Mahasiswa Pascasarjana UM Bangun Budaya Literasi Olahraga di Era Industri 4.0

Minggu, 20 Oktober 2019

Minggu, 15 Sep 2019, dibaca : 618 , udi, agiem

MALANG – Menghadapi era Revolusi Industri 4.0, mahasiswa Program Studi Pascasarjana prodi Keolahragaan 2019 Universitas Negeri Malang (UM) menggelar Seminar Nasional, bertema “Membangun Budaya Literasi Olahraga di Indonesia pada Era Revolusi Industri 4.0”, Sabtu (14/9) di Gedung H3 Pascasarjana UM.
Seminar tersebut menghadirkan narasumber ternama dan berpengalaman yaitu Prof. Dr. Suharjana, M. Kes, AIFO (Kaprodi S2 IKOR PPs Universitas Negeri Yogyakarta UMY), Dr. Abdul Rachman Syam Tuastikal, M. Pd (Kaprodi S2 POR UNESA) dan Dr. Ahmad Taufiq, S.Pd, M.Si. (KAPUS Publikasi Akademik UM).
Ketua Panitia Baharuddin Ichwanun, Mahasiswa Pascasarjana UM mengatakan, aktivitas Seminar Nasional di Pascasarjana adalah kegiatan rutin yang telah dilakukan, dengan tujuan memperkenalkan kedekatan baru yang inovatif dalam pembelajaran ilmu pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. Kemudian membangun paradigma baru dalam pemanfaatan teknologi baru terhadap pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan dari segi pembelajaran serta meningkatkan pengetahuan sikap dan keterampilan dalam menyongsong perkembangan pembelajaran dimasa depan.
“Selain itu seminar tersebut juga merupakan bekal mahasiswa pascasarjana untuk memperoleh informasi mengenai penulisan artikel atau karya ilmiah sebagai tesis tugas akhir jenjang Magister,” kata Baharuddin kepada Malang Post.
Prof. Dr. Suharjana,M. Kes, AIFO (Kaprodi S2 IKOR PPs Universitas Negeri Yogyakarta UMY) dalam materinya menyampaikan, kita semua ingin melihat bagaimana prestasi yang sudah dimiliki dan belum dicapai sebagai ukuran sebuah bangsa yang besar dan sehat, olahraga adalah ukuran utama. Dalam era revolusi industri 4.0, tentu pengembangan ilmu keolahragaan semakin ditentukan prestasinya dengan teknologi informasi yang sudah sangat pesat perkembangannya saat ini.
“Kenalkan olahraga ke anak didik mulai dari usia tiga tahun hingga selamanya, supaya tumbuhnya inovasi dan prestasi yang akan di peroleh kelak. Selain itu, mendampingkan teknologi saat ini terhadap olahraga,” kata Prof Suharjana.
Sedangkan Dr. Abdul Rachman Syam Tuastikal, M. Pd (Kaprodi S2 POR UNESA) menyampaikan, literasi olahraga apakah hanya sebatas membaca dan menulis tentang olahraga? Insan olahraga harus berpikir kritis dalam belajar supaya dapat melihat diri sendiri dan mencermati buku yang berkembang di luar.
Menurut Dr. Abdul Rachman, dalam membangun budaya literasi di era komunikasi modern ini perlu dilakukan dengan cara menumbuhkan kesadaran pentingnya membaca, budayakan membaca di sekolah, mengoptimalkan peran perpusatakaan, membentuk komunitas membaca, membiasakan menulis karya ilmiah.
“Oleh sebab itu, membangun budaya literasi lewat teknologi informasi sebagai pendukung publikasi dan kemudahan dalam membaca dan menulis dirasa akan sangat bermanfaat. Semakin banyak orang yang membiasakan menulis dan menghargai karya tulis maka akan makin tinggi produktivitas seseorang,” ungkap Dr. Abdul Rachman.
Senada dengan hal itu, pemateri Dr. Ahmad Taufiq, S.Pd, M.Si. (KAPUS Publikasi akademik UM) juga memberikan materi mengenai teknik dalam penulisan karya tulis ilmiah dengan cakupan bahasan. Ia menambahkan, membangun budaya literasi olahraga di era industri yakni dengan budaya membaca dan menulis artikel maupun karya ilmiah (jurnal).
“Pentingnya jurnal bagi lembaga litbang, kaidah dan etika penulisan ilmiah, teknik penulisan karya ilmiah, kiat-kiat penulisan dan pengajuan artikel untuk dimuat di jurnal yang terakreditasi secara nasional maupun internasional, salah satu kajian yang wajib bagi mahasiswa Magister dalam penulisan tesis,” jelasnya.
Kegiatan ini dihadiri sekitar 150 peserta, terdiri mahasiswa S1, dan S2 dari UM dan mahasiswa luar. (mp4/sir/udi)



Kamis, 17 Okt 2019

Ulas Tuntas Sejarah Keramik

Loading...