MALANG POST - Lihat Sunset di Wolobobo

Senin, 25 Mei 2020

  Mengikuti :


Lihat Sunset di Wolobobo

Sabtu, 07 Mar 2020, Dibaca : 5385 Kali

Usai puas menikmati keindahan Desa Wae Rebo, Ratu Chintya Dice Windana lantas melanjutkan perjalanan ke beberapa destinasi di Flores NTT. Seperti Kampung Bena, Wolobobo, Danau Kalimutu, tempat pengasingan Ir. Soekarno dan lain sebagainya.


Perjalanan dari Desa Wae Rebo ke Ngada NTT Bajawa ditempuh dalam waktu kurang lebih 7 sampai 8 jam. Dari Flores Ratu dan tim berangkat sekitar pukul 12 siang dan baru sampai pada malam harinya dan dilanjutkan istirahat di Hotel Manulalu.
“Saya ke NTT ini dalam rangka menjadi model video promosi Manulalu Bed & Breakfast NTT oleh Traveloka, jadi seusainya istirahat dan paginya kami take video di hotel Manulalu dan disinilah kami ditakjubkan dengan keindahan hotel yang bagus banget,” kata Ratu.


Dilanjutkannya, saat berada di Hotel Manulalu inilah pemandangan indah membentang di setiap mata memandang. View hotel langsung mengarah ke Gunung Inierie.
Gunung Inierie terletak di bagian selatan pulau Flores, Kabupaten Ngada, NTT yang memiliki ketinggian mencapai 2.245 mdpl. Untuk mencapai puncak gunung ini pendaki memerlukan waktu kurang lebih tiga sampai lima jam. Meski terbilang cepat namun untuk sampai ke puncak, pendaki akan disuguhi dengan trek kerikil dan bebatuan cadas.
“Setelah puas dengan keindahan Gunung Inierie dari hotel, kami lalu mengunjungi Wolobobo untuk melihat sunset dan pemandangannya luar biasa bagus banget sunsetnya, udaranya sejuk, dingin dan memesona,” terangnya.


Dilanjutkannya bahwa di Wolobobo inilah banyak warga yang rela datang jauh-jauh untuk menikmati indahnya sunset. Dibukit ini juga siluet Gunung Inierie nampak indah dan mampu memanjakan mata bagi siapapun yang melihatnya.
“Keesokan harinya kita menuju ke Kampung Bena, jaraknya tidak cukup jauh dari penginapan sekitar 30 menitan,” papar Ratu.


Di Kampung Bena setiap pendatang wajib memakai kain tenun, cara pakainya pun cukup di selendangkan saja untuk masuk ke dalam kampung ini. Adat istiadat di sini masih terasa kental, sebab budayanya juga masih dipertahankan hingga kini yakni budaya zaman batu yang tidak banyak berubah sejak 1.200n tahun lalu.


Kepada Malang Post, Ratu menjelaskan bahwa Kampung Bena memiliki 9 suku yang menghuni 45 unit rumah. Yakni suku Dizi, suku Dizi Azi, suku Wahto, suku Deru Lalulewa, suku Deru Solamae, suku Ngada, suku Khopa, dan suku Ago.
“Saya juga belajar untuk membuat kain tenun loh di sini dan menjadi pengalaman tak terlupakan, selain itu yang masih membekas warganya sangat ramah sekali,” tutup mahasiswi Akuntansi FEB UB ini.


Selanjutnya Ratu melanjutkan perjalanan ke Ende. Perjalanan dari Bajawa ke Ende terbilang melelahkan lantaran sangat jauh dan jalanannya yang berbelok-belok. Untuk sampai ke Enda ia membutuhkan waktu sekitar 8-9 jam. (lin/jon)

Editor : Jon Soeparijono
Penulis : Linda Elpariyani