan ribuan Semeton Dewata, julukan suporter Bali United, bagi Ajie merupakan hal yang biasa. Ia tidak merasa mentalnya akan runtuh jika bermain di hadapan ribuan suporter tuan rumah. Justru Ajie merasa senang.
"Tidak masalah ya. Saya main di Sleman dan Surabaya tekanan banyak, saya santai. Cuek saja. Justru makin banyak tekanan akan saya lawan, kalau sedikit malah santai," tukas Ajie. (fir/jon)



Senin, 09 Sep 2019

Bakal ke Top Performa

Sabtu, 07 Sep 2019

Latihan Ekstra Keras

Kamis, 05 Sep 2019

Sektor Belakang Masih Rapuh

Loading...