MalangPost - Lembaga Keuangan Releksasi Kredit 66.788 Debitur

Senin, 13 Juli 2020

  Mengikuti :

Lembaga Keuangan Releksasi Kredit 66.788 Debitur

Selasa, 02 Jun 2020, Dibaca : 936 Kali

MALANG - Angka pertumbuhan kredit per April 2020 pada sektor perdagangan besar dan eceran, turun pada angka 1,89 persen selama masa pandemi Covid-19. Pada periode bulan yang sama tahun lalu, angka pertumbuhan kredit mencapai lima persen lebih.


Hal ini disampaikan Kepala PJK Malang Sugiarto Kasmuri dalam pertemuan Vidcon (Video Confference) dengan Wali Kota Malang Sutiaji, Selasa (2/6) , dalam membahas kondisi perekonomian Kota Malang selama pandemi Covid 19.
"Tekanan terhadap ekonomi di kota Malang sudah mulai terasa sejak Maret 2020, yang itu juga awal kasus Covid-19 masuk Kota Malang, "ujar Sugiarto Kasmuri.


Ia melanjutkan dari tiga sektor, sektor perdagangan besar dan eceran yang paling terdampak. Ini terpotret dari angka pertumbuhan kredit hingga per April 2020,  pada sektor perdagangan besar dan eceran, turun pada angka 1,89 persen.
"Untuk dua sektor yang meliputi sektor konstruksi dan sektor industri pengolahan di Kota Malang, pertumbuhannya di masa Covid-19  masih relatif stabil. Masing masing tumbuh 14,37 persen dan 28,19 persen," tegasnya.


Dijelaskannya, kinerja kredit pada lembaga jasa keuangan di Kota Malang hingga bulan April 2020 mencapai Rp 17,28 triliun. Sekitar Rp 6,7 triliun dikucurkan pada kelompok UMKM.
Sementara untuk Non Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah, tercatat pada sektor perdagangan besar dan eceran, NPL nya sebesar 3,88 persen. Pada sektor konstruksi sebesar 4,06 persen dan untuk sektor industri pengolahan sebesar 1,69 persen.
"Pada masa Covid-19, restrukturisasi yang satu diantaranya diwujudkan melalui releksasi jasa keuangan, untuk Kota Malang masih efektif. Melalui program ini, kita mampu meredam rencana lay out (PHK) 300 karyawan yang bergerak di bidang furniture," tutur Sugiarto.


Ditambahkannya, stimulus restrukturisasi atau releksasi, diantaranya tetap memperhatikan dan mensyaratkan pada debitur terdampak dan kreditnya lancar sebelum pemerintah mengumumkan Covid-19.
Hal ini dilakukan untuk menghindari moral hazard, yakni debitur-debitur nakal yang akan memanfaatkan situasi. Disampaikannya pula data hingga 28 Mei 2020, 60 persen pemohon (debitur) yang disetujui permohonan restrukturisasi kreditnya di lembaga perbankan, atau sejumlah 66.788 debitur, dengan nilai kredit Rp 7,18 triliun.


Pada jasa leasing, ada sekitar 50 persen yang disetujui atau sejumlah 42.484 debitur dengan nilai kredit yang terstrukturisasi sejumlah Rp 1,09 triliun.
Wali Kota Malang Sutiaji menegaskan, paket kebijakan stimulus ekonomi akan berjalan dengan baik, apabila semua pihak mampu menjalankan protokol Covid-19 dengan penuh disiplin pada masa transisi maupun New Normal.
"Ini penting, karena pergerakan ekonomi sangat linier dengan mobilitas orang. Sehingga kemampuan pengendalian virus corona dalam aktifitas sosial akan mempercepat pemulihan ekonomi yang ada. Masa transisi akan jadi ujian apakah masyarakat kota Malang siap untuk kembali menggerakkan perekonomian seiring dengan disiplin menjalankan protokol covid 19," tegas Sutiaji.


Secara khusus Sutiaji menekankan agar program restrukturisasi dan juga rileksasi dapat dijalankan secara tepat dan bermanfaat. (ica/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : Francisca Angelina