MalangPost - Mantan Wasit dan Pemain Sepakbola Jadi Tersangka Home Industri Sabu

Senin, 06 Juli 2020

  Mengikuti :


Mantan Wasit dan Pemain Sepakbola Jadi Tersangka Home Industri Sabu

Senin, 18 Mei 2020, Dibaca : 2178 Kali

SURABAYA - BNNP Jatim mengamankan empat orang yang terlibat dalam kasus home industri sabu. Keempat tersangka ini disebut punya latar belakang sebagai pemain sepak bola dan juga seorang wasit. Dari keempat tersangka disita 5 kg sabu.

Keempat tersangka adalah M Choirun Nasirin (31) warga Sidoarjo, Eko Susan Indarto (50) warga Lamongan, Novin Ardian (36) warga Kendal, dan Dedi A Manik (42) warga Koja, Jakarta Utara.

Kepala BNNP Jatim Brigjen Bambang Priyambodo mengatakan pengungkapan home industry sabu ini berawal dari penangkapan tersangka Manik dan Novin di salah satu hotel di Sidoarjo pada minggu (17/5). Mereka kemudian menunggu Nasirin dan Eko yang memesan sabu.

"Kemudian dilakukan penangkapan lalu penggeledahan. Didapatlah sabu kurang lebih 5 kg yang terbagi dalam 7 poket," kata Bambang saat rilis di kantor BNNP Jatim, Jalan Sukomanunggal, Senin (18/5)

Bambang menambahkan berdasarkan keterangan Manik, sabu tersebut diproduksi sendiri di kawasan Mijen, Semarang, Jawa Tengah. Kemudian petugas segera datang ke lokasi yang dimaksud.

"Dilakukan penggerebekan di rumahnya. Kami temukan barang-barang untuk memproduksi sabu," kata Bambang.

Sementara, Kabid Pemberantasan BNNP Jatim Kombes Arief Darmawan mengatakan keempat tersangka ini pernah aktif di kancah persepakbolaan nasional yakni di Liga 2.

"Ini (Chairun Nasirin) Kiper Hizbul Wathan, Eko ini eks Pemain Persela lamongan dan pojok itu Manik, pernah wasit (eks) tapi levelnya di liga 2 juga dan yang Novin ini drivernya Manik," kata Arief usai rilis di BNNP Jatim, Senin (18/5).

Arief menjelaskan jika sabu tersebut diproduksi dan diedarkan oleh Manik. Sementara Choirun dan Eko merupakan pembelinya.

"Tapi yang kita dapati ini orang-orang bola semuanya. Berdasarkan pengakuan mereka, barang ini mau dijual ke temannya, mau dipakai temannya. Dalam kasus utang piutang sesama pemain bola, akhirnya bayarnya dengan sabu," ungkap Arief.

Arief menegaskan satu dari empat tersangka yang masih aktif bermain bola adalah Nasirin yang saat ini menjadi kiper di klub Liga 2 Hizbul Wathan. Nasirin mengaku sudah dua kali memesan sabu ke Manik.

"Dari pengakuannya sudah dua kali. Sejak dua bulan lalu, semenjak tidak ada kompetisi, semenjak PSBB. Dia sudah mesan sekitar 5 kg. Berarti 5 kg yang lalu tidak berhasil ditangkap oleh kami dan sudah beredar kemana-mana, kita nggak tahu. Beredar di pemain mana kita nggak tahu, beredar di kalangan apa kita nggak tahu. Ya itu yang sedang kami selidiki sekarang," lanjut Arief.

Dalam peredarannya, Nasirin selalu melakukannya bersama-sama dengan Eko. Arief menduga peredaran barang haram itu masih di seputar Jawa Timur, namun dugaan itu masih akan terus didalami.

Atas perbuatan para tersangka terancam dijerat pasal pasal 114 Ayat (1) Subs. Pasal 112 ayat (2) Jo. Pasal 129 huruf a dan huruf d Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman Hukuman pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun penjara maksimal 20 Tahun penjara atau seumur hidup.(iwd/agp)

Editor : Agung Priyo
Penulis : Jatim