Mengikuti Timnas Pelajar Fopssi U-12 Bertanding di Malaysia

Minggu, 31 Mei 2020

  Mengikuti :


Mengikuti Timnas Pelajar Fopssi U-12 Bertanding di Malaysia

Sabtu, 07 Mar 2020, Dibaca : 3042 Kali

MALAYSIA - Efek Corona benar benar membuat efek domino yang sangat terasa. Tidak hanya efek bisnis, pariwisata, tapi juga olahraga. Turnamen Sepak Bola bertitel Kuala Lumpur Cup 2020 usia U-12, U-14 dan U-15 yang seharusnya diikuti 10 negara, harus tersisa empat negara saja, meskipun secara tim tetap 35 tim.


Penyebabnya pasti. Corona! Ya, Corona juga yang sempat membuat Official Timnas Pelajar was-was. Karena sebelumnya banyak tekanan dan himbauan event-event internasional dibatalkan. Tentu ini membuat kegelisahan dan kepanikan banyak pihak. Apalagi Timnas ini sudah menjalani proses pemanggilan dan seleksi sejak November 2019 lalu.


Manager Timnas Pelajar Sugirin dan Ketua EO Pemberangkatan Timnas Pelajar Forum Pembina Sekolah Sepak Bola Indonesia (Fopssi) Sapran Oktari mengaku sempat nyaris membatalkan keberangkatan. Pada pertengahan Februari lalu panitia Kuala Lumpur menyampaikan soal Efek Corona di Malaysia.
"Waktu itu nyaris saya batalkan. Karena ada enam negara yang mundur. Tapi panitia meyakinkan di Malaysia aman dan tidak ada masalah. KONI dan PSSI juga meminta tidak berangkat. Tapi Kemenpora tetap mengizinkan berangkat. Bismillah Fopssi tetap berangkat dan alhamdulillah tadi siang sudah mendarat di Kuala Lumpur. Besok (hari ini, red) siap bertading, " papar Oki, panggilan Sapran Oktari kepada Malang Post di Siti Homestay di kawasan Petaling.


Meski sempat dibayangi was-was Corona, namun suasana berbeda dirasakan rombongan Timnas, ketika mendarat di Kuala Lumpur International Airport (KLIA). Betapa tidak, bayangan ketatnya pemeriksaan petugas bandara sama sekali tidak terlihat. Pemeriksaan pun sangat standar. Bahkan para penumpang yang ada di bandara juga mayoritas tidak menggunakan masker.
Suasana bandara juga sangat sepi. Tidak seperti sebelum efek Corona. "Ya, memang sepi sekali. Kalau sebelumnya memang ada pemeriksaan petugas, tapi sekarang tidak ada, " ungkap petugas Digi Prepaid, di dalam KLIA.


Kondisi ini juga dirasakan rombongan. Pemeriksaan di imigrasi bandara juga sangat biasa. Tidak tampak suasana tegang. Bahkan sangat ramah. Apalagi mayoritas rombongan anak-anak.
"Bandara ini besar kok sepi sekali ya. Efek Corona benar benar membuat orang tidak berani mengambil risiko. Tidak bepergian. Apalagi Malaysia juga membatasi penerbangan dari negara negara yang terinfeksi Corona, " ungkap Setianingsih, WNI asal Lampung yang bekerja di Restaurant Malaysia.


Warga Malaysia juga menyikapi Corona tidak berlebihan. Semua berjalan normal. Para sopir bus, taksi dan taksi online juga tidak memakai masker seperti yang dilakukan di Indonesia. "Biasa saja orang sini. Ada korban, tapi ya tidak terlalu gimana gitu menyikapinya, " tambah Ningsih, panggilan akrabnya.


Siap Tanding
Pagi ini, Timnas Pelajar U-12, U-14 dan U-16 siap bertanding di tempat yang berbeda. U-12 akan bertanding di Eco Ardence Setia Alam Selangor Malaysia. Sedangkan U-14 dan U-16 akan bertanding di New Camp Bandar Utama Selangor Malaysia.


Ada 35 Tim dari empat negara, Indonesia, Singapura, India dan Malaysia yang akan bertanding di U-12. Sedangkan enam negara lainnya mundur.
"Ya, mereka mundur karena Corona. Yaitu Hong Kong, China, Taipe,  Jepang, Thailand dan Pilipina, " ungkap Sugirin, Manager Timnas Pelajar kepada Malang Post.


Soal target, Girin, panggilan akrabnya mengatakan optimis Timnas Pelajar Indonesia akan mampu tampil terbaik. "Kalau target untuk usia dini, kita boleh optimis lah. Kita bisa berbicara di level internasional. Mohon doa restu kepada masyarakat Indonesia agar Timnas Pelajar bisa meraih prestasi terbaik untuk Indonesia, " harapnya.(lim/bersambung)

Editor : Abdul Halim
Penulis : Redaksi