Menikmati Musim Dingin di New Zealand | Malang Post

Selasa, 19 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Sabtu, 05 Okt 2019, dibaca : 1311 , parijon, linda

Sapaan ramah, Kia Ora akan langsung terdengar ketika pertama kali mendarat di Christchurch, New Zealand. Kia Ora dalam bahasa Maori berarti halo. Mayoritas penduduk New Zealand adalah keturunan bangsa Eropa dan suku Maori (suku asli) yang sudah menduduki wilayah ini sejak tahun 1250-1300 masehi.
New Zealand terletak di barat daya Pasifik, dengan luas wilayah sebesar 268.838 Km persegi dengan populasi penduduk sebanyak 4.545.627 jiwa yang tersebar di seluruh pulau. Negara ini terdiri dari dua pulau yakni North Island (Pulau Utara) dan South Island (Pulau Selatan).
Berkunjung ke sini akan ada banyak destinasi wisata yang bisa didatangi, seperti di North Island ada Auckland, Matamata, Lake Taupo, Wellington, Rotorua dan Lake Taupo. Sementara di  South Island obyek wisata yang menarik untuk dikunjungi adalah  Christchurch, Lake Tekapo dan Wanaka, Queenstown dan Milford Sound, Mt. Nicholas, Aoraki Mt. Cook, Fran Josef dan Fox Glasier, Matheson, Arrow town dan masih banyak lagi.
Danau Tekapo adalah danau yang terbesar kedua dari tiga danau paralel yang membentang dari utara ke selatan sepanjang tepi utara Cekungan Mackenzie di Pulau Selatan Selandia Baru. Luas areanya mencapai 83 kilometer persegi dan berada di ketinggian 710 meter di atas permukaan laut. Terdapat patung anjing MacKenzi dan Gereja Gembala yang dibangun pada tahun 1935.
Salah satu wisatawan asal Malang, Steven Avo Kristanto, mengatakan, beberapa tempat yang harus dikunjungi lainnya ada Waitomo Glowworm Caves, yakni sebuah gua yang berada di Waitomo Pulau Utara Selandia Baru.
“Destinasi ini dikenal karena populasi Arachnocampa luminosa, spesies cacing cahaya yang ditemukan secara eksklusif di Selandia Baru. Gua ini adalah bagian dari kesatuan Gua Waitomo yang mencakup Gua Ruakuri dan Gua Aranui, untuk masuk ke sini tiketnya sebesar 14 NZD atau setara dengan Rp 130 ribu,” ujar Steve, sapaan akrabnya.
Selain itu ada Mt Nicholas High Country Farm yang merupakan peternakan domba merino, terbentang di area cukup luas. Ketika berkunjung di sini wisatawan akan dipandu oleh local guide peternakan tersebut untuk melihat domba merino dan menyaksikan anjing pengembala. Kemudian pengunjung juga akan dibawa berkeliling menggunakan kendaraan 4WD sekaligus menikmati pemandangan indah, harga tiket masuknya sebesar 69 NZD atau sekitar Rp 600 ribu.
Di Selandia Baru juga ada Mt. Cook tepatnya terletak di Pegunungan Alpen Selatan. Mt Cook merupakan gunung tertinggi dan terdaftar sejak 2014 dengan ketinggian 3.724 meter. Gunung ini pada tahun 1991 memiliki ketinggian 3.764 meter, lantaran longsor dan erosi yang menyebabkan menurunnya ketinggian.
“Selama di New Zealand, saya juga berkunjung ke Waikota River, sungai terpanjang di Selandia Baru, mengalir dengan indah dari Lake Taupo ke utara. Sungai ini terbentuk dari batuan vulkanik keras,” jelasnya.
Jangan lewatkan pula Rotorua yang terletak tepat berada di Cincin Api Pasifik. Wilayah ini memiliki aktivitas geoternal paling aktiv di dunia, pohutu (percikan terus-menerus) geiser terbesar di belahan bumi selatan. Geisernya meletus setiap sekali atau dua kali setiap satu jam, tak jarang letusannya mencapai ketinggian 30 meter (100 kaki).
Selandia Baru adalah negara kecil yang luasnya sama dengan Britania Raya atau Jepang. Bentangan alamnya sangat menakjubkan, gletser spektakuler, fyord yang cantik, gunung-gunung terjal, dataran luas, perbukitan, hutan subtropis, dataran tinggi vulkanik dan pesisir pantai. Pemandangan luar biasa tersebut tak ayal apabila negara ini sering dijadikan sebagai lokasi pembuatan film.
Film yang pernah mengambil latar di Selandia Baru antara lain The Lord of The Rings dan The Hobbit. Bagi yang sudah menonton kedua film tersebut tentunya tahu bahwa Middle Earth, dunia fiktif di film tersebut ternyata ada di dunia nyata dan bisa dikunjungi. Lokasinya ada di Matamata, bisa dijangkau dengan berkendara selama dua jam dari kota Auckland (Pulau Utara).
“Tips merencanakan perjalanan ke New Zealand sebaiknya perlu banyak persiapan termasuk menyiapkan budget. Poin yang perlu diperhatikan adalah menentukan destinasi, Selandia Baru terbagi menjadi dua pulau besar, rencanakan berapa lama dan kapan akan ke sana karena musim panas bulan Desember-Februari, dan musim dingin pada Juni sampai September,” papar Steve.
Selanjutnya perhatikan juga tiket penerbangan dan visa. Dua kota yang menjadi pintu masuk ke Selandia Baru adalah Auckland di Pulau Utara dan Christchurch di Pulau Selatan. Wisatawan dari Malang bisa mengambil penerbangan dari Surabaya-Singapore-Christchurch. Lantaran tidak ada penerbangan langsung dari Indonesia ke Selandia Baru, pasti melalui transit di Australia, Singapore, Kualalumpur atau Hongkong.
“Selanjutnya adalah sarana transportasi, di Selandia Baru sangat popular menggunakan caravan/campervan/motorhome, beberapa jasa persewaan yang sangat terkenal di kalangan treveler ada Britz, Maui, atau Jucy, dengan menggunakan Campervan kita tidak perlu mencari penginapan, tetapi jangan memarkirnya sembarangan,” tutup Steve. (lin/jon)



Loading...