MalangPost - Menakar Kekuatan Partai Gurem pada Pilkada 2020

Senin, 10 Agustus 2020

  Mengikuti :

Menakar Kekuatan Partai Gurem pada Pilkada 2020

Minggu, 16 Feb 2020, Dibaca : 1413 Kali

MALANG – Geliat partai gurem di Kabupaten Malang, penting bagi poros besar untuk mengamankan tiket menuju Pilkada 2020. Partai gurem ini adalah partai yang kursinya kecil dan tak bisa usung calon sendiri. Menurut Ngesti D. Prasetyo, SH MHum, pengamat politik dari PP Otoda UB, mengatakan bahwa kapasitas terbaik yang bisa diberikan partai kecil pemilik satu atau dua kursi parlemen Kabupaten Malang, adalah penguatan poros.
“Partai politik faktor kedua dari pertarungan pilkada 2020. Yang utama, tetap figur yang akan diusung, karena yang dijual kepada pemilih yaitu kapasitas, kapabilitas dan elektabilitas individu. Tapi, konteks partai politik adalah mesin politik dan tiket agar sesuai regulasi,” kata Ngesti kepada Malang Post, Sabtu (15/2).
Contohnya, partai seperti Gerindra yang memiliki tujuh kursi di DPRD Kabupaten Malang. Gerindra, membutuhkan 10 kursi untuk maju sebagai peserta Pilkada 2020. Sementara, PPP memiliki dua kursi, Demokrat 1 kursi, dan Hanura 1 kursi. Dengan hanya menambahkan PPP dan Demokrat atau Hanura, Gerindra sudah bisa ikut memeriahkan kontestasi politik Kabupaten Malang.

   Baca juga :

Hanura Tunggu Putusan DPP

Demokrat Minta Dipinang dengan Survei

PPP Klaim Didekati Sanusi


“Karena itu, semua partai besar, masih berpeluang membikin poros, walupun sekarang sudah ada dua poros besar yang mulai masuk. Apalagi, apabila dilihat dari nama-nama yang muncul, popularitas dan elektabilitas dari para bakal calon ini masih seimbang, semua ada peluang,” sambung Ngesti.
Dengan kata lain, perebutan kursi Peringgitan 1 masih sangat seru. Dia mengatakan, ada nama yang menonjol dari segi popularitas dan elektabilitas di Kabupaten Malang. Namun, nama lain masih sangat mungkin mengejar karena marginnya tidak terlalu njomplang. Sehingga, posisi tawar partai gurem, masih sangat kuat.
“Belum ada yang benar-benar meroket dan leading dalam konteks survei elektabilitas,” tambahnya.
Ngesti menambahkan, partai gurem yang menempel pada petahana di kasus Pilkada 2015, sulit terulang di Pilkada 2020. Karena, seimbangnya peluang antara dua atau tiga poros politik yang mungkin lahir.
Saat itu, Ngesti menyebut ada dua kubu yang bertarung hebat, yakni kubu petahana sebagai penjaga spirit konservatif untuk melanjutkan kepemimipinan. Atau, spirit perubahan yang diusung oleh PDIP dengan Dewanti-Masrifah. Perhitungan partai kecil tahun 2020, akan berpegang pada swing voter yang membutuhkan alternatif calon.
Sehingga, Ngesti menyebut Pilkada 2020 di Kabupaten Malang, tidak akan menguntungkan bila hanya ada dua calon yang bertarung. Untuk meningkatkan kehadiran di bilik suara, alternatif sangat dibutuhkan oleh para calon pemilih.
“Kalau hanya dua calon, tidak menguntungkan. Swing voters masih besar, partai kecil bisa beri alternatif poros,” tambahnya.
Sementara, pengamat politik UMM, Dr Drs Wahyudi Msi, menyebut partai kecil bakal menunggu untuk diajak bergabung dalam koalisi. Senada dengan Ngesti, nilai tawar partai seperti PPP, Demokrat maupun Hanura masih kuat. Terutama, untuk memenuhi minimal 10 kursi DPRD dalam mengusung calon di Pilkada 2020.
“Partai gurem akan menunggu untuk diajak bergabung. Bagaimanapun, dia adalah realita politik, kecil tapi memiliki pendukung. Partai besar tak bisa mengabaikan dia begitu saja,” tandas Wahyudi. Meski demikian, partai kecil terbatas dalam hal kontribusi untuk suara. Terutama, apabila lawannya adalah partai ideologi yang kuat.
Seperti PDIP dan PKB yang memiliki basis grass root. Partai dengan pemilih ideologis yang kuat ini, juga lebih tegar dan kokoh meski digempur badai politik. Untuk ikut menjadi pemenang Pilkada, partai kecil, sangat mungkin menempel pada partai-partai besar penguasa parlemen Kabupaten Malang.
“Kalau dilihat di Indonesia, partai besar jarang goyah meski kena badai politik. Sulit menggugurkan preferensi politik kadernya,” tambah Wahyudi.(fin/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Fino Yudistira