MALANG POST - Marissa Nur Khoviva, Belajar Menang dan Kalah

Senin, 25 Mei 2020

  Mengikuti :


Marissa Nur Khoviva, Belajar Menang dan Kalah

Senin, 30 Mar 2020, Dibaca : 1491 Kali

BELAJAR dari kekalahan dan kemenangan. Begitulah prinsip hidup Marissa Nur Khoviva dalam mencapai apa saja yang ia cita-citakan. Mahasiswi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang ini selalu mengambil pelajaran dari yang ia dapati selama berkompetisi. Baik kalah maupun menang.
"Banyak sekali pelajaran yang bisa saya ambil. Dalam berkompetisi kita tahu pasti ada yang menang dan kalah dari situ saya belajar banyak tentang arti kemenangan dan kekalahan," kata Marissa sapaan akrab Marissa Nur Khoviva.


Beberapa prestasi yang didapatkannya seperti di bidang akademik salah satunya Juara I Karya Tulis Ilmiah Nasional tahun 2018. Sedangkan bidang non akademik di antaranya juara I Fashion Talent MSAA tahun 2019. Semuanya didapat dengan banyak pelajaran.
Karena mendapatkannya tidak mesti menang dulu. Awal yang sangat wajar dari sebuah kehidupan adalah kekalahan dan menerima apapun hasil yang sudah didapat.
"Awal kekalahan itu pastinya membuat saya sangat sedih tapi saya sadar bahwa kekalahan adalah kemenangan yang tertunda. Sehingga saya terus berusaha untuk memperbaiki diri dan terus belajar hingga kemenangan itu saya dapatkan," jelas gadis kelahiran tahun 2000 ini.


Hal ini pastinya dilakukannya juga atas ungkapan syukur dan terus berdoa kepada Yang Kuasa. Ia mengatakan, kedua orang tuanya pun selalu mendukung dengan doa-doa yang selalu dipanjatkan. Maka dari itu, prinsipnya adalah melihat kemenangan sebagai bonus dari Allah SWT.
" Lalu lakukan yang terbaik insyaAllah mendapatkan hasil terbaik juga," tandas mahasiswi semester 4 Jurusan Kedokteran ini.


Peraih Juara 2 Karya Tulis Ilmiah Nasional PIONIR PTKIN Indonesia tahun 2019 ini juga membagikan kiat-kiat mengisi waktu di masa Social dan Physical Distancing seperti saat ini.
Menurutnya, Social Distancing sebenarnya berdampak baik bagi masyarakat karena dengan hal ini masyarakat lebih terjaga. Selain itu karena adanya wabah Covid-19 juga mengharuskan masyarakat selalu berhati-hati. Hal yang bisa dilakukan secara maskimal adalah menjaga kesehatan dan kebersihan diri.
"Di Indonesia juga sudah memberlakukan kebijakan untuk sekolah dan kuliah online, tentunya saya sebagai mahasiswa kedokteran tetap produktif untuk mengikuti jadwal perkuliahan online yang sangat padat. Selain itu mengerjakan hal-hal yang bermanfaat pastinya sehingga waktunya saya tidak terbuang sia-sia seperti mengerjakan pekerjaan ilmiah yang tersisa," tandasnya.


Marissa juga mengajak kaum muda untuk menjadi garda depan memerangi hoaks yang merajalela saat ini. Mencari kebenaran dari info yang didapatkan merupakan tindakan pertama yang harus dilakukan.
"Bisa menanamkan pemahaman agar tidak mudah percaya dengan info yang beredar di masyarakat sebelum cek dan ricek. Karena kita sebagai generasi muda bangsa harus pandai untuk memilah info yang benar dan salah agar tidak menimbulkan perselisihan satu sama lain," pungkasJuara II Mahasiswa Berprestasi UIN Malik Ibrahim Malang tahun 2019 ini. (ica/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Francisca Angelina