MalangPost - Layanan L*SIMA, Drive Thru Barang Titipan Napi

Senin, 13 Juli 2020

  Mengikuti :

Layanan L*SIMA, Drive Thru Barang Titipan Napi

Jumat, 29 Mei 2020, Dibaca : 1335 Kali

MALANG – Di tengah keterbatasan saat pandemi Covid-19, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 Malang melaunching inovasi layanan L'SIMA, layanan untuk barang titipan para narapidana. Karena selama pandemi Covid-19 tidak ada kunjungan kepada narapidana.

Kepala Lapas Klas 1 Malang Anak Agung Gde Krisna menjelaskan, layanan drive thru ini diluncurkan sejak 23 Mei lalu. Layanan ini dibuat untuk memberikan pelayanan publik bagi narapidana dan masyarakat. Pelayanan ini memperbolehkan pengunjung untuk mengirimkan barang kepada napi yang berada di dalam Lapas.

 

"Ini inovasi dari kami untuk pelayanan publik, termasuk para napi juga. Masyarakat yang merindukan kerabat atau teman yang berada di Lapas dapat memberikan barang atau makanan melalui layanan yang diberi nama L'SIMA ini," terang Agung ke tim Malang Post pada Jumat (29/5).

Dijelaskan oleh Agung, setiap harinya ada sebanyak 200 barang atau makanan yang disampaikan pengunjung kepada para napi yang ada. Sementara ini, L'SIMA yang sudah diluncurkan selama satu pekan, menyalurkan lebih dari 1000 barang. "Tiap harinya itu pasti minimal 200 barang yang kami terima dan kami salurkan ke napi. Sampai hari ini ya ada 1000 barang lebih," ujarnya.

 

Pelayanan drive thru ini dibuka setiap hari kerja, mulai pukul 08.00 sampai 12.00 WIB. Khusus Jumat, pelayanan hanya sampai pukul 10.00. Sebelum menyalurkan barang, pengunjung harus mendaftar terlebih dahulu di website resmi Lapas Malang. "Sebelum mereka drive thru, harus daftar dulu di website Lapas. Di pendaftaran nanti juga dijelaskan akan memberikan barang atau makanan apa," tegas Agung.

 

Selama ini, diakui Agung, banyak pengunjung yang menyalurkan makanan kepada para napi, salah satunya adalah sayur lodeh. Namun, ada juga berbagai barang yang ditolak oleh pihak Lapas, seperti mie instan, minuman bergelas kaca, dan sebagainya.

"Rata-rata pengunjung memberikan makanan, sayur lodeh itu sering. Tapi kami sempat juga menolak barang dibawa oleh mereka karena menyalahi aturan. Kami juga sempat mengecek barang bawaan mereka melalui X-Ray dan menemukan HP dan sejumlah uang, sampai dua kali kami sempat menemukan HP," ungkap Agung.

 

Dilanjut oleh Agung, pihak Lapas Malang akan menindak tegas jika diketahui ada barang selundupan yang terlarang. Pengunjung yang ketahuan lantas tidak diperbolehkan untuk memberi barang selama waktu yang ditentukan. "Yang jelas kami tetap bertindak tegas. Mungkin barang selundupan itu bisa lolos di tahap pertama penerimaan barang, namun di tahap kedua itu akan kami X-Ray. Mereka yang ketahuan, tidak boleh memberi barang selama beberapa waktu," jelasnya.

 

Tujuan diadakannya L'SIMA drive thru ini untuk mencegah penumpukkan massa yang diakibatkan oleh pengunjung yang mengantre. Namun juga memberikan pelayanan publik terhadap masyarakat dan juga narapidana. "Biasanya, pengunjung itu ramai sekali, ya itu yang kami cegah. Juga kami berinovasi bagaimana caranya agar tetap memberikan pelayanan publik terhadap napi dan juga masyarakat," pungkasnya. (mg4/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : Agiem Cristian