MalangPost - Membunuh Karena Halusinasi

Senin, 06 Juli 2020

  Mengikuti :


Membunuh Karena Halusinasi

Senin, 18 Mei 2020, Dibaca : 2001 Kali

MALANG - Unit Reskrim Polsek Bululawang mengebut berkas kasus pembunuhan terhadap Vanisa (VA), balita berusia 2,5 yang dilakukan Sudi, 40, warga Desa Kasembon, Kecamatan Bululawang. Polisi sudah meminta keterangan tersangka. Setelah berkas berita acara pemeriksaan lengkap, akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kepanjen.
"Pelaku (Sudi, red) memang diketahui orang dalam gangguan jiwa (ODGJ). Tetapi kasus pembunuhan ini saya pastikan berlanjut," ucap Kapolsek Bululawang Kompol Pudjiyono.

   Baca juga : Pembunuh Balita Dijerat Pasal Berlapis


Menurutnya, tersangka Sudi sudah empat kali diperiksakan ke RSJ Lawang. Polisi juga sudah meminta keterangan tersangka. Pemeriksaan dilakukan ketika tersangka dalam kondisi normal (sakit kejiwaannya tidak kambuh, red).
Dalam pemeriksaan tersangka Sudi mengatakan kalau dia membunuh dalam kondisi tak sadar. "Pengakuannya saat membunuh itu karena sedang halusinasi," kata Pudjiyono.

   Baca juga : Balita 2 Tahun Tewas Dibacok Orang yang Diduga Gangguan Jiwa


Halusinasi seperti apa?. Mantan Kapolsekta Lowokwaru ini mengaku tidak bisa menjelaskan. Karena yang mengetahui bahasa medisnya adalah dokter psikolog dari RSJ Lawang. Oleh sebab itu, untuk melengkapi berkasnya polisi akan meminta keterangan saksi ahli.


Disinggung apakah ada rekonstruksi?. Pudjiyono mengatakan akan melihat perkembangan kasusnya. Sekaligus menunggu petunjuk dari Kejaksaan Negeri Kepanjen.
"Karena kalau rekonstruksi di lokasi kejadian, tersangka bisa menjadi korban amukan massa. Makanya lihat perkembangan nantinya," paparnya.
Satu keluarga di Desa Kasembon, Kecamatan Bululawang, diserang orang diduga mengalami gangguan jiwa. Satu orang tewas dalam peristiwa itu pada Senin (11/5).  Peristiwa itu menimpa keluarga Senun (65). Saat kejadian, ia bersama dua cucunya yakni Azriel (9) dan Vanisa Naura Savia (2) tengah berada di dalam rumah.


Naura Savia meninggal di lokasi kejadian akibat luka bacok di bagian leher. Sedangkan kakaknya Azriel mengalami luka pada kepala bagian belakang. Begitu juga dengan kakeknya, Senun. Keduanya kini menjalani perawatan di RS Mitra Delima, Bululawang, Kabupaten Malang.
Akibat perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Kemungkinan tersangka juga dijerat pasal tambahan penganiayaan yang menyebabkan kematian dan atau luka berat pasal 351 KUHP ayat 3. Terkait ancaman hukuman Polsek Bululawang menegaskan putusan akan bergantung pada proses persidangan dan hakim.(fin/agp)

Editor : Agung Priyo
Penulis : Fino Yudistira